Festival Seni Budaya Lamaholot 2019 Bebas Sampah Plastik

Bupati Anton Hadjon bersama para pejabat terlibat dalam Tarian Masal Sason dari Ile Mandiri Baipito, Flores Timur disela-sela pembukaan Festival Lamaholot, Rabu (11/9). Foto : Adiz Fortuna

Sesuai Janji Bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Anton Gege Hadjon pada 2018 lalu, Tahun ini kembali digelar Festival bertajuk Seni Budaya Lamaholot yang dirangkai dalam 2 festival yaitu Nubun Tawa 2, di desa Bantala kecamatan Lewolema dan Nusa Tadon Adonara, di desa Kiwangona Adonara.

Festival Seni Budaya Lamaholot 2019 merupakan event perdana dimana Pemerintah Daerah Flores Timur menggandeng Tim Indonesiana yang diinisiasi oleh Kementrian pendidikan dan kebudayaan RI

Adapun Indonesiana adalah platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan membantu tata kelola kegiatan seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring dan berkembang.

Tahun ini festival seni budaya Lamaholot masuk dalam 20 festival yang didukung dan didampingi Indonesiana.

Tarian Tradisional khas Lewolema. Foto : Adiz- Fortuna

Festival Nubun Tawa sendiri sejak tahun lalu menghadirkan ragam atraksi budaya untuk menggali dan menegaskan kembali ikatan kekerabatan dan kesatuan kampung-kampung adat dan tradisi di kesatuan wilayah Lamaholot.

Untuk itu dalam sambutannya, Anton Hadjon kembali mengajak masyarakat untuk menanamkan rasa optimis dan bangga akan apa yang dimiliki serta mau bergotong-royong mendukung kesuksesan pelaksanaan festival dimaskud.

Usai membuka Festival Seni Budaya Lamaholot, Rabu (11/9),  Anton Hadjon menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) terkait pengurangan sampah di Flotim.

Pembukaan Festival Lamaholot oleh Bupati Anton Hadjon, Rabu,(11/9). Foto : Adiz- Fortuna

Menurut Anton, pariwisata tidak akan jalan tanpa kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan. Baginya, jenis sampah plastik adalah masalah utama bagi kebersihan lingkungan, oleh sebab itu, dengan tegas bupati Muda ini menyatakan tidak akan ada ijin untuk produksi air minum kemasan di Flores Timur.

“Festival kali ini juga harus bebas dari sampah plastik, air minum kemasan tidak diperbolehkan berada dalam area festival, kios-kios sekitar dilarang menjualnya kepada pengunjung yang datang. Sebagai gantinya, panitia telah menyediakann galon-galon air minum yang tersebar di area festival untuk kebutuhan air minum.

Kopi Leworok unggulan Flores Timur tampil dalam Stand Pameran Festival Nubun Tawa 2019, Selasa, (11/9) Foto : Adiz Fortuna

Strategi ini terbukti efektif, menurut pantauan Fortuna, hingga usai rangkaian acara pembukaan festival, area sekitar festival tetap terlihat bersih, hampir bebas dari sampah plastik. Tinggal bagaimana membangun kesadaran masyarakat akan budaya membuang sampah pada tempat sampah yang telah disediakan. (Adiz/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *