FLS2N Antara Kompetisi, Pelestarian Budaya dan Aset Ekonomi Pariwisata

Para Peserta pose bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT, Dra. Rambu Kareri Emu,M.Si disela-sela kegiatan. Foto : Fortuna

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu melaksanakan kegiatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional  (FLS2N) Tingkat SMA se-NTT. Kegiatan yang melibatkan delegasi siswa SMA dari 14 kabupaten se- propinsi NTT tersebut dihelat di Hotel Pelangi Kupang, Jl. Veteran, Kelapa Lima, Kota Kupang.

Selain ajang kompetisi memperebutkan juara terhadap beberapa mata perlombaan, event FLS2N adalah media pelestarian seni budaya daerah sekaligus aset peningkatan ekonomi yang strategis bila dikembangkan dari sisi pariwisata

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs. Benyamin Lola, M.Pd, yang diwakili oleh Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Dra. Rambu Kareri Emu, M.Si mengatakan event dimaksud sebagai wadah untuk mengeskpresikan minat dan bakat seni yang dimiliki para siswa SMA sekaligus untuk membentuk karakter manusia Indonesia yang berbudaya dan beradab.

Benar bahwa ini adalah ajang pelestarian seni budaya yang NTT miliki. Selain berkompotisi, berlomba untuk mendapatkan juara, namun sesungguhnya yang harus dipahami adalah seni budaya berhubungan dengan imajinasi manusia terhadap sang Khalik yang berkaitan dengan kesejahteraan, keindahan, kebijaksanaan, ketentraman dan pada puncaknya merupakan proses evolusi manusia untuk makin dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Rambu Kareri, seni budaya merupakan suatu keahlian mengkspresikan ide-ide dan pemikiran estetika termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi pandangan dan tutur kata, gerakan, benda, suasana atau karya yang mampu menimbulkan rasa indah sehingga menciptakan peradapan yang lebih maju.

Lalu karena sifatnya yang lekat dengan kehidupan masyarakat maka seni tradisional harus aktual, oleh karena itu maka perlu di pelihara, di jaga dan di lindungi. Pada titik inilah seni budaya sangat penting dan strategis sebagai aset untuk meningkatkan perekonomian lewat pariwisata.

Kegitan perlombaan tersebut melibatkan 14 Kabupaten dari 22 Kabupaten diantaranya Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Sikka, Ende, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Dengan ketidakterlibatan 8 kabupaten lainnya, Rambu berharap kedepannya supaya semua bisa mengambil bagian dalam kegiatan ini.

Rambu berterimakasih kepada semua pihak terutama siswa-siswi dari daerah yang telah mengambil bagian dalam event dimasksud. Dia berharap ekspresi budaya daerah itu dipertahankan

“Untuk adik-adik yang sudah tergabung, pertahankan yang ada ini dan selalu ikut kegiatan. Bukan soal juara namun bagaimana kita mengekspresikan budaya itu sendiri,” ujarnya saat menutup kegiatan tersebut.

Tampil sebagai Juri dalam FLS2N tahun ini yakni Dr. Marsel Robot, M.Si dan Emanuel Nong Yonson,S.Pd, M.Pd dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana dan Yohanes P.Lian,S.Pd, M.Hum dari Unwira Kupang.

Yohanes P.Lian,S.Pd, M.Hum, Dr, Marsel Robot,M.Si, Emanuel Nong Yonson,S.Pd, M.Pd Tim Juri dalam FLS2N kali ini. Foto : Fortuna

Pengembangan Karakter Siswa

Ditemui terpisah Emanuel Nong Yonson,SPd.M.Pd,  Dosen Muda Sastra Undana selaku Anggota Dewan Juri dalam perlombaan itu menilai kegiatan tersebut strategis dalam konteks pengembangan karakter anak didik. Dia berharap kabupaten yang belum terlibat dalam kegiatan ini wajib mengikuti kegiatan yang sama ditahun berikutnya

“Secara eksplisit, kegiatan ini melatih peserta didik untuk memiliki semangat untuk berkompetisi, berjuang, dan yang lebih penting adalah, mengenal satu dengan yang lain. Kami berharap, 8 kabupaten lain yang belum sempat ikut, wajib bergabung pada kegiatan yang sama pada tahun berikutnya, sebab,” ungkap Nong Yonson Jebolan Magister Pendidikan Undana Kupang ini.

Sebagai anggota Dewan Juri, Yonson mengapresiasi kemampuan anak-anak pada kegiatan tersebut. Nilai karakter dalam kompetisi yang sehat melalui ekspresi seni yang mereka tularkan sangat luar biasa,” ujar pria murah senyum ini.

Adapun beberapa kategori yang diperlombakan dalam Festival Lomba Seni Siswa (FLSSN) Tingkat SMA se-NTT tahun ini yakni Lomba Desain Poster (Putra/Putri), Vokal Solo (Putra/Putri), Lomba Gitar Solo, Lomba Tari Kreasi Inovatif, Lomba Cipta Puisi, Lomba Baca Puisi, Lomba Theater Monolog, Lomba Kariya Anyam, dan Film Pendek

Untuk diketahui, pemenang lomba juara I dari masing-masing cabang lomba pada festival ini akan mewakili provinsi NTT dalam Festival Dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat nasional yang akan di selenggarakan di Provinsi Lampung.

Kontingen FLS2N Kabupaten Sikka pose bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi NTT. Foto : Fortuna

Pantauan FORTUNA, penutupan Kegiatan tersebut tampak meriah diawali dengan tarian penyambutan atau tari “papak” dari Kabupaten Sikka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “padamu negeri”. Ada juga penampilan tarian “Perempuan Tuku” dari kabupaten Endedan Persembahan puisi, “Kepada Kawan” dari Kota Kupang, dilanjukan vokal solo putra dari kabupaten TTS. (wilfird/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *