LAKPESDAM PWNU NTT dan DPD RI Gelar Sosialisasi 4 Pilar kebangsaan

Foto Bersama Anggota DPD RI Paul Liyanto, Para Pengurus LAKPESDAM PWNU dan Peserta Seminar disela-sela kegiatan. Foto : Wilfrid/ Majalah Fortuna

Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia telah dihadapkan dengan isu Radikalisme dan Terorisme yang begitu masif. Termasuk di Nusa Tenggara Timur sendiri, ada beberapa mahasiswa di salah satu kampus juga terindikasi radikalisme.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, LAKPESDAM PWNU NTT bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Kupang & DPD- MPR RI, menggelar Sosialisasi Program Penguatan, Penerapan dan Monitoring Empat Pilar Kebangsaan (PPMPK) pada Senin 16/3, bertempat di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang.

Kegiatan sosialisasi dengan Tema: “Dari NTT untuk Indonesia” itu melibatkan para pelajar SMA/SMK se-Kota Kupang, kemudian para mahasiswa, Guru serta para dosen di 10 Perguruan Tinggi yang ada di NTT.

Tujuanya untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman dan sikap perilaku pelajar dan mahasiswa saat ini terhadap 4 pilar yang di maksud, yakni; Pancasila sebagai dasar dan Ideologi Negara, UUD NKRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara.

Team LAKPESDAM PWNU NTT selanjutnya akan melakukan kajian supaya bisa meminimalisir atau berupaya serius untuk menghilangkan paham-paham radikalisme atau sikap-sikap yang tedensi terhadap NTT.

“Karena sifatnya lembaga kajian maka kami melakukan riset. Sebelum melakukan sosialisasi, pelajar dan mahasiswa diberikan quisioner, dan setelah sosialisasi juga akan kembali diberikan quisioner,” jelas Sri Chatun, S.S., M.Si, Ketua LAKPESDAM PWNU NTT saat memberikan laporannya sebagai Ketua Panita penyelengara kegiatan itu.

LAKPESDAM PWNU NTT atau Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumbe Daya Manusia yang berorintasi pada riset dalam mendukung program pemerintah NTT ini, boleh dibilang masih sangat belia, karena lembaga ini baru diresmikan pada 1 Ferbruari 2020.

Meski begitu kata Sri Chatun yang juga adalah dosen Fisip Undana ini, pihaknya akan terus bersinergi bersama pemerintah, seluruh stakeholders, kemudian BUMN, BUMD, serta akademisi untuk terus meningkatkan agar keutuhan bangsa ini tetap terjaga dan kemajuan bangsa hal ini kesejahteraan masyarakat kita dapat tercapai.

Anggota DPD RI Paul Liyanto menyerahkan bingkisan buku-buku tentang Pancasila kepada para pelajar yang memadati kegiatan seminar tersebut. Foto : Wilfrid/Majalah Fortuna

Sementara itu, anggota DPD RI, Ir. Ibrahim Liyanto, dalam memaparkan materinya menegaskan bahwa empat pilar MPR RI sebagai pilar kebangsaan ini harus tatap dijaga dan  diimplemantasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Empat Pilar yang dimaksut antara lain Pertama, Pancasila sebagai dasar dan Ideologi Negara. Kedua, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR. Ketiga, NKRI sebagai bentuk negara. Dan keempat adalah, Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Samboyan Negara.

Contohnya Seperti kedudukan pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang artinya bahwa pancasila menjadi dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara dan seluruh warga negara Indonesia.

“Rangkaian dokumen sejarah perumusan Pancasila yang bermula dari 1 juni 1945, kemudian 22 juni 1945 hingga teks final 18 Agustus 1945 dapat dimaknai sebagai satu kesatuan dalam proses kelahiran Pancasila sebagai dasar negara,” Jelas Paul Liyanto.

Dalam sosialisasi itu, anggota seminar diajak untuk menyanyikan lagu “Pancasila Adalah Rumah Kita.” Lagu tersebut merupakan bagian dari materi sosialisasi yang dibawakan oleh Ibrahim Liyanto.

Ibrahim yang juga adalah pemilik SMA Citra Bangsa Kupang itu mengharapkan agar lagu tersebut bisa dihayati karena sebetulnya isi dari lagu itu merupakan bagian dari metode pembelajaran di sekolah maupun di kampus.

Dia kemudian membagikan 5 buku serta sertifikat untuk peserta pelajar SMA/SMK, para mahasiswa, para Guru serta dosen yang hadir pada kesempatan itu.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh kurang lebih 250 peserta yang terdiri dari 41 sekolah SMA/SMK baik Swasta maupun Negeri dan mahasiswa 10 Perguruan Tinggi Se-Kota Kupang, para Doesen dan para Guru, Pengurus Wilayah NU NTT, Haji Ali Rosydi, Polri serta tamu undangan lainnya. (wilfrid 42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *