Perkuat SDM Indonesia, Frans Sales Bersama 24 Delegasi ASN Belajar di Jepang

Doktor Fransiskus Sales, ASN di Lingkup Pemprop NTT sedang menyampaikan sepatah kata dalam acara penyambutan mereka sesaat setelah tiba di Jepang, Minggu (25/8). Foto : dok. fortuna

Doktor Fransiskus Sales bersama 24 orang rekan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari beberapa Propinsi di Indonesia tiba di Jepang, Minggu (25/8).

Keberangkatan Tim ASN Indonesia tersebut dalam rangka mengikuti Diklat Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara, sebuah program kerjasama kerja Pusdiklatren Bappenas Republik Indonesia dengan Japan International Cooperation Center (JICE) dalam bidang pengembangan SDM lintas stakeholders dan disiplin ilmu.

Adapun delegasi Indonesia dalam Diklat kali ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari Kementerian Bappenas 6 orang, Kementerian PAN RB 1 orang, Lembaga Administrasi Negara 1 orang, Provinsi Papua 3 orang, Papua Barat 3 orang, Maluku 3 orang, Maluku Utara 3 orang, Kalimantan Utara 3 orang dan NTT 3 orang.

Pemerintah Nusa Tenggara Timur dalam hal ini mengirim 3 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti diklat program Jangka Pendek Non Gelar tersebut. Mereka adalah adalah Maria Syurianti S.Kiak dari BKD Provinsi, Fransiskus Sales dari BPSDMD Provinsi dan Bonavantura Taco dari BAPPEDA Provinsi.

Tiba di Bandara Internasional Heneda  Tokyo Jepang pada hari Minggu, (25/8), pukul 09.45 waktu Jepang, Tim Diklat ASN Kawasan Timur Indonesia dengan Pimpinan rombongan Pandu  M.Si dari Bidang Kediklatan SDM bagi ASN di Kementerian Bappenas Indonesia itu diterimah secara resmi oleh wakil dari Japan International Cooperation Center (JICE), Sense Kamiya Natsumi San, Mitho

Pose bersama Manejemen JICE disela-sela kegiatan. Foto :dok.fortuna

Suasana hangat dengan penuh keakraban antara duta-duta diklat ASN Kawasan Timur dibawah pimipinan Pak Pandu dari Bappenas dengan JICE sangat terasa. Terpatri nuansa persaudaraan dan kemitraan yang erat antara bangsa Indonesia dan Jepang.

Kepada https://fortunaexplore.com, Doktor Frans Sales menjelaskan bahwa Japan International Coorperation (JICE) adalah Sebuah pusat Lembaga International yang terlibat dalam berbagai kegiatan -kegiatan kerjasama Internasional, terutama untuk negara-negara berkembang sejak didirikan pada tahun 1977. Lebih dari 40 tahun pencapaian dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin- pemimpin goverment dikemudian hari dari negara-negara mitra melalui berbagi teknologi, pengetahuan, reset dan pengalaman -pengalam empirik yang terjadi di seluruh pelosok wilayah Jepang.

Lewat wadah JICE, Jepang secara gencar mendorong mempromosikan kerjasama dan pertukaran internasional dengan lebih mengedepankan  pengetahuan Jepang dengan dunia.

Ada suatu keyakinan dari pemerintah Jepang bahwa hal ini akan terwujud memberikan kontribusi pada terciptanya suatu masyarakat dunia yang damai dan sejathera paripurna atau well being,” ungkap Doktor Jebolan Universitas Nusa Cendana Kupang itu.

Delegasi ASN Propinsi NTT pose Bersama para Mentor dari Jepang. Foto : Dok.Fortuna

Kegiatan – kegiatan utama dari JICE adalah mengatur kursus-kursus pelatihan internasional yang dipercayakan oleh pemerintah Jepang, pemerintah-pemerintah serta lembaga-lembaga asing termasuk Kementerian Luar Negeri, perguruan -perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi publik dan swata.

Dikatakan Frans, JICE memiliki sumber daya manusia 265 staf dan 1074 tenaga ahli dari latarbelang berbagai disiplin ilmu dan keterampilan yang menspesialisasikan diri dalam 31 bahasa untuk terlibat dalam merekayasa perumusan, investigasi, riset, pelaksanaan dan evaluasi proyek-proyek kegiatan dengan mengunakan akumulasi dari pengalam-pengalaman empirik yang kuat dan scince mereka.

Untuk memberikan spirit dan rasa percaya diri dari setiap pribadi publik Jepang, ada Semboyan Jepang yaitu “Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman untuk dunia kita,  masa depan” .

Semboyan ini menjadi energi positif yang terus diwariskan kepada seluruh generasi muda Jepang dalam konteks manajemen komunikasi internasional dan diharapkan tertular juga kepada ASN asal Indonesia yang terlibat dalam kegiatan dimaksud. (Tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *