Dukung Program Gubernur, Manajemen TransNusa Survei Bandara Sabu Raijua

Gedung Terminal Bandara Tardamu di Sabu Raijua. Foto : Fortuna

Manajemen PT.TransNusa Aviation Mandiri segera menurunkan tim untuk melakukan survei ke Bandara Tardamu di Kabupaten Sabu Raijua, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuannya adalah untuk melihat kondisi eksisting bandara tersebut agar didarati pesawat ATR seri 42 milik Meskapai TransNusa.

Hal itu disampaikan CEO TransNusa, Leo Budiman melalui layanan telepon selulernya kepada https://fortunaexplore.com, Minggu, 11 Agustus 2019

Leo mengatakan usai Timnya bertemu Gubernur NTT di ruang kerjanya pekan lalu, pihaknya bertekad mendukung penuh program kerja gubernur untuk membuka askes dan layanan jasa transportasi udara dari dan ke kota-kota di propinsi NTT yang memiliki fasilitas bandara.

“Jadi inikan komitmen kita untuk terus hadir bagi masyarakat Indonesia. Jadi selain layani rute-rute komersial di NTT, Sulawesi, Kalimatan, Jawa dan Dili Timor Leste, kita juga ingin akses ke pulau-pulau lainnya yang punya bandara tetapi belum dilayani maksimal seperti di Sabu Raijua. Nah untuk Sabu, kita  akan turunkan Tim dalam satu dua hari ini untuk survei apakah TransNusa layak terbang kesana,” ujar Leo dari balik telepon selulernya

CEO TransNusa, Leo Budiman. Foto : Fortuna

Baginya kalau landasan pacu (runway) dan kesiapan teknis bandara Tardamu di Sabu Raijua memungkinkan untuk didarati pesawat ATR42 dengan kapasitas 42 seat maka pihaknya siap melakukan uji coba untuk mendaratkan pesawat TransNusa di bandara Tardamu.

Komitmen itu juga adalah bagian dari keseriusan manajemen untuk mendukung terobosan-terobosan Gubernur Victor Laiskodat yang ingin membuka isolasi udara, meningkatkan iklim usaha serta geliat investasi di propinsi NTT.

Selain itu kehadiran TransNusa juga menjadi pemicu dalam percepatan pembangunan sektor pariwisata yang kini tengah didorong pemerintah kabupaten Sabu Raijua, pemerintah Propinsi NTT maupun pusat.

Dia berharap dukungan teknis dari manajemen dan pengelola Bandara Tardamu dan juga dari pemerintah kabupaten Sabu Raijua sehingga rencana ini bisa terwujud dalam waktu dekat.

Manajemen TransNusa juga kata Leo Budiman, tengah mempersiapkan untuk uji coba (demo) landing rute Kupang- Oekusi-Suai-Dili untuk kawasan Indonesia dan Timor Leste awal September 2019 dan juga rencana pembukaan penerbangan dari Kupang- Darwin yang diharapkan bisa terlaksana dalam beberapa bulan kedepan.

Untuk diketahui, Sabu Raijua merupakan satu dari sekian kabupaten di NTT yang sedang giat-giatnya mengembangkan sektor pariwisata. Pada tanggal 9- 12 September mendatang akan digelar event akbar bertajuk “Jelajah Pesoan dan Festival Kelabba Madja”.

Festival ini rencana awalnya digelar pada 9-12 Juli 2019 namun ditunda karena akses transportasi laut yang tidak bersahabat akibat gelombang tinggi dan berpotensi membatalkan rencana kehadiran peserta dan wisatawan yang ingin menyaksikan event dimaskud.

Pesawat ATR-42 TransNusa

Adapun event wisata bergengsi yang menjadi momemtum promosi wisata Sabu Raijua  itu rencananya dihadiri oleh wisatawan dalam dalam luar negeri, para pelaku usaha dan investor. Panitia juga mengundang Dubes Meksiko untuk Indonesia, Dubes RI  di Timor Leste, Menteri Pariwisata RI, Menteri Pariwisata Timor Leste, Konsulat RDTL di Kupang,Ketua Appindo NTT, Ketua Asita NTT dan para pelaku wisata dari berbagai propinsi di Indonesia.

Rencananya Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi akan menghadiri sekaligus membuka event itu. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *