Komisi III DPRD Ende “Gantung” Rencana Penyertaan Modal 25 Miliar ke Bank NTT

Kantor Pusat Bank NTT di Kupang. Foto : Fortuna

Komisi III DPRD Kabupaten Ende meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana penyertaan modal sebesar Rp 25 miliar ke Bank NTT. Pemerintah diminta lebih memfokuskan anggaran daerah yang terbatas itu untuk membangun infrastruktur dasar yang lebih dibutuhkan mayoritas rakyat.

Keputusan DPRD Ende yang kesannya menggantung rencana penyertaaan modal dari pemerintah itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Ende Vinsensius Sangu kepada wartawan di Ende, Jumad, (22/11)

Ketua Komisi III DPRD Ende, Vinsensius Sangu. Foto : Istimewa

“Bahwa kondisi riil rakyat kabupaten ende hari ini membutuhkan Jalan, air, listrik, biaya kesehatan yang murah dan terjangkau, pendidikan yang murah dan terjangkau serta perbaikan lingkungan yang sudah rusak maka saya meminta pemerintah daerah utk mempertimbangkan kembali melakukan investasi uang rakyat yang sangat fantastis ini kepada bank NTT, ‘ ujar Vinsen.

Vokalis DPRD Ende ini selanjutnya memy

ampaikan beberapa alasan penolakan penyertaan modal tersebut. Pertama soal akses masyarakat terhadap bank NTT yang sangat terbatas karena suku bunga yang tinggi. Kondisi ini membuat bank NTT makin jauh dengan rakyat dalam aspek pelayanan, aspek kemudahan dalam sektor ekonomi misalnya untuk mendapatkan kemudahan pinjaman langsung untuk rakyat biasa.

Dia juga menilai Suku Bunga pnjaman bank NTT saat ini masih sangat tinggi dan masih terbatas pada masyarakat kelas menengah keatas yang bisa mengaskesnya.

Vinsen mengatakan yang perlu mendapatkan perhatian saat ini adalah perbaikan akses kemudahan bagi rakyat untuk bank NTT dan perlu mempertimbangkan bung pinjaman bagi kategori rakyat kelas menengah kebawah.

“Bahwa saat ini rakyat Ende butuh dokter spesialis hadir di RSUD Ende, rakyat butuh pelayanan kesehatan yg menjangkau, rakyat butuh pembayaran honorer GTT,  butuh pembangunan jalan, air listrik atau pelayanan yang langsung untuk rakyat. Jadi kita minta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali, “ ungkap Politisi muda dari Fraksi PDI Perjuangan ini. (Marsel/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *