Dihadiri Bupati dan Anggota DPRD, Musrenbang di Sabu Tengah Genjot Sektor Pertanian dan Pariwisata

Para Peserta Musrenbang Kecamatan Sabu Tengah, Senin, (17/2). Foto : Alfons/42na

Pemerintah kabupaten Sabu Raijua menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat kecamatan Sabu Tengah, di Kantor Camat Sabu Tengah, Senin (17/2). Selain membahas urusan sosial kemasyarakatan dan kebutuhan infrastruktur dasar, Forum Musrenbang juga menyoroti urusan komoditi pertanian dan pariwisata.

Adapun Forum musyarawah antar para pemangku kepentingan untuk membahas langkah-langkah penangan program kegiatan prioritas kecamatan tahun 2021 tersebut dihadiri Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sabu Raijua Karel Modjo Djami, Lazarus Riwu Rohi dan Yernidinas Djita.

Hadir juga  Plt. Asisten III Setda Kabupaten Sabu Raijua, Mansi R Koreh, Camat Sabu Tengah Maxmilian.L Dally, Anggota ForkomPimca, para Kepala Desa, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat Sabu Tengah

Banyak usulan terkait kebutuhan warga Kecamatan Sabu Tengah yang harus diperhatikan pemerintah dan DPRD Sabu Raijua sebagaimana dirangkumkan Camat Sabu Tengah Maxmilian.L Dally. Dalam pemaparannya dia mengungkap komoditi pertanian warga dan potensi wisata setempat yang jadi potensi wilayah Sabu Tengah namun belum dikelola optimal.

“Potensi wilayah yang sudah terkenal sejak dahulu kala yakni Mangga Udang Eimadake, program penanaman mangga udang yang sudah lama dicanangkan oleh Mantan Kepala Desa Eimadake Bernadus Udju Deda. Kades di zaman Orde Baru itu pernah membawa Desa Eimadake dikenal sebaga daerah pemasok mangga udang terbanyak di Sabu Raijua,” papar Camat Maksmilian.

Untuk Potensi wisata katanya sedang dikembangkan beberapa destinasi wisata prioritas yang layak dipasarkan ke wisatawan seperti Gua Maballa di Desa Eimau, Mata Air Eimadakaba di Desa Loboaju dan masih banyak potensi yang akan dibahas pada kegiatan Musrenbangcam hari ini,” tambah Camat Sabu Tengah mengakhiri pemaparannya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sabu Raijua, Karel Modjo Djami. Foto : Alfons/42na

Ketua Frkasi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sabu Raijua Karel Modjo Djami pada kesempatan itu meminta seluruh peserta musyawarah agar menyampaikan usulan yang merupakan kebutuhan masyarakat tahun 2021 bukan keinginan.

Karel Modjo Djami berjanji untuk mengawal usulan-usulan tersebut bersama Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Sabi Raijua sehingga bisa dibiayai sesuai kemampuan anggaran yang diajukan  Pemerintah Daerah Kabupaten Sabu Raijua.

Pria yang akrab disapa Into Djami juga mengajak seluruh masyarakat Sabu Tengah agar menciptakan suasana aman dan tentram dalam menghadapi tahun 2020 karena merupakan tahun politik.

“Ini tahun politik, dimana kita akan melakukan Pemilihan Umum Kepala Daerah. Walaupun kita berbeda pilihan politik tetapi saya ajak  tidak boleh saling bermusuhan satu sama lain. Contohnya  saya dengan pak Bupati berbeda partai namun bisa duduk dan bekerjasama sesuai tugas dan fungsi kemitraan DPRD dan Pemerintah,” ungkap Karel yang adalah Anggota DPRD Dari Dapil I tersebut

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke. Foto : Alfons/42na

Bupati Sabu Raijua Nikodemus N. Rihi Heke dalam arahannya menyikapi berbagai persoalan yang disampaikan oleh Camat Sabu Tengah seperti Potensi Mangga udang harus diolah dalam bentuk makanan yang lain seperti manisan, asinan, dodol sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi baik oleh masyarakat desa Eimadake maupun oleh masyarakat desa tetangga

Solusinya kata dia, lewat pelatihan bagaimana cara membuatnya. Tidak perlu melibatkan pelatih dari daerah lain tetapi cukup dengan menghadirkan para pelatih yang ada di Sabu Raijua seperti ibu-ibu PKK dan para profesional yang mengerti. Tujuanya tidak memerlukan biaya tinggi tetapi hasilnya tetap sama karena PKK dan banyak orang Sabu juga sudah mempunyai ketrampilan dalam mengolah bahan makanan lokal tersebut.

Gula Semut dan VCO misalnya, tidak perlu melibatkan orang lain dalam pelatihannya. Manfaatkan mereka yang sudah bisa  membuat gula semut seperti yang ada di Desa Eilode,”ajak Bupati Nikodemus.

Pelatihan tersebut juga tentunya harus bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk menjaga higenis dan kebersihan hasil olahan gula semut maupun VCO tersebut.  Hal lain adalah memperhatikan soal kemasan (packing) yang bagus agar bisa dijual dengan harga tinggi.

Potensi lain yang dibidang pertanian seperti jagung. Menurut Nikodemus menaman jagung tidak harus dengan target untuk dijual tetapi menanam untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Jagung juga bisa diolah jadi produk bernilai lebih untui dipasarkan dengan harga yang lebih mahal daripada menjual jagung biji dipasar

Dia mencontohkan produk olahan dari jagung seperti jagung goreng yang dilakukan oleh Aba Mochtar. Jangung goreng dengan rasa khas tersebut  dibeli banyak orang sebagai oleh-oleh untuk dibawa keluar daerah Sabu Raijua.

Bupati Nikodemus juga menekanakan  beberapa persoalan lain terkait air bersih, kesiapan petugas kesehatan dalam membasmi nyamuk demam berdarah dan lain sebagainya.

Terhadap semua usulan forum Musrenbang, Bupati Nikodemus Rihi Heke menyatakan sepakat dengan apa yang disampiakan oleh Pimpinan DPRD Kabupaten Sabu Raijua Karel Djami agar forum mengusulkan program sesuai dengan apa yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat.  (Alfons/42na).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *