Gelar Lomba Antar SMP Se-Kabupaten Ende, SMAK St.Petrus Ende Motori Literasi Bahasa

Acara Pembukaan Lomba Bulan Bahasa Antar SMP se-Kabupaten Ende, Sabtu,(26/10). Foto : Fortuna

Bulan Bahasa Nasional kali ini diselenggarakan istimewa oleh SMAK St. Petrus di Kabupaten Ende,  Flores, Nusa Tenggara Timur. Lembaga tersebut memaknai Bulan Bahasa sebagai momentum stretegis untuk meningkatkan ketrampilan dan kompetensi siswa dalam aspek kebahasaan dengan menggelar aneka perlombaan.

SMAK St. Petrus Ende bahkan berani menjadi motor penggerak Literasi Bahasa dengan mensponsori Lomba Antar SMP se- kabupaten Ende dari tanggal 25- 28 Oktober 2019. Kegiatan yang diikuti 31 perwakilan SMP di kabupaten Ende itu mengusung tema “Bahasa Indonesia Perekat Keberagaman”

Kepala Sekolah SMAK St. Petrus Ende, Wilfridus A. Lolonrian, S. Ag. M. Th, di ruang kerjanya kepada Fortuna menjelaskan bahwa kegiatan Bulan Bahasa merupakan program tahunan di sekolah tersebut yang digelar setiap bulan Oktober.

Kepala Sekolah SMAK St,Petrus Ende, Wilfridus A. Lolonrian, S. Ag. M. Th. Foto : Fortuna

Adapun kegiatan tersebut katanya adalah bagian dari rangkaian acara memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Dengan demikian kegiatan tersebut dipandang memberi makna lebih secara historis, antusiasme selain secara akademis  bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan kompetensi siswa dalam kebahasaan.

Wilfridus mengatakan sebelumnya kegiatan tersebut sifatnya internal. Namun sejak tahun 2018 pihaknya mengundang dan membuka ruang kerjasama dengan SMP-SMP yang ada di kabupaten Ende. Atas kesehatian tersebut maka mulai tahun ini sudah diputuskan menjadi program tetap tahunan.

“Menjadi Sponsor, setiap tahun SMAK St,Petrus Ende akan menggelar lomba antar SMP se-kabupaten Ende dan lomba internal siswa SMAK St. Petrus Ende. Kami mengarahkan mereka untuk mengasah ketrampilan di bidang pengetahuan, seni berbahasa dan menciptakan  puisi,” ungkapnya

Soal perlombaan puisi kata dia, siswa dilatih untuk dilihat secara jeli tentang fenomena situasi sosial, pesan apa dari fenomena itu dan secara spiritual siswa bisa meresapinya dan menyalurkan atau mengekspresikan lewat puisi.

Adapun untuk memperlancar kegiatan ini pihak sekolah membentuk Panitia Pelaksana untuk menyelenggarakan seluruh rangkaian kegiatan sehingga terpantau dari awal hingga akhir hari ini kegiatan berjalan lancar dan sukses.

Yohanes Borgias Riga, S.S selaku Ketua Panitia menambahkan panitia mengadakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari Lomba Cipta Puisi Antar SMP dan Lomba Cipta Puisi dan Cerdas Cermat serta kegiatan lain seperti membuat Prakarya dalam internal sekolah SMAK St. Petrus Ende. Prakarya merupakan bagian dari extakurikuler sekolah.

Prakarya Siswa/i Yang dipamerkan pada Saat Perlombaan berlangsung. Foto : Fortuna

Tujuan yang diharapkan dari kegiatan tersebut adalah untuk menjaring siswa berprestasi juga berkaitan dengan lomba selanjutnya yang ada di tingkat kabupaten, propinsi dan nasional. Bahkan Lomba ini menjadi ajang seleksi ke jenjang berikutnya,” jelas Yos sapaanya.

Literasi di Tingkat Sekolah

Adalah benar bahwa tujuan pagelaran sebuah perlombaan adalah untuk memacu siswa kreatif dan berprestasi. Harapan ini tentu disadari sungguh oleh Kepala Sekolah SMAK St. Petrus Ende Wilfridus A. Lolonrian, S. Ag. M. Th. Dia berharap kegiatan efektif untuk memacu siswa untuk giat membaca serta memahami dan mengekspresikan dalam bentuk tulisan. Siswa diajak untuk mendalami dan diungkapkan lewat tulisan Cipta Puisi dan Cerdas Cermat.

Nah sejatinya dengan kegiatan serupa maka pihak sekolah telah mencoba menjawabi program pemerintah yang kini gencar mengenjot program Literasi. Lomba Festival Literasi Nasional, Festival Seni sebenarnya memberi ruang bagi siswa terutama dalam proses mengalami dan menumbuhkembangkan,” ujarnya.

Prakarya Siswa/i SMAK St.Petrus Ende. Foto : Fortuna

Sementara Wakil Kepala Sekolah yang membidangi Humas, Marselinus Sina, S.Pd mengatakan ada apresiasi terhadap kegiatan tersebut bagi siswa berprestasi berupa hadiah, piagam penghargaan dan uang tunai. Pihak sekolah juga akan mempublikasikan hasil  karya siswa di majalah dinding juga seleksi hasil karya yang akan dimuat di buletin dan buku uang menjadi konsumsi pembaca di internal sekolah maupun luar sekolah,”ujarnya.

Ia menerangkan secara khusus pihak sekolah juga telah membuatnya dalam kegiatan extra akademik dan ekstra pilihan. Guru-guru pendamping dipersiapkan sesuai dbidangnya.

Untuk anggaran kata dia, pemerintah sudah mendukung dengan alokasi dana BOS yang digunakan sesuai juknis yang ada. Dari Yayasan sendiri mendukung penuh baik anggaran serta sarana prasarana kegiatan.

Bahkan katanya hasil lomba tersebut akan diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi baik di tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional. (Marsel Trivena/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *