Rebut Sapi, Ratusan Joki Kuda Indonesia dan Timor Leste Berlaga di Tanjung Bastian

Bupati TTU, Raymundus Fernandes menyerahkan seekor sapi kepada Pemenang Lomba di Arena Pacuan Kuda, Tanjung Bastian, (4/8). Foto : Redem-Fortuna

Mungkin anda tidak percaya, tetapi ini benar-benar hanya terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Para Pemenang Lomba Kuda Pacu mendapatkan hadiah berupa sapi, piala, piagam pengharagaan dan uang pembinaan.

Fakta unik ini memang telihat dari Turmanen Pacuan Kuda Piala Bupati TTU yang sudah digelar hampir sepuluh tahun belakangan di Arena Pacuan Kuda Tanjung Bastian Desa Hamusu Kecamatan Insana Utara Kabupaten TTU. Pemerintah daerah setempat bertekad menjadikan turnamen itu tidak hanya sebagai ajang mencari bakat tetapi juga wahana mendidik dan memotivasi warganya untuk beternak

Sapi-sapi yang siap diperebutkan Penjoki kuda. Foto : Redem-Fortuna

Setidaknya ada 27 ekor sapi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten TTU untuk diperebutkan oleh para Joki yang mengikutkan 118 ekor Kuda Pacu dalam Turnamen Pacuan Kuda Piala Bupati TTU tanggal 1- 4 Agustus 2019. Mereka berasal dari Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Belu, Malaka, TTU dan puluhan peserta dari negara Timor Leste

Data yang diperoleh dari panitia menyebutkan bahwa hadiah  27 ekor sapi tersebut adalah sapi betina produktif dengan usia 1,5 tahun.

Turnamen yang digelar bersama Pemkab TTU dan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Cabang TTU ini juga memperebutkan Piala Tetap dan Pila Bergilir Bupati TTU, Piala, Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan dengan total mencapai ratusan juta rupiah

Selain untuk memperebutkan juara, dan mendapatkan kuda-kuda pacu unggul, ajang tahunan yang digelar Pemerintah Kabupaten TTU itu adalah bagian dari memotivasi masyarakat untuk beternak kuda dan sapi sebagai dua jenis ternak unggulan yang harus di dorong serius di pulau Timor.

Histeris Ribuan Penonton menyasikan Lomba Pacuan Kuda di Tanjung Bastian, (4/8). Foto : Fortuna

Bupati TTU, Raymundus Fernandes di sela-sela acara Penyerahan Hadiah dan Penutupan Turnemanen tersebut, Minggu, (4/8) terus mengutarakan komitmennya untuk mendorong event-event wisata dan perlombaan yang produktif berbasis kearifan lokal untuk membangun ekonomi masyarakat.

“Melalui even Pacuan Kuda kita terus mendorong masyarakat untuk beternak kuda terutama kuda-kuda lokal Timor dengan ciri khasnya yang menarik,” ujar Raymundus.

Dia juga berharap event tahunan Lomba Pacuan Kuda yang terus digalakan pemerintah daerah tersebut dapat meningkatkan minat kunjungan wisatawan baik itu lokal maupun mancanegara, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentunya usaha ekonomi rakyat akan terus bertumbuh.

Nah, sebagai satu-satunya daerah di Propinsi NTT yang rutin mendorong olahraga berkuda, kabupaten TTU ingin menjadikan event ini sebagai tontonan bergengsi.

Adapun beberapa kelas yang diperlombakan dalam turnamen ini yakni Kelas A Super, Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D. Sementara untuk kuda lokal dipertandingkan kelas C dan kelas D. Dan tahun ini, Kabupaten TTU menempatkan diri sebagai Juara Umum.

Bupati Raymundus menyerahkan Piala Bergilir kepada PORDASI TTU sebagai Juara Umum Tahun 2019. Foto : Redem- Fortuna

Pantauan Fortuna, di Arena Pacuan Kuda Tanjung Bastian, Minggu (4/8), event yang digelar Pemkab TTU melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan PORDASI itu benar-benar menjadi hiburan bagi warga kedua negara.

Sebagai event wisata tahunan yang paling ditunggu-tunggu, Pagelaran Turnamen Pacuan Kuda ini mendapat antusiasme dari ribuan pengunjung dan wisatawan. Mereka berdatangan dari Kupang, Belu, Malaka, Kota Kefamenanu dan dari negara Timor Leste.  (Filemon/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *