Ribuan Wisatawan Pan Indo Hash Jelajahi Kupang dan Destinasi Wisata Unggulan di NTT

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe bersama Theodorus Widodo dan Panitia Pan Indo Hash 2019 memantau persiapan lokasi menuju gunung batu Fatuleu, belum lama ini. Foto : istimewa

Ribuan wisatawan dari berbagai propinsi di Indonesia dan beberapa negara tetangga akan menikmati dan menjelajahi pesona wisata Kota Kupang dan sekitarnya mulai hari ini Kamis tanggal 1 sampai Sabtu, 3 Agustus 2019.

Mereka tergabung sebagai peserta event Pan Indo Hasih ke-35 yang dipusatkan di Kupang. Selain menggelar berbagai atraksi bernuansa olahraga wisata di Kota Kupang selama 4 hari, mereka juga akan berkunjung ke hampir semua destinasi wisata di Propinsi Nusa Tenggara Timur dan  Timor Leste.

Event Sport Tourism paling heboh ini dikoordinir oleh Panitia Nasional  Theodorus Widodo selaku Ketua Umum, Mans Sengaji Betekeneng Sekretaris Umum dan Penangungjawab Charles Pitoby. Adapaun jumlah peserta yang ikut mencapai 1654 orang.

Mans Sengaji Betekeneng. Foto : Fortuna

Kepada https://fortunaexplore.com, Rabu,(30/7), Sekretaris Panitia Mans Sengaji Betekeneng menjelaskan bahwa Pan Indo Hash merupakan sebuah event rekreasi atau wisata berbasis olahraga. Hash yang popular itu merupakan sebuah aktifitas olahraga jalan cepat atau lari lintas alam non kompetitif dengan motto 3F yakni Fun Fitness dan Friendship. Klub Hash bahkan sudah ada di seluruh dunia dalam jumlah ribuan klub.

Adapun peserta Hash (hasher) ini diikuti oleh berbagai kalangan tanpa membedakan suku, agama, rasa, jabatan, umur, status ekonomi, gender dan profesi.

Nah, selama 4 hari (1- 4 Agustus 2019) di Kupang, mereka akan menikmati beberapa mata acara yakni aksi jalan kaki dari Pelataran Kantor Gubernur NTT menuju restoran Nelayan jam 16.00 dan gelaran Dinner Party pada hari Kamis tanggal 1 Agustus 2019 jam 18.00. Jalan santai itu akan dipadukan dengan parade budaya NTT serta dimerihakan oleh drum band  siswa/i di Kota Kupang.

Pada hari kedua tanggal 2 Agustus 2019, para hasher akan mengikuti olahraga jalan cepat atau lari lintas alam dengan kategori Super long run, Long run dan Short run dengan lokasi yang dipilih yakni menuju ke gunung batu Fatuleu di Kabupaten Kupang. Adapun jarak terjauh yang akan diikuti peserta Super Long Run adalah sejauh 27 kilometer lintas alam.

Untuk hari ketiga, Sabtu, (3/8) para Hasser akan berkunjung ke Batulesa di Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Disana juga mereka akan melakukan aksi Jalan Cepat dan lari lintas alam tanpa kompetisi untuk kategori Long Run, Medium Run dan Short Run pada siang hari. Selanjutnya mereka akan kembali ke Restoran Timor Raya pada sore hari untuk mengikut Grand Party.

Panitia Pan Indo Has 2019 pose bersama usai Jumpa media di Kupang belum lama ini. Foto : Istimewa

Dikatakan Mans bahwa event itu memang khusus ditujukan bagi para wisatawan dari berbagai profesi yang ingin menghabiskan waktunya untuk benar-benar rekreasi bersama orang-orang terkasih dalam bentuk  group atau rombongan.

Pada tanggal 4 Agustus dan seterusnya mereka akan farewell dari kota Kupang guna mengunjungi hampir semua destinasi wisata di Propinsi NTT bai di Timor, Sabu, Rote, Alor, Flores dan Sumba. Sebanyak 1654 orang wisatawan itu bebas memilih untuk mengunjungi destinasi-destinasi wisata di NTT sebagaimana yang ditawarkan panitia.

Terpilihnya NTT sebagai tuan rumah Pan Indo Hash 2019 juga tidak terlepas dari bergaining NTT sebagai propinsi pariwisata yang saat ini lagi seksi dan menjadi 1 dari dari 10 “Bali  Baru” yang lagi gencar didukung pemerintah pusat.

“Ini adalah bagian komitmen kita sebagai pelaku wisata. Semua gelaran event adalah bagian dari upaya bersama semua pihak menggenjot arus kunjungan wisatawan ke propinsi NTT. Event ini yang jelas berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dibidang jasa usaha pariwisata selain mereka akan menjadi duta-duta wisata NTT setelah mereka kembali. Makanya kita minta masyarakat NTT agar mari menerima dan memberi pelayanan yang baik kepada para peserta,”ungkap Mans yang juga adalah Sekretaris ASITA NTT ini

Gedung Sasando (Kantor Gubernur NTT), Salah satu Icon Wisata Kota Kupang. Foto : Fortuna

Mans yang disampingi Pengurus Asita lainnya Jean Nyoko saat itu  mengatakan ada beberapa destinasi wisata post event yang rencananya dikunjungi para peserta sesuai pilihan masing-masing antara lain di TTS, Perbatasan Wini, Belu hingga Timor Leste. Ada juga yang ke Sabu, Rote, Sumba, Alor dan sebagian besar ke Flores.

Peserta akan langsung kembali ke kota asalnya masing-masing langsung dari destinasi tujuan terakhir di NTT.  (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *