Sumba Timur Punya Air Terjun Waimarang Yang Menggoda

Air Terjun Waimarang. Foto : AmaDJ

Sumba Timur makin seksi dan lengkap seiring dikembangkannya beberapa destinasi wisata baru yang bernilai jual tinggi

Salah satu spot wisata yang kini lagi ramai dikunjungi dan diperbinangkan di media sosial adalah Air terjun Waimarang.

Menurut legenda masyarakat Air terjuna Waimarang merupakan “Tempat Pemandian Bidadari”.  Magnet wisatanya begitu kuat dan sangat direkomendasikan bagi Anda penikmat wisata alam.

Air terjun ini terletak di kecamatan Umalulu, Desa Umalulu, Kabupaten Sumba Timur (pulau Sumba) – Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Tempat ini adalah perbatasan antara Desa Umalulu dengan Desa Tamburi, Kecamatan Rindi. Masyarakat antara kedua desa, tidak mempertentangkan -dalam pengelolaan tapi mereka bersama- sama mengambil peluang dalam peningkatan ekonomi kreatif demi pendapatan rumah tangga dari kunjungan wisatawan yang ada.

Pantulan air berwarna hijau kebiruan atau tosca akan membayar lelah anda selama perjalanan sekitar 70 km dari Kota Waingapu, Ibukota kabupaten sumba Timur.

Meskipun air terjunnya tidak terlalu tinggi, namun debit air yang mengalir terbilang cukup deras pada kolam alami dari batu kapur, menjadikan tempat ini sebagai salah satu “destinasi favorit”.

Melihat daya tarik destinasi wisata ini dan tingginya angka kunjungan ke lokasi tersebut maka Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berkomitmen untuk mengembangkan Air terjun Waimarang sebagai sebuah spot wisata yang layak dikunjungi dan memadai dari sisi kesiapan infrasktrukturnya.

Yudi Umbu Rawambaku. Foto : Ist

Kepala Bidang Promosi Dinas Pariwisata Sumba Timur, Yudi Umbu Rawambaku mengatakan sejatinya tahun ini (2020), Air Terjun Waimarang ditata dari pos pembiayaan oleh DAK Kemenparekraf RI namun karena Pandemi Covid 19 ini maka akan digeser ke tahun depan

Menurut Yudi, Dana DAK Kemenparekraf R tersebut diarahkan untuk penataan dan pembangunan amenitas serta aksesibilitas wisata Air Terjun ini demi kemanan dan kenyaman wisatawan dan peningkatan pendapatan ekonomi kreatif masyarakatnya.

“Dari Pos DAK Kemenparekraf tahun 2020 namun karena Pandemi Covid 19, maka semuanya dialihkan ke tahun 2021, “papar Yudi Umbu Rawambaku dalam rilisnya yang diterima Fortuna, belum lama ini. (Tim/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *