Jadikan Bandara Tardamu Sabu Sebagai Penghubung, Pelaku Wisata Minta Dimonim Air Serius

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, Bos Dimonim Air, Awak Pesawat dan beberapa penumpang pose bersama di Bandara Tardamu Sabu Raijua, (7/2). Foto : Alfons

Manajemen PT.Martha Buana Abadi kini mengoperasikan Pesawat Dimonim Air untuk melayani beberapa rute perintis dan komersil di propinsi Nusa Tenggara Timur dan propinsi Maluku.

Pesawat jenis Cessna Grand Caravan (C208B)  milik putra NTT, Capt. Vicoas T.B. Amalo itu menerbangi beberapa kota di propinsi NTT yakni Sabu Raijua, Waingapu- Ende-Ruteng,  Kupang dan Kisar di Kabupaten Maluku Barat Daya Propinsi Muluku.

Penerbangan perdana di NTT sudah diresmikan pada tanggal 7 Februari 2020 oleh Kadis Perhubungan Isyak Nuka mewakili Gubernur NTT di Concordia Room Bandara El Tari Kupang, Hadir pada kesempatan itu GM Angkasa Pura I Kupang, Barata Singgih Riwahono, Owner Dimonim Air, Captain Vicoas T.B. Amalo, Kadis Perhubungan Kota Kupang, para mitra Dimonim Air dan undangan lainnya.

Pesawat Dimonim Air jenis Cessna Grand Caravan (C208B). Foto : Alfons

Dari rute penerbangan yang terlihat, Pesawat Dimomim Air nampaknya menjadikan bandara Tardamu di Sabu Raijua sebagai Hub (Penghubung) yang melayani Rute komersil dari Sabu-Kupang,PP dan rute-rute perintis ke Waingapu, Sumba Timur, Ende dan Ruteng di Flores dan juga beberapa kota lainnya di Propinsi Maluku

Penerbangan Kupang ke Sabu ,PP menjadi rute perdana yang diterbangi Dimonim Air yang langsung diikuti Captain Vicoas T.B.Amalo, sejumlah wartawan dan penumpang serta awak kabin

Nah menjadikan Bandara Tardamu di Sabu sebagai penghubung tentu memberi manfaat tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat setempat yang kini lagi gencar-gencarnya membangun pariwisata. Apalagi penumpang termasuk wisatawan dari dan ke Kupang, Ende, Waingapu tekoneksi dengan Bandara Tardamu Sabu.

Ketua DPD ASITA NTT, Abednego Frans. Foto : Istimewa

Ketua DPD Asosiasi Tour and Travel (ASITA) Propinsi NTT, Abednego Frans mengatakan terobosan yang dilakukan Dimonim Air sangat strategis dalam konteks mempermudah akses wisatawan dari dan ke kota-kota yang dituju di NTT termasuk Sabu Raijua.

“Baguslah. Paling tidak lebih memudahkan pergerakan masyarakat dan wisatawan antar daerah. Kita harapkan dengan adanya rute tersebut bisa lebih membuka arus orang maupun barang terutama meningkatan arus kunjungan wisatawan,” ungkap Abed yang adalah  Bos Flobamora Travel ini.

Melihat potensi wisata yang indah dan eksotis dari Sabu Raijua, Abed yakin kedepan Sabu Raijua juga juga membutuhkan pesawat yang lebih besar lagi.

Hadirnya Dimonim Air baginya membuka peluang bagi ASITA selaku Operator Perjalanan Wisata untuk bisa membuat paket- paket perjalanan wisata yang menghubungkan Kupang- Sabu- Waingapu- Ende- Labuan Bajo dan Bali.

Sementara Ketua Himpuan Pramuwisata Indonesia (HPI) Propinsi NTT, Agus Bataona menilai pembukaan rute komersil dan perintis Dimonim Air yang menyasar pulau Sabu Raijua dan beberapa kota lain di Sumba, Flores dan Maluku adalah bagian dari skema baru mendukung pergerakan wisatawan ke kabupaten Sabu Raijua yang kini lagi gencar membangun pariwisata.

“Ini sangat menguntungkan dari sisi pariwisata dan ekonomi karena Sabu Raijua kini menjadi trigger (pemicu). Wisatawan bisa datang dan menikmati pesona wisata Sabu Raijua dari Ende-Flores dan Waingapu – Sumba dengan memanfaatkan jasa penerbangan perintis (bersubsidi)  yang dilayani oleh Dimonim Air. Kita siap pasarkan,” papar Ketua HPI NTT Agustinus Bataona kepada Fortuna dalam layanan Whatssap, Sabtu (8/2).

Baginya penerbangan adalah hal yang sangat dibutuhkan dalam aksesibilitas menuju suatu destinasi wisata. Ketika akses penerbangan terbuka dan lancar maka lintas sektor akan berkembang baik.

Kepada Pemerintah daerah dia berharap lebih jeli melihat gebrakan para investor penerbangan sebagai sebuah terobosan untuk mendukung program pemerintah di bidang pariwisata yang lagi bergeliat.

Dia juga meminta manajemen Dimonim Air agar serius melayani Sabu Raijua dan kota-kota lainnya sehingga dapat memberi kepastian bagi wisatawan dan juga tour operator untuk menjual paket-paket wisata ke destinasi wisata di daerah itu.

 

Capt. Vicoas T.B. Amalo bersalaman dengan Bupati Nikodemus Rihi Heke, sesaat setelah Dimonim Air landing di Apron Bandara Tardamu. Foto : Alfons

Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke menyampaikan terimakasih atas dukungan dari Capt. Vicoas Amalo dan Manajemen PT. Martha Buana Abadi yang telah memilih Bandara Tardamu Sabu Raijua sebagai salah satu bandara tujuan yang didarati pesawat Komersial Dimonim Air

Terimakasih Pak Vico Amalo dan keluarga juga segenap manajemen  PT. Martha Buana Abadi  yang telah bersedia datang ke Sabu dan turut membangun kabupaten Sabu Raijua dengan dukungan moda transportasi Dimonim Air, “ujarnya saat menyambut kehadiran pesawat itu di Bandara Terdamu, Jumat, (7/2)

Menurutnya, kehadiran Dimonim Air dan Susi Air  sangat berdampak pada perputaran  ekonomi. Ekonomi akan terus berkembang kalau askes laut dan udara lancar bahkan ditingkat frekuensi penerbangan baik Dimonim Air dan Susi Air mauopun armada pelayaran laut  dari dan ke Sabu raijua

Sementara, Bos Dimonim Air, Vicoas T.B.Amalo mengatakan kehadiran Dimonim Air ke Sabu Raijua karena ada niat tulus dari manajemen untuk turut membangun kabupaten Sabu Raijua.

Vico bersyukur kepada Tuhan dan menyampaikan terimakasih atas dukungan pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan seluruh masyarakat  yang telah menerima kehadiran Meskapai penerbangan tersebut. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *