HUT Ke-21 AMAN, Mosalaki Saga Ende Gelar Ritual Tolak Bala dan Doakan Indonesia Bebas Corona

Pose Bersama disela-sela Gelaran ritual Tolak Bala di Kampung Saga, Ende,Flores, belum lama ini. Foto : Marsel/Majalah Fortuna

Peringatan Hari Kebangkitan dan Ulang Tahun Asosiasi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga ke- 21 di Desa Saga Kecamatan Detusoko kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur  beberapa hari lalu didahului dengan Sermonial Adat Tolak Bala oleh Mosalaki (Tokoh Adat) Saga.

Ritual itu juga berisikan doa dari Mosalaki Saga untuk bangsa Indonesia yang sering terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir bandang, gunung meletus, kebakaran hutan termasuk Virus Corona yang sedang melanda bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia.

Para Mosalaki berharap agar kira nya Tuhan Raja alam semesta mengampuni semua manusia yang melakukan kesalahan dan kiranya alam raya kembali bersahabat dengan manusia. Terkhusus  Virus Corona, para Mosalaki berdoa agar muzibah yang melanda bangsa Indonesia segera berakhir.

AMAN mengajak seluruh masyarakat adat seluruh nusantara untuk berdoa, membuat ritual pemulihan dan bergandengan tangan bersatu padu, agar kehidupan menjadi rukun antara manusia dan alam raya sehingga terciptanya keseimbangan hidup.

“Semoga dengan merayakan HUT ke-21AMAN semakin bermartabat masyarakat adatnya, mandiri secara ekonomi, menuju kedaulatan dalam kebhinekaan bangsa Indonesia. Keberagaman bangsa adalah kekuatan bangsa yang harus terus menerus dipupuk oleh anak anak bangsa ini,” Ketua AMAN Nusa Bunga, Philipus Kami dalam sepata katanya saat itu.

Menurutnya Rakernas VI yang sedianya dilaksanakan.bulan Maret ini ditunda sambil menunggu keputusan Dewan AMAN bersama Sekjen untuk menentukan waktu.  Dia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak,kepada Pemda dan DPRD Kabuoaten Ende, Universitas Flores (Unflor) Ende, para sukarelawan, Pemerintah Daerah Propinsi NTT dan Pemda se -Flores dan Lembata, komunitas adat Saga yang sudah siap menerima tamu dari seluruh Nusantara, para pengurus AMAN di wilayah Nusa Bunga dan para awak media baik cetak maupun Online serta panitia lokal Saga yang berkerja selama persiapan Rakernas VI

Ucapan terimaksih Philipus juga disampaikan kepada semua orangtua, saudara dan saudari semua diberkati oleh Tuhan dan restu leluhur.

“Salam dari komunitas adat Saga buat semua, kami senang dan bangga dengan saudara dan saudari semua yang telah menyatakan kesediaannya untuk kegiatan ini, tapi oleh karena situasi nasional terkait dengan adanya virus Corona akhirnya diputuskan untuk ditunda kegiatannya, ucap Lipus Kami di sela-sela  kegiatan ritual adat. (Marsel Trivena/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *