Frans Lebu Raya : Saya Bangga Bersama Megawati di Saat-Saat Sulit dan Setia Sebagai Anak Idiologi

Frans Lebu Raya dan Megawati Soekarnoputri. Foto : Istimewa

Tokoh senior PDI Perjuangan sekaligus pendiri PDI Perjuangan propinsi Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya bukanlah nama baru dalam kanca politik Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. Mengenal Frans Lebu Raya pandangan orang langsung tertuju pada politis flamboyan dari partai “moncong putih” PDI Perjuangan yang mendharmabaktikan diri bagi bangsa Indonesia dan Nusa Tenggara Timur selama lebih dari 2 dekade. Bersama Frans Lebu Raya yang adalah Ketua DPD Propinsi NTT dan Gubernur NTT 2 periode, PDI Perjuangan berjaya sejak tahun 1999 hingga saat ini.

Seperti apa kilas balik Frans memimpin PDI Perjuangan NTT hingga sejak dirinya dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD NTT, Wakil Gubernur NTT, Gubernur NTT 2 periode hingga saat ini menempatkan PDIP sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak dan bakal menduduki Kursi Ketua DPRD Propinsi NTT Periode 2019-2024? Berikut nukilan perbincangan FORTUNA dengan Frans Lebu Raya Ketua DPD PDI Perjuangan Propinsi NTT jelang hajatan Konferensi Daerah (Konferda) di Kupang, 25 Juli 2019 :

Bisa Anda Ceritakan Sepak Terjang Anda dan kisah diawal menerima tawaran sebagai pendiri PDI di Propinsi NTT?

Sejak tahun 1996 saya masuk di PDI Kotamadya Kupang sebagai salah satu wakil ketua. Tidak lama kemudian di tahun 1997 PDI pecah melalui kongres luar biasa di Medan yang memilih pak Suryadi sebagai ketua menggantikan ibu Megawati. Maka lahirlah PDI ProMega. Di NTT lahirlah PDI ProMega dengan ketuanya pak Anton Haba (alm?) dan sekretarisnya Frans Lebu Raya. PDI ProMega di pemilu 1997 mengajukan calon anggota DPR tapi tidak dibahas penyelenggara pemilu. Suasana politik sangat keras dan bahkan mencekam. Kami PDI ProMega bertahan dalam situasi itu. Dengan kepengurusan yg ada dan apa adanya berusaha utk  terus melakukan konsolidasi partai ke kabupaten2. Thn 1998 terjadi perubahan politik ditandai dg jatuhnya Presiden Soeharto. Di tahun itu juga dilaksanakan Kongres di Bali dan memutuskan mengubah nama menjadi PDI Perjuangan dan menyiapkan diri untuk mengikuti Pemilu 1999. Agar ada kekuatan hukumnya maka para Ketua dan Sekretaris membuatkan pernyataan mendukung PDI Perjuangan. Pak Anton Haba selaku ketua dan saya sebagai sekretaris membuat pernyataan dukungan pendirian PDI Perjuangan sebagai salah satu kelengkapan PDIP. Pemilu 1999 PDIP resmi sebagai salah satu peserta pemilu dan memenangkan pemilu secara nasional. Di NTT PDIP di urutan kedua setelah Golkar. Tuh 2000 PDIP NTT melaksanakan konferda di Ende dan saya dipilih jadi Ketua. Dan seterusnya konferda 2005, 2010 dan 2015 saya dipercaya menjadi ketua.

Selama 23 tahun Anda memimpin PDI Perjuangan di NTT. Bagaiaman perasaan dan apa yang ingin Anda sampaikan jelang Konferda esok?

Ya besok akan dilaksanakan konferda utk pergantian kepengurusan. Selama 23 tahun saya aktif di partai ini. Ada beberapa kebanggaan saya. Pertama, saya bangga karena bisa bersama Ibu Megawati Soekarnoputri dimasa-masa sulit. Turut merasakan bagaimana pahit getirnya berjuang. Bersama banyak tokoh tua yang sebagian sudah dipanggil Tuhan. Sebut saja ada bapa Herman Loemau di Belu, ada bapa Tulen Hadjon di Flores Timur, ada pak Lusi Keupung, EP da Gomez, Alex Longginus di Maumere. Ada bapak Keremata di Sumba barat dan Bapa E.K. Anakonnda di Sumba Timur. Ada pak Toby Selan di TTS dan bapa Lololau di Kupang dan masih banyak tokoh. Kami semua bangga bisa bersama ibu Megawati disaat sulit. Kedua, bangga karena saya dipercaya memimpin partai ini 20 tahun. Ketiga, bangga karena selama ini PDIP menjadi salah satu partai besar di NTT. Keempat, bangga karena setiap kali pilpres langsung sejak 2004 sampe pilpres 2019 NTT selalu memenangkan pasangan yg diusung PDIP.

Bagaiaman Capaian terkini PDIP di Propinsi NTT dalam hajatan Politik Pilpres dan Pileg belum lama ini? Apa pesan Anda sebagai tokoh dan pendiri Partai ini?

Ya saya juga hari ini bangga karena saya telah menyelesaikan masa jabatan saya keempat dengan memenangkan Pileg dan Pilpres. Menempatkan 3 anggota DPR RI dan ketua DPRD Provinsi. Konferda hari ini mekanisme 5 tahunan yang mesti dilalui oleh partai sebesar PDIP ini. Akan muncul generasi baru yg lbh hebat untuk memacu kecepatan partai ini menghadapi berbagai perjuangannya demi rakyat. Tidak perlu gontok-gontokan tetapi bangun persaudaraan seperti yg kita bangun selama ini dengan asas gotong royong dan kekeluargaan.

Selama bersama Ketua Umum Megawati selama puluhan tahun, apa kesan yang paling anda kenang?

Banyak hal yang menjadi kenangan dan pengalaman paling mengesankan. Secara pribadi, saya bangga karena dipercayakan memimpin kongres 3 kali berturut-turut sejak tahun 2005, 2010 dan 2015 mengantarkan Ibu Megawati Soekarnoputri yang kami sayangi menjadi Ketua Umum. Saya juga mau mengatakan bahwa sebagai kader yang dibesarkan PDI Perjaungan, sebuah partai yang kuat dengan Idiologi kerakyatanya, kami selalu tunduk dan Setia sebagai Anak-Anak  ideologi.

Untuk Kongres PDI Perjuangan di Bali bulan depan, siapa yang Anda jagokan?

Nah setelah Agenda ditingkat Cabang dan DPD kami juga bersiap-siap untuk menyelenggarakan Kongres di Denpasar Bali. Untuk menyelesaikan Kongres nanti pada 8 Agustus nanti di Bali kami telah berkoordinasi dengan ketua-ketua DPD se-Indonesia mendukung kembali Ibu Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *