Semua Hotel dan Restoran di NTT Diminta Wajib Siapkan Bilik Disinfektan

Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Ir.Wayan Darmawa,MT. foto : Majalah Fortuna

Semua hotel dan restoran di Provinsi NTT diminta untuk menyiapkan Bilik Disinfektan untuk Pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pihak hotel dan Resotan diminta memastikan tersedianya sarana-prasarana penunjang pencegahan penyebara COVID-19 terutama Bilik Disinfektan pada area pintu masuk/ lobby hotel guna menghilangkan kuman dan bakteri ataupun virus yang menempel pada tamu pengunjung hotel.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Ir.Wayan Darmawa,MT mengatakan pemerintah provinsi NTT melalui OPD teknis berharap dukungan dari induk organisasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) selaku mitra stakeholders pengelola hotel dan restoran untuk  melakukan konsolidasi bagi semua anggota PHRI di NTT dalam memerangi penyebaran covid-19.

Dalam rilsinya yang diterima Fortuna pada Jumad, (27/3) dijelaskan bahwa langkah tersebut adalah bagian upaya untuk menindaklanjuti arahan Pemerintah Pusat tentang upaya penanggulangan dampak menyebarnya virus Corona terhadap sektor pariwisata serta Himbauan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor: BU.443/04/KOMINFO/2020 tentang Pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Adapun beberapa point yang menjadi penekanan dalam surat bernomor : Parekraf.050/45/2020, tanggal 27 Maret 2020 tersebut yakni pertama memastikan agar personil pengelola Hotel dan Penginapan maupun fasilitas yang tersedia selalu dalam keadaan bersih dan hygienis;

Kedua, memastikan tersedianya sarana-prasarana penunjang pencegahan penyebara COVID-19 yaitu Bilik Disinfektan pada area pintu masuk/ lobby hotel guna menghilangkan kuman dan bakteri ataupun virus yang menempel pada tamu pengunjung hotel;

Ketiga, memastikan bahwa setiap personil pengelola hotel maupun tamu pengunjung hotel selalu menggunakan fasilitas bilik disinfektan tersebut baik saat datang dan pergi meninggalkan hotel;

Keempat, agar setiap pengguna bilik disinfektan selalu menjaga jarak aman yakni sejauh satu meter ketika antri dengan pengguna lainnya yang akan menggunakan fasilitas tersebut.

Wayan Darmawa juga meminta partisipasi jajaran  PHRI Provinsi NTT, PHRI  Kabupaten  se-NTT dan PHRI Kota Kupang  untuk mendukung semua upaya pemerintah provinsi NTT dalam percepatan penanganan covid-19 bersama seluruh elemen masyarakat lainnya. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *