Panji Nurbatin Optimis Kopdit Pintu Air Berkembang Pesat di Jogjakarta

Panji Nurbatin Sekeluarga. Foto : Fortuna

Ditengah gencarnya persaingan bisnis keuangan non bank, kehadiran Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air di Kota Jogjakarta diyakini memberi angin segar bagi semua kalangan masyarakat. Aneka produk unggulan, kecepatan pelayanan dan filosofi pemberdayaan ekonomi anggota yang menyasar kelompok Nelayan Tani Ternak dan Buruh (NTTB) dari koperasi ini  pasti bisa diterima masyarakat dan cepat berkembang di Jogjakarta.

Keyakinan itu diutarakan tokoh muda asli Jogjakarta Panji Nurbatin usai mengikuti Acara Sosialisasi Kopdit Pintu Air di LPP Hotel & Convention Jogjakarta, Minggu, (14/7).

Sosialisasi yang dipandu Pemred Tabloid EKORA NTT Agustinus Nong tersebut langsung menghadirkan 4 pembicara beken diantaranya Ketua Kantor Kopdit Pintu Air Yakobus Jano, Sekretaris Martonsius Juang, GM Gabriel Pito Sorowutun dan Ketua Pengawas Bernadus Hening.

Panji yang sudah puluhan tahun mengenal dunia Credit Union (CU) itu mengatakan bahwa kota Jogjakarta sebagai pusat budaya, ekonomi dan pendidikan sehingga perputaran uang lancar. Warga Jogja juga memiliki karakter yang sangat cocok dengan visi misi yang ditawarkan Kopdit primer nasional itu.

Jogjakarta  juga kata dia adalah kota yang terkenal dengan usaha jasa kulinernya selain kawasan Malioboro yang menjadi sentral pengembangan UKM yang sangat mendunia.  Dengan sosialisasi yang intens maka Pintu Air bisa berkembang cepat.

“Jogja punya Malioboro. Disana ada jutaan UKM yang tumbuh dan berkompetisi secara fair. Karena Kopdit Pintu Air menyasar kelompok menengah kebawah maka saya yakin betul unit pelayanan di Jogja akan berkembang pesat. Tidak lama tu kalau orang udah kenal,” ujar pria yang telah 2 bulan bergabung di Kopdit Pintu Air tersebut

Suasana Sosialisasi di LPP Hotel & Convention, Jogjakarta, (14/7)/ Foto : Fortuna

Didampingi istrinya Theresia Rahmawati, keduanya mengaku sangat bangga karena sudah  mendengar penjelasan tentang visi misi dan produk-produk unggulan koperasi itu.

Sebagai warga asli Jogja, keduanya berjanji siap menjadi mentor yang bisa menyebarluaskan informasi tentang keunggulan produk-produk Pintu Air kepada semua sahabat kenalan.

“Saya yakin untuk Jogja tidak lama sudah jadi kantor cabang penuh. Ini karena orang belum kenal saja. Dengan produk yang unggul, pendampingan yang baik maka akan mudah diterimah publik Jogja. Kebetulan kami sudah lama mengenal CU, tentu kami siap jadi mentor untuk menyebarluasakan kabar baik ini,” tutur Panji kepada Fortuna didampingi istri dan anak-anaknya.

Dia kemudian mengungkapan dukungan kepada pemerintah DIY dibawah Pimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menaruh perhatian serius pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil dan menolak pembangunan megaproyek jalan tol melintas di Jogja.

“Kita senang dan dukung kebijakan Sri Sultan yang tidak ingin dibangun jalan tol di kota Jogjakarta. Kebijakan ini menunjukan keberpihakan Sultan yang memberi manfaat besar ke rakyatnya. Bayangkan saja kalau  jadi bangun jalan tol maka pergerakan ekonomi bagi masyarakat pinggiran kota Jogja akan mati. Orang hanya lewat saja di Jogja , ngak mampir di kota maka ekonomi lokal akan tumbuh lambat,” paparnya

Kebijakan ini juga kata dia tentu menguntungkan Kopdit Pintu Air yang telah melebarkan sayap pelayanan dan pemberdayaan ekonomi kepada warga Jogjakarta.

Untuk diketahui kegiatan Sosialisasi Kopdit Pintu Air di LLP Hotel & Convention tersebut dihadiri hampir 100 orang tokoh kunci yang datang dari berbagai suku dan latarbelakang profesi. Mereka nampak antusias mengikuti pemaparan materi dan sesi tanya jawab langsung dengan 4 Pimpinan dan Manajemen dari kantor Pusat Pintu Air.

Sebagai ucapan selamat datang di Jogjakarta, Panji Nurbatin menyematkan Blangkon (topi khas Jogja,red) kepada Yakobus Jano dan semua Tim dari kantor Pusat Kopdit Pintu Air diakhir acara Sosialisasi.

Penyematan Blangkon (Topi khas Jogja) kepada Tim Manajemen dan Pengurus Pusat Kopdit Pintu Air oleh Panji Nurbatin. Foto : Fortuna

Kau Susah Aku Bantu, Aku Susah Kau Bantu

Perintis Kopdit Pintu Air di Jogjakarta Guido Abong pada kesempatan itu mengatakan dirinya tertarik untuk mengembangkan sayap pelayanan Pintu Air bagi warga Diaspora NTT di Jogjakarta dan semua orang Jogja karena visi sosial. Dia ingin menolong lebih banyak orang agar sejathera lahir dan bathin.

“Saya kelahiran Flores dan sudah puluhan tahun menjadi warga Jogjakarta. Pertama saya tertarik karena ada visi sosial. Filosofi saling melayani dengan tagline “Kau Susah Aku Bantu dan Aku Susah Kau Bantu” itu sangat menggugah dan diterjemahkan sungguh oleh pengurus lewat aneka produk unggulan, kepedulian dan kecepatan pelayanan. Program-program unggulan Pintu Air bermanfaat untuk anggota sejak lahir, hidup, tua bahkan sampai mati dan meninggalkan warisan untuk anak cucu,” ujarnya

Adapun Unit pelayanan Cabang Jogjakarta dipusatkan di kantor sementara yang berada tak jauh dari LPP Hotel & Convention. Unit Pelayanan tersebut akan diperkuat oleh Guido Abong selaku perintis dan Lin Getan seorang staf Kasir dari kantor pusat untuk mempermudah pelayanan simpan pinjam kepada anggota di Jogja.

Perkuat 47 Cabang dan Buka Cabang Jakarta

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano dalam arahannya pada acara itu menegaskan komitmen Kopdit Pintu Air yang ingin menjadi jembatan pengubung sekaligus lembaga pemberdayaan ekonomi yang bisa melayani seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampe Marauke dan dari Miangnas sampe pulau Rote.

Dikatakan koperasi Pintu Air berkantor pusat di Kampung Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur dengan anggota lebih dari 235.000 orang saat ini. Koperasi itu sukses membuka 46 cabang dan 16 calon cabang di semua kabupaten di Propinsi NTT, Cabang Dompu Nusa Tenggara Barat, Cabang Makasar, Surabaya, Bali, Kalimantan Timur.

Saat ini kata Jano, Tim Pintu Air terus melebarkan sayap pelayanan dan sosialisasi di Jakarta, Menado, Balikpapan, Palangkaraya, Batam, Lampung hingga Aceh.

Dengan kekuatan  sistim  pelayanan cepat yang pro pada kepentingan anggota, mudah dengan jaminan pinjaman adalah harga diri anggota , Yakobus yakin Kopdit Pintu Air bisa jadi jembatan peningkatan ekonomi paling efektif bagi semua kalangan masyarakat di Indonesia.

Pose Bersama Pengurus dan Peserta Acara Sosialisasi di LPP Hotel & Convention, Jogjakarta, Minggu (14/7). Foto : Fortuna

Adapun kunjungan ke Jogjakarta kali ini adalah bagian dari Program Road Show Manajemen Kantor Pusat Kopdit Pintu  Air di pulau Jawa.  Sebelumnya Tim bertandang ke Jakarta dan bertemu dengan Kepala Penghubung NTT di Jakarta Viktor Manek untuk membahas rencana pembukaan kantor Cabang di Ibukota Jakarta. Tim juga bertemu Bambang Ismawan Pendiri Petani Pancasila Indonesia yang juga adalah pendiri Lembaga Bina Swadaya dan TRUBUS Group yang berpusat di Wisma Hijau Depok, Jawa Barat. Bambang Ismawan juga adalah salah satu tokoh CU sekaligus sahabat P.Albert Karim Arbi,SJ

Agenda lain di Jakarta yakni berdiskusi dengan Anggota Komisi I DPR RI  Dr. Andreas Hugo Parera,M.Si, dan Bertemu Pimpinan Manejemen PT.TransNusa Aviation Mandiri untuk pembahasan kerjasama dalam bisnis penerbangan bersama Meskapai TransNusa.

Sementara di Jogjakarta, selain acara tatap muka dengan puluhan anggota dan calon anggota Kopdit Pintu Air di Kota Jogjakarta, Manajemen Kantor Pusat juga bersilaturahmi dengan Diaspora NTT di Jojga tepatnya di Mabes Maumere-Jogja untuk bertemu dan mensosialisasikan Pintu Air kepada Ketua Mabes Bung Gaga Sallo Guevara dan puluhan orang pemuda mahasiswa asal NTT. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *