Dukung Pengembangan Pariwisata, Kopdit OBOR MAS Bangun Hotel di Nagekeo dan Manggarai Timur

ATM Obor Mas, salah satu layanan Plus Kopdit Obor Mas bagi anggota dalam bertransaksi. Foto : Fortuna

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Obor Mas sebagai salah satu koperasi kredit kenamaan Indonesia kian gencar menghadirkan program- program unggulan dalam konteks pemberdayaan ekonomi anggota di sektor riil.

Terobosan baru yang kini dibidik Manajamen Kopdit Obor Mas untuk keluar dari program klasik “simpan pinjam” adalah dengan membuka usaha jasa perhotelan di 2 kabupaten di Flores yakni Nagekeo dan Manggarai Timur

Rencana pembangunan hotel di 2 kota ini adalah bagian dari dukungan Obor Mas terhadap pembangunan industri kepariwisataan yang saat ini gencar dilakukan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Presiden Joko Widodo.

General Manager (GM) KSP Kopdit Obor Mas Maumere, Leoonard Frediyanto kepada Fortuna usai pertemuan Para Mitra Masyarakat Ekonomi Nusa Tenggara Timur di Kantor Gubernur NTT di Kupang belum lama ini mengatakan semua terobosan yang dilakukan hanya untuk menjadikan koperasi sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi terpadu sekaligus referensi pembiayaan yang efektif bagi anggota dan masyarakat luas.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan GM Obor Mas Leonard Frediyanto dalam sebuah pertemuan di ruang kerja Gubernur belum lama ini. Foto : Istimewa

Adapun 9 segmen selain usaha jasa pariwisata yang kini dibidik Manajemen Kopdit Obor Mas jelas Frediyanto yakni Usaha Developer, Usaha Pabrik Olahan Buah Kelapa Secara Terpadu, Distributor, Usaha Stasiun Bahan Bakar Minyak (SPBU), Kuliner, Apotik, Pabrik Air Mineral dan Swalayan.

Untuk usaha jasa perhotelan katanya, manajemen Kopdit Obor Mas membidik 2 kota berkembang di Flores yakni kota Borong di Manggarai Timur dan Mbay Kabupaten Nagekeo yang saat ini dari analisa pasar masih terbuka untuk dibangun. Kota- kota lain akan terus dikaji untuk usaha yang sama.

Guna mendukung usah-usaha tersebut maka saat ini Manajemen Obor Mas telah mendirikan lagi 1 unit perusahan berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas). Perusahaan yang izinya siap terbit dalam waktu dekat ini diharapkan jadi anak perusahaan yang bisa mengayomi beberapa unit usaha yang kini sedang digagas dan akan dikerjakan manajemen mulai Januari 2020.

“Kita lagi proses perusahaanya berbentuk PT (Perseroan Terbatas) yang diharapkan Oktober ini sudah kelar sehingga Januari 2020 sudah eksen. Untuk segmen pengembang (developer) langkah pertama adalah membangun perumahan bagi anggota yang membutuhkan. Jangka panjang arahnya ke proyek-proyek pemerintah tetapi untuk sementara kita bangun dulu perumahan anggota yang sekarang sudah diputuskan oleh anggota untuk dibangun sebanyak 400 unit di tanah seluas 6 hektar di daerah Tana Duen, Maumere, Kabupaten Sikka,” ungkap Frediyanto.

Sementara Pabrik Olahan Buah Kelapa Secara Terpadu akan jadi sebuah pilot project baru melihat pasar dan ketersedaiaan bahan baku kelapa yang jadi komoditi unggulan petani Flores. Kelapa akan diolah secara terpadu dan menyeluruh mulai dengan memanfaatkan kulitnya, tempurungnya, daging kelapa hingga airnya. Prinsipnya ada kearifan lokal, ekonomis dengan sentuhan teknologi tinggi sehingga bernilai lebih dan berdayaguna.

Obor Mas juga siap meningkatkan link bisnis di segmen distribusi barang dan jasa (distributor) yang tidak hanya melayani anggota tetapi juga masyarakat luas.

Hal yang sama dengan unit bisnis SPBU. Saat ini telah dilakukan kajian bersama instansi teknis untuk membangun SPBU di beberapa kota yang masih prospektif.

Terkait pengembangan usaha Aqua Mineral (air kemasan) pihaknya terus melihat beberapa sumber mata air baku yang ada di Flores terutama di Maumere.

Sementara untuk usaha Swalayan dan Apotik, Obor Mas siap menyasar beberapa kota berkembang di Flores- Lembata untuk segera didirikan pusat perbelanjaan moderen dan toko jasa obat- obatan itu.

Kita ingin agar dimana ada kantor cabang Obor Mas sedapat mungkin ada 1 unit swalayan dan 1 unit Apotik,” ujarnya

Menteri Koperasi A.A.Gde Puspayoga (berbaju motif) dan Bupati Sikka ketika mengunjungi Kopdit Obor Mas dan Meresmikan Obor Mas sebagai 1 dari hanya 2 Koperasi Penyalur KUR di Indonesia. Foto : Fortuna

Kerjasama dengan Universitas Gadja Mada

Frediyanto mengatakan semua rencana usaha yang lagi digagas Manajemen dan Pengurus Kopdit Obor Mas tersebut bekerjasama Fakultas Ekonomi Univeristas Gadjah Mada (UGM). Tujaunya agar dikaji dan disurvey kelayakan usahanya sehingga tidak tepat sasaran.

“Kita sudah MoU dengan UGM. Minggu lalu sudah kerjasama dengan UGM bagian Ekonomi. Mereka akan turun membuat survey kelayakan usaha untuk usaha-usaha yang mau kita kembangkan,” ujarnya.

Dia berharap di Manggarai Timur dan Nagekeo ada ruang yang bisa dikembangkan selain perhotelan yakni SPBU, Kuliner dan Swalayan. Tapi kita kembali pada hasil survey yang akan dilakukan UGM, karena permintaan anggota harus di survey dulu.

“Kalaupun disetujui maka inilah sektor-sektor yang dikembangkan oleh Obor Mas untuk bisa membangun perekonomian di Nusa Tenggara Timur, ujar sosok energik dan low profile ini. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *