Rakor Lika Mboko Telu, Bupati Ende dan Mosalaki Hasilkan 7 Kesepakatan Strategis

Para Tetua Adat (Mosalaki) dan Pejabat duduk melantai dalam Rakor Tiga Batu Tungku yang digelar di Ende, Selasa, (13/8). Foto : Marsel/Fortuna

Pemerintah Kabupaten Ende, Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Batu Tunggu atau dalam bahasa setempat Lika Mboko Telu dengan mengundang para Mosalaki di seluruh Kabupaten Ende.

Kegiatan yang diselenggarakan di  Museum Tenun Ikat Ende, Selasa, (13/8/2019) itu bertujuan untuk mengajak para Mosalaki  mendukung kinerja pemerintah dan bersama–sama membangun Ende dari desa.

Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Batu Tunggu atau Lika Mboko Telu adalaha salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan Festival Danau Kelimutu yang digelar selama sepekan itu.

Pejabat Bupati Ende, Djafar H Achmad dalam sambutannya meminta dukungan kepada seluruh Tetua Adat (Mosalaki) untuk dapat bersama– sama membangun Kabupaten Ende sepeninggal dari Almarhum Bupati Ende, Marselinus Petu.

Dia berharap dukungan tulus dari berbagai komponen masyarakat Kabupaten Ende agar dapat melanjutkan program kegiatan yang tertuang dalam RPJMD tahun 2019 – 2024.

“Saya merasa betapa pentingnya kolaborasi peran antara pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat sehingga diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat secara nyata,” ucap Djafar.

Djafar mengajak peserta rakor untuk mau berdiskusi, berbagi peran dan terlibat aktif dengan potensi pada diri masing – masing untuk bekerja menyejahterakan masyarakat.

“Apabila kekuatan pemeriintah, tokoh adat dan tokoh agama bersatu hati dan saling mendukung maka akan terjadi hubungan harmonis sebagai kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat oleh karena itu kami harapkan dukungan dari para Mosalaki pada pelaksanaan program – program,” jelasnya.

Wabup Djafar dalam kesempatan ini juga meminta para Mosalaki agar mau mengkoreksi dan memantau kerja pemerintahan desa. Mosalaki dipersilahkan mendesak pemerintahan desa untuk bekerja dengan baik dan tepat sasaran.

“Pantau dan bantu tugas kepala desa dan bendahara desa, semua harus memiliki kuitansi perbelanjaan,” pintan Djafar.

Pj.Bupati Ende, Djafaar Ahmad. Foto : Marsel-Fortuna

Dalam Rakor ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Ende melakukan diskusi dan mendengar aspirasi dari para Mosalaki serta tokoh – tokoh lainnya. Diskusi dan aspirasi tersebut kemudian dituangkan dalam poin – poin kesepakatan, dimana poin kesepakatan ini diharapkan dapat dipatuhi bersama oleh peserta Rakor. Terdapat 7 poin kesepakatan yang dihasilkan, yakni :

Pertama, Pemerintah bersama tokoh adat berkomitmen bersatu hati saling mendukung dengan berbagi peran dalam rangka percepatan pembangunan Kabupaten Ende periode 2019-2024.

Kedua, Dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi melalui percepatan ekonomi desa, perlu dibentuk Forum Kedaulatan Ekonomi Desa yang melibatkan para tokoh adat lokal untuk menentukan kebijakan kebijakan strategis pembangunan ekonomi di desa.

Ketiga, Untuk meningkatkan sinergitas yang terdapat pada percepatan peningkatan ekonomi masyarakat maka mulai tahun 2020, Rapat Koordinasi Pemerintah dengan para Mosalaki perlu melibatkan pihak pengusaha.

Keempat, Dalam rangka perlindungan dan pelestarian potensi adat dan budaya guna mendukung pengembangan pariwisata Kabupaten Ende, perlu diprioritaskan penataan destinasi wisata Danau Kelimutu, konsep pembangunan infrastruktur pariwisata bahari dan penataan destinasi wisata Gunung Meja sebagai ikon Kota Pancasila dan penataan objek wisata alam Danau Tiwu Sora.

Kelima, Dalam rangka mempersiapkan generasi muda Kabupaten Ende untuk mengabdi kepada NKRI melalui institusi TNI dan Polri, perlu kerjasama dengan pihak Kodim 1602/Ende untuk membina mental dan fisik.

Keenam, Mendukung program pemerintah, merencanakan pembangunan kolam renang bertaraf Internasional di KM 8 pada tahun 2020.

Ketujuh, Adanya pemusatan penyelenggaraan pendidikan atau dengan merencanakan pembangunan asrama pada sekolah  – sekolah yang sudah ada dan membatasi pendirian atau pembangunan sekolah  – sekolah baru.

Selain mengundang para Mosalaki, Rakor ini juga tampak dihadiri oleh Kabagops Polres Ende Kompol I Ketut Suka Abdi, Pasi Ops Kodim 1602/Ende Kapten Yus Kasmir Tomo, Kepala Kantor Kementerian Agama Ende Wilhemus Ndoa, Ketua KPUD Ende Maria Adolorata Da Lopez Bi serta para pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkup Pemda Ende. (Marsel Trivena/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *