Relawan Komunitas Taman Daun di Lembata Bagi 150 Unit Tong Air (Cuci Tangan) Gratis Untuk Warga

Tim Relawan Komunitas Taman Daun sedang merapikan Tong Air yang siap didistribusi bagi warga. Foto : Dok.Fortuna

Ditengah merebaknya wabah Corona Virus Diasease (Covid- 19), Relawan Komunitas Taman Daun di Kabupaten Lembata, berinisiatif untuk membagi-bagikan tong air sebanyak 150 unit secara gratis kepada masyarakat di Kabupat Lembata

150 unit tong air tersebut sudah distribusikan ke tiap-tiap Polindes yang ada di Kabupaten Lembata yakni di Desa Hingalamamengi, kemudian Polindes Wailolong, Polindes di Desa Lite, Desa Mahal 2, Desa Atakowa, Desa Belabaja, Desa Lamalera, Desa Hingalamamengi

Polindes Desa Peu Sawah, Polindes Desa Tubung Walang, Polindes Roho,  Polindes Hoelea, Polindes Benihading, Atulaleng Polindes, Klikur Polindes, dan masih banyak Polindes di pelosok-pelosok desa lainnya

Pendistribusian ke Polindes terdekat. Foto : Dok.Fortuna

Pendistribusianya menggunakan sepeda motor dan bus secara sukarela oleh Tim Relawan yang tersebar di Kabupaten Lembata, pada Rabu (25/3).

Tak hanya itu, Komunitas yang adalah Taman Literasi Pertama yang ada di Kabupaten Lembata itu juga mendistribusikan untuk Polres Lembata di bagian penjagaan, Panti asuhan dan Polsek Balaurin serta Koramil Nubatukan Lembata.

Tong atau wadah yang dimaksud sebagai bentuk kreativitas dari relawan Komunitas Taman Daun yang di design dari ember dan keran air yang berukuran 35 Liter kemudian dipergunakan sebagai wadah untuk mencuci tangan.

Tong-Tong Air yang siap didistribusikan. Foto : Dok.Fortuna

Hadirnya Tong atau wadah untuk mencuci tangan ini, tentu bermanfaat dan sangat membantu untuk masyarakat dan petugas kesehatan di Kabupaten Lembata ditengah sedang mengalami keterbatasan alat pelindung diri (APD)

Aksi pembagian Tong gratis ini adalah inisiatif relawan komunitas yang boleh dibilang sudah banyak berkontribusi mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan kompeten.

Mereka juga sukses membangun 27 taman baca yang saat ini sudah tersebar di Lembata maupun di luar Lembata itu, sebagai upaya untuk membantu, bekerja kolaboratif bersama Pemerintah Daerah terutama Dinas Kesehatan sebagai langkah pereventif untuk mencegah penyebaran infeksi penularan Covid- 19 di daerah Lemabata.

Aksi yang dimaksud juga sekaligus mengedukasi masyarakat untuk bisa meningkatkan kepedulian dan inisiatif terlebih untuk keselamatan diri serta masyarakat di Kabupaten Lembata secara khusus, NTT dan Indonesia pada umumnya.

“Yang kami lakukan ini, bukan untuk mencari popularitas. Namun ingin sekali memberi impact kepada orang lain, agar kita bisa melakukan hal berbagi pada sesama tampa menunggu kaya dan mempunyai jabatan,” ungkap John Batavor yang adalah salah satu anggota dari komunitas Taman Baca yang sempat dihubungi www.fortunaexplore.com dari Kupang, Rabu, (25/30)

John Batavor sendiri adalah salah satu anggota dari komunitas Taman baca yang beralamat di Bluwa RT 005 RW 002, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata

Dia mengisahkan, Tong atau wadah yang di design tersebut ditengah melonjaknya harga pasar saat ini mencapai 300.000 sampai 400.000 per unit dengan kapasitas yang hanya sekitar 15 liter.

Relawan Sigap mendistribusi ke Polsek dan Pospol terdekat. Foto : Dok. Fortuna

Nah, selain upaya preventif untuk memutuskan mata rantai penyebaran infeksi penularan Covid-19, John yang merupakan pelopor pengadaan tong air yang dimaksud, dimana dari 150 unit itu merupakan murni dari hasil pendapatan milik Kapal Ikannya. Namun uniknya adalah, ia secara sukarela bersama team relawan dari komunitas kebanggaannya untuk secara bersama-sama melakukan aksi tersebut.

Ia berharap melalui aksi yang pihaknya sudah gerakan itu dapat menggugah masyarakat setempat untuk bisa membuat wadah cuci tangan sendiri yang hanya bermodalkan satu buah ember.

Untuk diketahui, Taman Daun adalah pusat bagi seluruh taman-taman baca anak pecinta literasi dengan pendekatan belajar sambil bermain. Difasilitasi buku-buku bacaan secara gratis serta selalu intens dengan berbagai aktivitas terkait literasi secara swadaya oleh relawan yang tergabung di dalamnya. Taman Daun ini resmi dilaunching pada tanggal 23 April 1987 yang diinisiasi oleh bapak Goris Ubas Batafor secara swadaya. (wilfrid/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *