Pesparani, Golden Period Peningkatan PAD Sektor Wisata Kota Kupang

Suasana Audiensi Ketua LP3K Propinsi NTT Frans Salem, Panitia Pesparani Propinsi NTT dan Pesparani Nasional 2020 dengan Wakil Walikota Kupang, Herman Man di Ruang kerjanya, Jumat, (7/2). Foto : Fortuna

Wakil Walikota Kupang, dr.Herman Man mengatakan terpilihnya Kota Kupang menjadi tuan rumah Pegelaran Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) tingkat propinsi NTT dan Tingkat Nasional tahun 2020 menjadi momentum emas (golden periode) untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata bagi kota Kupang .

“Bayangkan  kalau peserta Pesparani tingkat propinsi pada bulan Mei 2020 prakiraan sebanyak 3000 orang  dan Pesparani Nasional pada bulan Oktober 12.000 orang maka berapa duit yang masuk ke Kota Kupang dari sisi pajak sektor usaha jasa pariwisata. Inilah yang saya bilang event Pesparani ini adalah Golden Period,” papar Herman ketika beraudiensi dengan Ketua LP3K NTT Frans Salem, Ketua Umum Panitia Pesparani tingkat Propinsi Petrus Manuk dan panitia lainnya di ruang kerjanya, Jumat, (7/2)

Ia mengatakan Target PAD Kota Kupang tahun ini 200 miliar. Target ini hanya bisa dicapai manakala Kota Kupang bisa menjadi tuan rumah banyak event besar.

Pesparnani kata dia membawa tamu dalam jumlah puluhan ribu orang dalam 2 waktu yang berbeda di tahun ini. Kalau mereka menginap 3 malam saja di Kota Kupang berapa duit yang tertinggal di Kupang. Kita senang dan ini masa emas yang sangat strategis untuk menggenjot PAD Kota Kupang,’ katanya

Event akbar ini akan memacu geliat ekonomi kota bergerak cepat. Usaha jasa pariwista seperti hotel, penginapan, restoran, rumah makan, usaha kuliner, souvernier dan elemen terkait lainnya akan jadi mata rantai  yang ikut tumbuh dan berkembang untuk melayani setiap tamu yang datang menginap dan hidup di Kota Kupang selama sekian hari.

Didamping Pejabat Sekda, Kepala Dinas Pariwisata dan beberapa pejabat lainnya, Herman Man mengatakan suksesnya Pesparani NTT menjadi Gladi Resik Pesparani Nasional sehingga harus dipersiapkan matang terutama penginapan peserta dan lain-lain.

Saat ini Kota Kupang memiliki 67 hotel berbintang dan hotel melati, 45 homestay dan banyak penginapan yang layak huni semisal asrama, biara-biara dan kos- kos. Jumlah sekitar 8000 tempat tidur (bed).

Jumlah ini dipastikan bisa memenuhi kebutuhan sebagian besar peserta Pesparani Nasional dan pendamping yang hadir di Kota Kupang mulai tanggal 26 Oktober –  2Nopember 2020 yang diperkiran mencapai 12.000 orang.

“Ya kami akan berkoordinasi dengan warga masyarakat dan pengusaha usaha jasa pariwisata di kota ini untuk memenuhi kebutuhan 12.000 tempat tidur ini.  Akan kita siapkan. Kita benar-benar sangat berterimakasih karena Kota Kupang terpilih menjadi tuan rumah dan kita siap sukseskan dengan seluruh sumber daya yang ada,” urainya bersemangat

Pose bersama usai Audiensi. Foto : Fortuna

Sementara Ketua LP3K NTT, Frans Salem dan Ketua Pesparani Propinsi NTT, Sinun Petrus Manuk  dalam pemaparannya mengatakan bahwa dalam Surat Keputusan  LP3KN, Pesparani Nasional II Tahun 2020 tertulis diselenggarakan di Kota Kupang, Propinsi Nusa Tenggata Timur. Itu artinya bukan propinsi NTT saja tuan rumah tetapi lokusnya Kota Kupang.

Untuk itulah pihaknya harus berkoordinasi dengan Walikota dan Wakil Walikota Kupang untuk memastikan persiapan Pesparani Tingkat Propinsi tanggal 14-17 Mei 2020 dan  Pesparani Nasional tanggal 28 Oktober- 1 Nopember 2020 berlangsung  hikmad, meriah, sukses dan tentunya jadi embrio peningkatan persatuan dan persaudaraan nusantara

Frans Salem yang adalah Mantan Sekda Propinis NTT itu berharap dukungan penuh dari pemkot Kupang terutama dalam konteks kesiapan penataan kota, akses jalan menuju venue-venu lomba, lampu jalan di lokasi kegiatan, kesiapan destinasi wisata yang bakal dikunjungi peserta, UMKM dan kuliner lokal, souvernier selain masalah keamanan dan semarak kota jelang Pesparani.

Dia juga mengatakan bahwa menyambut Pesparani NTT dan Nasional di Kota Kupang maka Panitia berencana menggelar Lomba “Kelurahan Pesparani” tingkat kota Kupang.

Lomba Kelurahan Pesparani adalah bagian dari strategi pelibatan warga kota dalam memeriahkan pelaksanaan Pesparani terutama kelurahan-kelurahan yang menjadi pintu masuk peserta baik dari laut, darat maupun udara.

Target lain yakni di kelurahan-kelurahan yang menjadi lokasi pegelaran dan venue Pesparani yakni di GOR, Gereja Paulus, Aula Eltari, Gereja Asumptha juga pintu masuk bandara, pelabuhan Tenau, Bolok dan dari Lasiana arah timur kota Kupang untuk  menyambut peserta dari daratan Timor,” ujar Salem

Adapun Panitia Pesparani yang hadir mendampingi pertemuan tersebut yakni Romo Dus Bone, Panitia yang juga Anggota DPRD Kota Kupang Ewalde Taek dan Yuvensius Tukung serta Fidelis Nogor dari Bidang Promosi dan Publikasi.

Sementara Wakil Walikota Herman Man didampingi Sekda Kota Kupang, Kadis Pariwisata Kota Kupang, Asisten I Setda Kota Kupang, Kadis PU Kota Kupang, Kabag Kesra dan beberapa pejabat lainnya. (Wilfrid/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *