Ketua DPRD Sabu Rajua : Kelabba Madja Menyatukan Nusantara

Ketua DPRD Sabu Raijua, Paulus Rabe Tuka,SH. Foto : Fortuna

Ketua DPRD Sabu Raijua, Paulus Rabe Tuka,SH menyatakan dukungannya terhadap berbagai program kebijakan pemerintah kabupaten Sabu Raijua yang bermuara pada peningkatan ekonomi dan kesejatheraan rakyat.

Salah satu dukungan nyata dari DPRD yakni mengalokasikan anggaran untuk pegelaran event Jelajah Pesona Festival Kelabba Madja pada tanggal 9-12 September 2019.

Baginya dengan menggelar event pariwisata maka Kabupaten Sabu Raijua dengan segala potensi wisata baik alam, budaya, bahari dan sebagainya dapat dipromsosikan secara masif.

Sebagai daerah yang terletak di garda terluar dan terSelatan Indonesia, event itu mendorong Sabu Raijua semakin dikenal dan dicintai masyarakat NTT, Indonesia bahkan di dunia internasional

Menurut Paul, Festival Jelajah Pesona Kelabba Maja menyatukan masyarakat Sabu Raijua dengan sesama saudara se-Indonesia yang datang untuk memberi nilai positif dalam kerangka membangkitkan dan menggairahkan usaha kecil menengah juga mensejatherakan masyarakat di daerah

“Event Jelajah Pesona melibatkan banyak orang luar Sabu dan dihadiri oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Artinya selain strategis dari sisi promosi pariwisata, event ini juga merajut keberagaman nusantara. Semua saudara dari daerah mana saja se-Indonesia dapat berjumpa dan berbagi kebahagiaan dengan sesama saudara di Sabu dalam momentum yang sama. Ini luar biasanya manfaat sebuah event,” ujarnya

Dia berharap event tersebut diselenggarakan setiap tahun dan terus diupgrade kualitas penyelenggaranya sehingga Sabu Raijua semakin dikenal, dikunjungi dan menjadi destinasi wisata unggulan baru yang berdaya saing nasional maupun internasional. Dengan banyaknya event maka orang bisa datang dan menikmati Sabu Raijua dengan segala keunggulan komparatifnya

“Ya kalau di Kabupaten Banyuwangi ada 99 festival setiap tahunnya, di Sabu Raijua juga harusnya bisa. DPRD Secara kelembagaan pasti mendukung dengan alokasi anggaran yang memadai untuk maksud tersebut.”ungkapnya

Politisi PDI Perjuangan ini nampaknya memahami benar bahwa urusan menata destinasi pariwisata satu daerah butuh dukungan Aksibilitas, Amenitas dan Atraksi (3A). Penataan destinasi mesti memperhatikan persoalan akses ke lokasi, isi dalam destinasi, apa yang bisa dilihat dan dinikmati dalam kawasan itu. Syarat itu mutlak diperkukan untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan disebuah daerah tujuan wisata.

Dia meminta pemerintah merancang sedemikian rupa sehingga pagelaran event-even yang bernuasa pariwisata dan budaya mesti menempatkan masyarakat sebagai subjek.  Hanya dengan perlakuan itu maka masyarakat dapat merasakan langsung apa menfaat dari sebuah program kepariwisataan di daerah.

Pantai RaeMea salah satu spot wisata yang siap dikunjungi peserta Jelajah Pesona Kelabba Madja saat berada di Sabu Raijua. Foto : Istimewa

Untuk diketahui, pagelaran Jelajah Pesona dan Festival Kelabba Madja di Kabupaten Sabu Raijua, tanggal  9-11 September 2019 akan dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat pada Senin, (9/9).

Selama lebih dari 4 hari, ajang ini akan dipadati ratusan peserta jelajah pesona dari berbagai penjuru,  tamu undangan dan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, para pengusaha, calon investor, pejabat dari Kemenko Maritim, Kementerian PDT, Kemenpar RI dan juga Kemepemerintah pusat, tim dari propinsi NTT  serta mitra media cetak dan eletronik.

Adapun Rundown acara dari event ini diselenggarakan terpisah di beberapa destinasi unggulan Sabu Raijua yakni di Pantai Napae, Kampung Megalitik Namata, pantai Kepo, Pantai Raemea, Gua Mabala, Kampung Adat Kujiratu,  Pantai Nyiuwudu dan puncaknya di kawasan Kelabba Madja. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *