Hadiri Festival Kelabba Madja, Ketua Pengusaha Indonesia Ini Minta Sabu Raijua Kembangkan Homestay

Ketua Apindo NTT, Fredy Ongkosaputra (kiri) dalam sebuah diskusi santai dengan pengusaha kuliner di Kupang, belum lama ini. Foto : Fortuna

Pesona Wisata di kabupaten Sabi Raijua, Nusa Tenggara Timur mengundang decak kagum bagi siapapaun yang beranjangsana. Menjadi pulau kecil yang terletak di bagian paling selatan Indonesai dan pasifik, Sabu Raijua menawarkan ponorama yang mungkin belum pernah anda jumpai sebelumnya

Beberapa pelaku wisata menilai Pulau Sabu dan Raijua dengan segala pesonanya yang masih alamiah menjadi kekuatan baru dan trend bagi para petualang zaman now. Alamnya yang indah, budayanya yang beragam dan baharinya yang begitu menggoda seakan mengundang para penjelajah untuk segera menaklukannya.

Benar Sabu Raijua sering dijuluki sebagai “Pulaunya Para Dewa” karena kekuatan budaya dan tradisi masa lalu warisan nenek moyang masih dipegang teguh. Sebut saja aliran kepercayaan Animisme/ Jingitiu masih menjadi keyakinan sebagaian besar warga Sabu Raijua.

Soal alam, Sabu Raijua termasuk sebuah pulau dengan karakter kering tandus dan berbatu-batu, namun disanalah pesona alaminya terpancar. Ada bukit tanah liat yang sangat keras dengan stalagtit berwarna merah maron, kuning pada kontur yang unik memberi kesan sangat indah. Lokasi yang dikenal warga lokal dengan sebuatan Kellaba Madja itu belum lama ini memenangi kompetisi sebagai Surga Tersembunyi Terpopuler versi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 yang didukung penuh dari Kementerian Pariwisata RI. Kelababa Madja sangat indah dan sering disebut mirip The Grand Canyon yang kesohor itu

Melihat pesonanya yang begitu mumpuni maka pola pembangunan pariwisata di Sabu Raijua harus menggunakan pendekatan khusus. Pariwisata Sabu Raijua tidak bisa dibangun mengadalkan copy paste daerah manapun. Sabu Raijua itu unik dan harus dibangun dengan pendekatan budaya dan kondisi alam setempat,” papar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Fredy Ongkosaputra kepada Fortuna belum lama ini di Kupang

Dalam forum diskusi hangat tentang pariwisata NTT itu, pria yang akan tampil dalam Sarasehan Menata Pariwisata dan Ekonomi  Sabu Raijua dalam Festival Kelabba Madja itu mengingatkan semua pihak untuk membangun Sabu Raijua sesuai keunggulan karakterstik dan komparatifnya.

“Sabu ya Sabu. Jangan membangun pariwisata Sabu Raijua dengan mengadopsi konsep Bali Mandalika, Labuan Bajo dan lain sebagainya. Sabu itu berkarakter dan harus dibangun sesuai dengan kearifan lokal. Bangunlah penginapan-penginapan atau homestay yang seadanya, gunakan produk lokal tetapi isinya harus “berbintang”,” ungkap Fredy juga menjabat Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Propinsi NTT itu

Fredy Ongkosaputra

Baginya, sebagai The Virgin Island (pulau yang masih perawan) dan mulai bergeliat pariwisatanya, Pariwisata Kabupaten Sabu Raijua harus mengutamakan pemberdayaan masyarakat. Masyarakat yang hidup ditepian destinasi wisata harus mendapat manfaat. Mereka harus dikasihtau bagaimana menjadi bagian dari proses pembangunan pariwisata itu sendiri.

Mengapa harus kedepankan konsep homestay karena destinasi wisata Sabu Raijua “menjual” kekuatan budaya, corak hidup masyarakat dan tradisi lokal. Budaya itu menyatu dan ada dikampung. Wisawatan petualang sangat direkomedasikan untuk menikmati budaya masyarakat, alam yang natural, serta pantai yang masih perawan dan bersih tanpa sampah.

Mereka harus menjelajahi pesona desa dan tentunya nginapnya dikampung-kampung. Ini kesannya pasti menarik bagi wisatawan dan itulah pula alasan mengapa harus ada homestay-homestay di kampung-kampung tetapi didalamnya didesain moderen untuk memberikan kenyamaan bagi tamu yang menginap

Hal lain juga kata dia adalah sikronisasi soal daya dukung aksesibilitas, amenitas dan lain sebagainya yang menjadi kebutuhan dasar wisatawan.

Kepada Bupati Sabu Raijua dan Kadis Pariwisata Sabu Raijua, Fredy meminta untuk menyiapakan forum diskusi untuk membahasa bahas langkah-langkah praktis apa yang harus dilakukan pasca kegiatan Festival sehingga kegiatan itu memberi dampak langsung untuk warga lokal

Saya hargai Undangan Pemkab Sabu Raijua dan siap hadir tanggal 9 nanti tapi tolong waktu yang kita investasikan untuk hadir dalam forum ini harus bermanfaat untuk masyarakat Sabu Raijua terutama para calon pengusaha lokal yang ingin memajukan daerah ini melalui pariwisata,” ujarnya saat berkomunikasi dengan Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke melalui sambungan telepn seluler saat itu.

Kepada Fredy saat itu Bupati Nikodemus R. Heke dan Kadis Pariwisata Sabu Raijua Wellem Rohi menyanggupi untuk menyiapan forum diskusi untuk duduk bersama kepala desa, pelaku usaha dan para pelaku wisata untuk mulai menata pariwisata didaerah tersebut.

Fredy tegas meminta pemerintah untuk duduk bersama dan memastikan konsep ini segera terwujud dan investasi pelaku wisata bisa mulai bergerak usai pagelaran event akbar Festival Kelabba Madja tahun ini. “Kalau tidak memberi dampak langsung untuk investasi bagi rakyat, untuk apa pagelaran event besar dengan dana super jumbo ini dilakukan,” tanya dia retoris. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *