Cegah Corona, Jam Kerja Karyawan Kopdit Pintu Air Dikurangi

Karyawan/ti Kopdit Pintu AIr Cabang Kupang, Pengurus dan Manajamen pose bersama Wakil Walikota Kupang, dr.Herman Man disela-sela kegiatan Pra RAT, Ssabtu, (14/3). Foto : Majalah Fortuna

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air punya cara tersendiri untuk menyikapi makin merebaknya Corona Virus Deases (Covid-19) termasuk di wilayah operasional 52 kantor cabangnya di seluruh Indonesia

Setelah menunda pagelaran pra Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2019 di beberapa Cabang seperti di Surabaya, Jogja, Kalimantan Timur, Makasar, Bali, Menado dan beberapa cabang lain di propinsi NTT, kini Pengurus dan Manajamen KSP Kopdit Pintu Air harus menyesuaikan jam kerja ribuan karyawannya dan model pelayanan terbaru bagi 262.000 orang anggota koperasi itu.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano. Foto : Majalah Fortuna

Ketua Pengurus dan Manajemen Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air Jakobus Jano mengatakan meski pelayanan operasional bagi anggota tetap berjalan, manajemen terus menyesuaikan instruksi pemerintah terkait upaya bersama memutus mata rantai wabah corona.

“Kita terus memantau perkembangan wabah ini dari berbagai sumber dan terus menyesuaikan dengan instruksi pemerintah. Pelayanan bagi anggota tetap berjalan namun waktu operasionalnya diperpendek. Sebelumya kas tutup jam 4 tapi kini dimajukan ke jam 3 sore. Setelahnya semua karyawan diharapkan sudah berada dirumah masing-masing,” ungkap Jano kepada Fortuna usai menggelar Rapat Tertutup Pengurus dan Manajemen yang membahas tentang langkah-langkah antisipatif terhadap Corona.

Dikatakan, pengurus sudah mengeluarkan instruksi bagi seluruh karyawan di semua kantor cabang di Indonesia untuk mewaspadai penyebaran virus ini.

Pihaknya juga terus mengikuti kebijakan pemerintah pusat dan kebijakan lokal pemerintah daerah di masing-masing kantor cabang. Pelayanan bagi anggota tetap jalan meski harus ada penyesuaian jam kerja dan pola pelayanan,” ujar Jano

Pemeriksaan Dini Karyawan

Selain memperpendek jam operasional, Pengurus juga telah menginstruksikan kepada seluruh karyawan Kopdit Pintu Air yang mungkin mengalami sakit dan atau yang menunjukan gejala-gelaja awal terjangkit virus Corona untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan memeriksa diri ke fasilitas kesehatan yang direkomendasikan.

Meski mengaku karyawannya nihil corona, dia meminta kepada karyawan atau mereka yang mungkin diduga Orang Dalam Pemantauan (ODP) agar bisa dirumahkan selama 2 minggu tanpa sanksi dari manajemen.

“Jadi kita punya cara yang sama dengan pemerintah untuk menekan angka penularan virus ini dengan tetap mematuhi langkah-langkah yang dianjurkan pemerintah. Yang ada gejala awal silakan memeriksa diri lebih dini dan lembaga tidak memberikan saksi apapun ketika dalam masa karantina selama 2 minggu itu,” ungkapnya menjawabi pertanyaan Fortuna terkait sanksi bagi karyawan yang tidak masuk kerja karena Corona. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *