Gerakan Kupang Hijau, Walikota Ajak Semua Warga Menanam

SEPE – Pohon Unik dengan pucuk merah merona ini jadi sebuah icon wisata baru di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Foto : Fortuna

Pemerintah Kota Kupang dibawah kepemimpinan Walikota Jefri Riwu Kore dan Wakil Walikota Herman Man meluncurkan program Gerakan Kupang Hijau (KGH) sebagai sebuah gerakan bersama untuk menjadikan Kupang sebagai kota yang sejuk asri dan nyaman bagi siapapun.

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore nampak antusias mengajak para pemangku kepentingan, seluruh warga Kota, ASN,  sekolah-sekolah, kampus, LSM serta komunitas masyarakat untuk menjadikan Februari dan Maret sebagai “Bulan Hijau”

Ajakan Walikota ini tentu baik dan strategis dalam rangka mendorong program penghijauan dan menjadikan kota yang identik dengan Kota Karang ditumbuhi pepohonan dan memiliki paru-paru kota yang memadai.

Kepada semua komunitas dan stakeholders, Walikota mengajak untuk menanam pohon sebanyak mungkin termasuk “menanam air” dengan membuat banyak sumur resapan sehingga dalam beberapa waktu kedepan kita ini tidak kering dan generasi mendatang bisa menikmati Kupang sebagai kota yang hijau dan sejuk.

Walikota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore. Foto : Istimewa

“Kita ingin pastikan ini jadi program bersama yang melibatkan pihak sekolah, kampus, gereja menghijaukan Kupang. Pemerintah dan ASN Kota Kupang akan menjadi  pioner dalam program ini,”ungkap Jefri bersemangat sebagaimana dalam tayangan video berdurasi  7 menit yang beredar luas di medsos (Youtube).

Kenapa anak sekolah harus menanam? Selain memotivasi mereka mencintai lingkungan, anak sekolah harus diajak turut berkontribusi langsung menyalamatkan masa depan mereka. Bayangkan satu anak menanam satu pohon saja bisa maka sudah ada puluhan ribu pohon dan kota ini akan hijau. Keterlibatan sekolah dan kampus katanya sangat penting dan strategis untuk mendukung program ini

Selain itu dia juga mengajak kerjasama warga kampus terutama kampus-kampus yang memiliki program KKN agar dijadikan KKN Kupang Hijau. Tujuanya agar program kampus tersebut berjalan bersama, dikelola, dikerjakan termasuk diawasi dengan baik mahasiswa KKN

Tawarkan CSR dan Dukungan Tokoh lintas Agama

Untuk mendukung program GKH maka Pemerintah Kota juga mengajak kerjasama dan dukungan dari para pengusaha yang selama ini berusaha di Kota Kupang.

“Kita tawarakn juga paket CSR kepada pengusaha-pengusaha di Kota Kupang supaya terlibat menghijaukan kota. Paketnya senilai Rp 15.000.000 untuk diberikan kepada komunitas atau masyarakat  misalnya ada paket pohon sepe, trambesi, beringin sekian pohon untuk ditanam dan dirawat sampai hidup. Soal lokasi tanamnya bisa dilahan sendiri atau bisa lahan pemerintah dan atau kawasan tertentu yang telah direncanakan,” ajaknya

Pemerintah juga menawarkan kerjasama dengan tokoh-tokoh lintas agama dengan konsep kerjasama bantuan. Misalnya 1 gereja atau mesjid mengajak umatnya menanam sekian pohon dan dirawat hingga jadi. Pihak gereja atau mesjid bisa melaporkan ke Pemkot Kupang maka Pemkot akan memperhitungkan bantuan ke gereja atau mesjid tersebut.

“Untuk gereja atau mesjid, kita tidak beli pohonnya tetapi dari data itu menjadi indikator untuk memberikan bantuan kepada gereja, mesjid atau organisasi tersebut,”kata dia

Program bantuan kepada pihak gereja, mesjid dan tokoh-tokoh agama melalui aksi tanam tersebut kata Jefri  menjadi sebuah inovasi di Pemerintahan Kota Kupang untuk menjadikan kota Kupang hijau dan berhasil dengan baik.

Taman Tugu Burung Uis Neno Nokan Kit yang indah dimalam hari. Foto : Fortuna

Ada Tanam Air

Ia juga meminta para Lurah,Camat dan para tokoh maysarakat untuk terlibat membeirkan contoh untuk program pembuatan lubang resapan untuk “tanam air”. Ada dana dari kelurahan juga dari bantuan pemerintah untuk pembuatan sarana itu yang harus dibuat masyarakat

Bisa dibayangkan minimal 200.000 warga membuat sumur resapan dengan ukuran 1 kubik air saja dimasing-masing rumah maka kurang lebih kota Kupang memiliki 200kubik air yang berhasil ditahan dalam tanah dan tidak langsung mengalir sia-sia ke laut. Ini investasi yang luar biasa untuk anak cucu kita di kemudian hari,”ungkapnya sebagaimana dikutip dalam video itu.

Dia juga mengajak LSM Care Internasional, CIS Timor dan Unkris untuk terlibat dalam program ini. Diyakini bilamana semua berjalan baik maka beberapa tahun kedepan kota Kupang akan terasa nyaman teduh karena banyak pohon yang tumbuh dan jadi paru-paru bagi warga kota. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *