Tingkatkan Pengelolaan Bandara Komodo, Wagub Nae Soi Puji Jokowi

Bandara Komodo, Labuan Bajo yang sebentar lagi menjadi Bandara Internasional. Foto : Istimewa

Pemerintah Pusat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan kepariwisataan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah nyata yang dilakukan pemerintah yakni meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana serta kualitas pelayanan Bandara Komodo di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.

Sebagai destinasi wisata prioritas nasional, bandara Komodo yang adalah pintu masuk utama ke Labuan Bajo telah disepakati dikelola bersama antara Kememhub RI dengan Perusahaan Canggi Singapura

Tepatnya, Jumat, (7/2) telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Komodo antara Menteri Perhubungan RI dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara dengan Canggi Singapura di Jakarta.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi. Foto : Istimewa

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi yang ikut menyaksikan prosesi penandatanganan KPBU tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas tekad besar presiden Joko Widodo membangun Nusa Tenggara Timur melalui pariwisata Labuan Bajo.

“Ini Luar Biasa. Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Menhub RI yang sudah mau membangun Bandara Internasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT,” ucap Wagub Nae Soi sebagaimana rilis yang disampaikan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru yang diterima Fortuna, Minggu (9/2).

Di tempat yang sama, Menhub RI, Budi Karya Sumadi mengaku, pada Juli 2020 yang akan datang,  Bandar Udara Komodo akan ditetapkan sebagai Bandara Internasional.

“Pada Juli 2020 nanti Bandara Komodo akan dijadikan bandara internasional,” tandas Menhub.

Sedangkan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI mengatakan kerjasama tersebut akan berlangsung selama 25 tahun.

Perusahaan Canggi Singapore akan menggelontorkan dana senilai Rp 1.3 triliun untuk peningkatan fasilitas dan kualitas pelayanan Bandara Komodo. Setelah 25 tahun perusahan tersebut akan menyerahkan kembali kepada pemerintah Indonesia,” kata Dirjen Perhubungan Udara.

Dijelaskan, pihak Canggi Singapura juga berjanji akan membangun Bandara Komodo dalam waktu satu atau dua tahun ke depan.

Karena itu, untuk mendukung dan memperlancar segara urusan yang terkait dengan proses menjadikan Bandara Komodo sebagai bandara internasional, Menhub Budi memminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk segera menyiapkan lahan.

Ikut hadir dalam prosesi penandatanganan KPBU tersebut Menteri Pariwisata RI dan beberapa pejabat terkait.

“Usai menyaksikan acara penandatanganan KPBU, Wagub Nae Soi melanjutkan perjalanan ke Denpasar Bali untuk mengikuti pertemuan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tulis Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si melalui pesan WhatsApp, Jumat malam sebagaiamana dikutip Valery Guru. (Sipers/Humas/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *