Meneropong Makna Dibalik Kunjungan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNDANA di Kantor FORTUNA

Pemred Fortuna, Fidelis Nogor (tengah) Pose Bersama Mahasiswa usai Pertemuan di Kantor Redaksi Fortuna, Sabtu (31/8). Foto : Fortuna

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang merupakan kampus negeri tertua di propinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagai lembaga pendidikan tinggi termasyur di daerah ini, Undana berkomitmen melahirkan lulusan-lulusan profesional dan siap berkompetisi di bursa kerja.

Untuk maksud itulah maka para mahasiswanya diberi ruang oleh lembaga agar tidak hanya mengakomodasi kemampuan akademiknya di kampus semata tetapi juga meningkatkan skill dan ketrampilannya sesuai disiplin ilmu melalui studi lapangan

Kunjungan lima orang mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (JIKOM) Semester V, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ke Kantor Redaksi Majalah/Tabloid FORTUNA dan situs resmi https://fortunaexplore.com yang beralamat di Jalan H. R. Koroh Kompleks BMG Bello, Kota  Kupang pada Sabtu, 30 Agustus 2019 boleh jadi adalah salah satu dari sekian cara untuk mencapai tujuan itu.

Adapun maksud kedatangan calon jurnalis muda dan juga komunikator handal NTT tersebut ke Fortuna untuk mendapat jawaban atas rasa ingin tahu mereka terhadap bagaimana proses berdirinya sebuah perusahan pers dan karya- karya jurnalistik terutama di bidang  penerbitan Media Cetak FORTUNA.

Mereka juga ingin mendalami soal sepak terjang, kerja media dan proses melahirkan sebuah produk hingga posisi pers sebagai sebuah industri yang harus eksis dengan stategi-strategi jitu ditengah persaingan global.

Para mahasiswa Mengamati beberapa produk Jurnalistik Fortuna. Foto : fortuna

Materi lain yang mereka ingin tahu juga terkait menjadi seorang wartawan profesional dan bagaimana kiat-kiat untuk kaum milenial agar bisa bertahan dan sukses mengelola media ditengah tantangan arus komunikasi dan informasi yang begitu kencang.

Kehadiran para mahasiswa diterima langsung oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) FORTUNA Fidelis Nogor dan Redaktur Ekonomi Wilfrid Gadu di dapur Redaksi. Suasana santai nampak terlihat dari pertemuan selama 1,5 jam tersebut. Masing-masing mereka bahkan diberi kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan apa saja, terkait kerja-kerja jurnalistik, juga tugas kampus yang harus mereka dapatkan dari Fortuna.

Geika Amung, satu dari 5 rekannya mengawali diskusi itu dengan menyampikan maksud dan tujuan kunjungan sekaligus memperkenalkan teman-temannya. Kepada Pemred Fidel Nogor, nona asal kabupaten Alor ini menanyakan bagaimana proses berdirinya Majalah/Tabloid Fortuna, bekal awal memulai penerbitan media, kerja teknis penerbitan hingga pertanyaan menjadi jurnalis profesional melalui tahapan Diklat Jurnalistik.

Kemudian rekannya Melania Bhoga  pun bertanya tentang bagaimana proses informasi yang didapatkan Fortuna dari daerah-daerah di NTT juga beberapa kota lain di Indonesia karena media Fortuna yang diterbitkan dalam 2 bahasa itu dipandang punya pangsa pasar di Indonesia dan negara tetangga Timor Leste?  Melania juga meminta tips dari Fortuna sebagai bekal bagi orang muda agar bisa memulai bisnis dan berwirausaha disaat tantangan dunia kerja yang makin sulit saat ini.

Lalu pertanyaan terakhir datang dari Tika Manu. Nona blastern Sabu Raijua ini menanyakan tentang bagaimana kilas balik dan kerja Majalah/Tabloid Fortuna hingga menembus pasar pembaca yang beragam dari NTT, luar NTT juga pasar wisatawan  asing

Pemred Fortuna Fidel Nogor sedang menjelaskan profil Majalah kepada mahasiswa. Foto : fortuna

Kepada para mahasiswa, Fidelis Nogor mengisahkan bahwa Tabliod/Majalah diterbitkan oleh PT.Fortuna Explore Indo, sejak 22 April 2007. Edisi perdana media ini hadir dari kantor seadanya di kawasan kumuh Jl.Suratim Oesapa Kupang, kemudian pindah kontrakan ke Kantor ke Perums RSS Liliba dan telah eksis lebih dari 11 tahun.

Saat ini Fortuna telah memiliki gedung kantor sendiri berlantai 2 di Jalan H.R.Koroh, Kompleks BMG Belo Kota Kupang yang penggunaannya diresmikan langsung oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya pada 5 Juli 2018.

Majalah Fortuna jelas Fidel, membidik isu Pariwisata, Ekbis dan Investasi. Diterbitkan dalam 2 versi yakni Tabloid berbahasa Indonesia dan Majalah berbahasa Inggris dan Indonesia.

Adapun Tabloid mengkover segmen Ekonomi Bisnis dan Pariwisata yang beredar di seluruh propinsi NTT, sedangkan Majalah Fokus membidik isu Pariwisata dan Investasi terbit dalam bahasa Inggris dan Indonesia dengan sebaran distribusi di NTT, Bali, Bima, Makasar, Surabaya, Jogja, Jakarta, Timor Leste dan dikirim ke 19 kantor kedutaan asing, juga ada dalam kabin kursi pesawat TransNusa.

“Jadi selain dalam versi Tabloid dan Majalah, kita juga mengelola situs resmi https://fortunaexplore.com. Bahkan Majalah Fortuna menjadi satu-satunya media di NTT yang terbit dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Segmen kita terbatas pada isu Pariwisata, Ekbis dan Investasi. Itulah alasan, mengapa media ini bisa bertahan sampai dengan saat ini,”ungkap Fidel.

Dihalaman Kantor Majalah Fortuna. Foto: fortuna

Profesi Mulia dan Harus Taat Proses

Kepada generasi penerus mahasiswa, Fidel juga mengutarakan bahwa menjadi seorang pekerja media atau wartawan adalah sebuah profesi yang mulia dan sangat menyenangkan. Benar bahwa wartawan tidak membuat anda kaya, tetapi anda bisa kaya akan pengalaman, relasi sosial selain tugas utama berjuang untuk mencerdaskan masyarakat melalui tulisan-tulisan yang berpihak pada kepentingan orang banyak.

Fortuna yang memiliki segmen promosi pariwisata juga katanya, telah banyak membantu pemerintah NTT dan Indonesia untuk mempromosikan aneka kekayaan wisata Indonesia ke kanca internasional. Dalam konteks ini Fortuna tampil sebagai jendela informasi dan media referensi bagi siapapun yang ingin tahu dan mengenal tentang eksotika Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.

Menjawabi tantangan pasar kerja dan bagaimana selayakanya generasi muda yang sukses, Fidelis yang juga aktivis GMNI Cabang Kupang itu juga memotivasi para mahasiswa untuk memiliki sikap peka, empati, tidak takut gagal serta siap tampil sebagai orang muda yang mandiri dan produktif.

“Membangun media di NTT ini tidak mudah, perjalanan yang tidak enak, tidak menyenangkan. Namun yang kita alami sampai saat ini adalah buah dari ketekunan, semangat, komitmen serta tidak cepat “berpindah hati” atau segmen yang menjadi fokus pemberitaan utama kita,” jelas Alumni FKIP Bahasa Inggris Undana ini

Terkait standar minimal sebuah perusahaan pers, Fidel mengatakan bahwa saat ini ada aturan baku dari Dewan Pers yang menjadi rujukan dan harus dipatuhi semua perusahaan pers dan para pekerja media.

Sebuah lembaga penerbitan atau perusahaan pers harus terdaftar dan terverifikasi di Dewan Pers, berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) atau Koperasi, memiliki kantor dan alamat yang jelas dengan prodak yang jelas pula, memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) wartawan yang memenuhi standar kompetensi dan lain sebagainya.

“Banyak aturannya itulah yang menyebabkan untuk mendirikan sebuah perusahan pers dan media sebagaimana aturan yang ideal itu tentu tidak  mudah. Kita sendiri di Fortuna terus berbenah. Syukur kita punya badan hukum sudah PT, sudah terdaftar dan terverifikasi administrasi dari Dewan Pers dan kini menunggu verifikasi faktual. SDM kita juga masih terbatas dan terus kita upgrade. Produk kita jelas ada dan  kantor kita juga perlahan mulai memadai setelah 11 tahun berproses. Pelan tapi pasti kita benahi sehingga semua standar itu terjawab pada waktunya nanti,” ungkap lirih

Foto Bersama usai Diskusi. Foto : fortuna

Sabagai informasi bahwa pertemuan dengan para mahasiswa berjalan santai dan dalam dinamika yang humanis. Kegiatan kemudian dilanjukan dengan melihat beberapa produk terbitan Fortuna, memantau ruang kerja pimpinan, staf dan juga ruang diskusi dan diakhir dengan foto bersama. Adapun kelima mahasiswa JIKOM Undana yang mendapat tugas dari Ketua Jurusan Komunikasi Fisip Undana tersebut tersebut yakni Isyfa Arkam, Geika Amung, Tika Manu, Rosdiana Lay, dan Melania Bhoga. (wilfrid/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *