Sepakat Lestarikan Upacara Adat Pati Ka Du’a Bupu Ata Mata di Puncak Danau Kelimutu

Prosesi Ritual Pati Ka Dua Bupu Ata Mata yang dihadiri Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Plt. Bupati Ende Djafar Ahmad. Foto : Marsel/Fortuna

Pemerintah kabupaten (pemkab) Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur kembali  menyelenggakan upacara adat Pati Ka Du’a Bupu Ata Mata (memberi makan nenek moyang)

Kegiatan ini merupakan satu dari rangkaian kegiatan Festival Danau Kelimutu yang berlangsung sejak tgl 8 sampai 14 Agustus 2019.

Mengingat upacara itu menjadi sebuah warisan sejarah budaya masyarakat lokal yang syarat nilai peradapan dan filosofis maka baik Plt. Bupati Ende H. Djafar H. Ahmad maupun Gubernur NTT Viktor Laiskodat sepakat agar event itu wajib dilestarikan dan digelar setiap tahunnya.

Adapun upacara adat itu sudah jadi tradisi nenek moyang semenjak dahulu kala. Pati Ka Du’a Bupu Ata Mata bahkan menjadikan puncak dari rangkaian seremonial memberi makan kepada arwah leluhur masyarakat suku Lio di puncak danau Kelimutu.

Sebelum digelar Pati Ka Dua Bupu Ata Mata, kegiatan Festival Danau Kelimutu melewati beberapa acara lain misalnya Ethnik Fashion, Taga Kamba dan Rakor Tiga Batu Tungku,” ucap Plt. Bupati Ende, Drs. H. Djafar H. Ahmad, M.Si disela-sela kegiatan upacara adat tersebut.

Ada kurang lebih 20 persekutuan adat desa-desa penyangga danau kelimutu terlibat dalam hajatan ini yaitu dari Woloara, Koanara, Pemo, Nuamuri, Mbuja, Wiwipemo, Tenda, Wologai, Saga, Puutuga, Sokoria, Roga, Ndito, Detusoko. Wolofeo, Kelikiku

Mengelilingi batu tempat penyajian makanan bagi leluhur yang telah berpulang. Foto : Marsel/fortuna

Masyarakat Suku Lio percaya bahwa Danau Kelimutu merupakan tempat peristirahatan terakhir kehidupan. Tempat dimana semua jiwa kembali setelah kehidupan secara filosofis telah berakhir

Djafar H. Ahmad meminta kepada semua pihak untuk tetap mempertahankan dan melestarikan tradisi unik warisan leluhur itu.

Kedepan dia juga bertekad mengajak Presiden untuk mengikuti kegiatan Parade Kebangsaan dan Kegiatan Festival Kelimutu yang didalamnya ada ritus Pati Ka tersebut

Bahkan untuk pengembanghan beberapa destinasi penyangga di magnet wisata utama Danau Kelimutu, Djafar ingin mempercantik Desa Waturaka sebagai desa penyangga agrowisata dan desa Woloara Barat yang akan di kembangkan desa pariwisata berkuda dan trecking.

Untuk alasan itu maka dia meminta beberapa petani dari desa tersebut untuk melakukan pelatihan- pelatihan di bidang pertanian dan membuka lapangan kuda dan sekolah kuda.

Wisatawan asing dengan pakaian khas Ende menikmati upacara di puncak kawasan Danau Kelimutu itu. Foto : Marsel/Fortuna

Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat pada kesempatan itu meminta warga kabupaten Ende bersyukur karena Tuhan menempatkan Danau Kelimutu dan Taman Nasional Kelimutu di kabupaten Ende sehingga memberi ruang untuk melakukan atraksi wisata alam yang begitu indah dan mempesona karena magnet wisata danau tiga warga.

“Kita memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Ende yang menginisiatif terlaksananya Festival Kelimutu bersama seluruh mosalaki yang ada di kabupaten Ende,”ungkap pria energik ini.

Ke depan pihaknya bertekad untuk membuat event yang lebih baik  dan lebih meriah lagi yang akan melibatkan seluruh komponen masyarakat di seluruh kabupaten Ende.

” Tentunya masih banyak kekurangan yang kita harus  benahi bersama terkait sampah-sampah plastik yang berserahkan dan ke depan akan berlakukan di larang membawah kendaraaan roda dua dan empat dari pintu masuk, dilarang membuang sampah sembarangan, dilarang merokok dan apabila tidak mematuhi akan kenakan denda dengan intervensi cctv dan penjagaan yang baik agar alam ini tetap di jaga dengan baik” katanya.

Viktor berharap  kedepannya pemerintah daerah dan pemerintah propinsi akan bekerja sama untuk menyalurkan dana terkait  perkembangan pariwisata Kelimutu, sehingga tahun depan akan adakan festival kelimutu itu tetap berlangsung dengan lama waktu yang bisa diperpanjang.(Marsel Trivena/ 42na/Ende)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *