Menyulap Compang Ndejing Jadi Desa Wisata di Manggarai Timur

Salah Satu Spot menarik di kawasan Desa Wisata Compang Ndejing. Foto : Edy Dahal

Pariwisata di kabupaten Manggarai Timur, Flores, propinsi Nusa Tenggara Timur mulai bergairah lagi meski sedikit terhimpit oleh pesona Labuan Bajo yang makin mendunia. Aneka potensi wisata didaerah itu mulai dikembangkan seiring spirit kepemimpinan baru Manggarai Timur dibawah kendali Bupati Andreas Agas dan Wakil Bupati Stefanus.

Beberapa objek dan daya tarik wisata baik alam, budaya, bahari serta wisata minat khusus didaerah itu mulai dibenahi dan ditingkatkan promosinya. Tujuanya agar destinasi-destinasi wisata tersebut bernilai dan memberi bermanfaat lebih bagi masyarakat setempat.

Salah satu program yang kini  mulai dilirik Pemda Manggarai Timur yakni pengembangan desa wisata dan homestay. Kedua segmen ini diharapkan menjadi muara dari target pencapaian program pariwisata berbasis masyarakat yang kini tengah didorong pemerintah pusat.

Desa Compang Ndejing di Kecamatan Borong misalnya menjadi pilot project pengembangan program Desa Wisata. Meski belum di eskpose luar, desa itu memiliki beberapa magnet wisata unggulan.

Berada tak jauh dari pusat kota Borong, Desa ini memiliki daya tarik utama Pantai Ligota, bentang alam dan sejumlah situs sejarah budaya. Karakteristik masyarakat setempat juga mulai cakap dan familair dengan urusan pariwisata.

Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah desa setempat telah memulai menata pantai ini menjadi destinasi wisata unggulan bagi masyarakat desa Compang Ndejing dan sekitarnya.

Burung Camar yang senantiasa menghibur anda ketika beranjangsana ke pantai Compang Ndejing. Foto : Edy Dahal

Hal ini terbukti dari peningkatan fasilitas pendukung kepariwisatan di desa tersebut antara lain MCK, pembangunan tembok pembatas antara lahan sawah dari masyarakat serta memodifikasi areal tersebut menyerupai tangga yang menarik dan bernilai lebih dari sisi wisata.

Tembok pembatas yang panjangnya hampir 200 meter lebih ini bahkan dapat digunakan oleh wisatawan atau pengunjung untuk duduk sambil menatap keindahan lanskap laut Sawu yang begitu menakjubkan. Disana pengunjung juga dapat menikmati aneka aktivitas wisata pantai sembari merasakan similar angin pantai yang begitu menyejukan.

Tidak hanya itu, pemerintah desa Compang Ndejing dan warga setempat juga menata kawasan itu jadi lokasi wisata dengan kesan terbaik. Tampak beberapa pohon Ketapang yang dimodifikasi khusus seperti anakkan tangga yang bisa memberi kesan romantis bagi wisatawan yang beranjangsana. Ada beberapa fasilitas lain yang dibangun oleh pemerintah desa yakni jalan rabat beton serta pos penjaga di pintu masuk menuju pantai “Ligota Bich”

Falens Patut, seorang tokoh masyarakat desa yang dijumpai Fortuna dilokasi itu mengatakan bahwa selain fasilitas yang sudah dibangun oleh pemerintah desa, masih ada lagi fasilitas lain yang akan dibangun pada tahun ini yaitu sumber air bersih yang akan diambil langsung dari sungai Wae Laku atau Wae Musur.

Komitmen pemerintah desa untuk mengembangkan tempat wisata Pantai Ligota ini adalah komitmen bersama seluruh aparat desa dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan juga dukungan dari masyarakat desa Compang Ndejing tentunya. Kalau semua komponen bersinergi maka urusan pemberdayaan masyarakat desa berbasis pariwisata ini akan tercapai,” ungkap Falens yang aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat Desa itu

Panorama Pantai Pasir Putih yang sangat memikat. Foto : Edy Dahal

Kolam dan Tambak Yang memikat

Kegigihan pemerintah desa untuk mengelolah pantai Ligota,semuanya karena adanya peningkatan kunjungan dan antusias masyarakat yang mengunjungi tempat ini setiap hari Minggudan hari libur. Apa lagi ketika hari-hari raya besar seperti Natal, tahun baru, dan perayaan pekan suci (paskah) bagi umat kristian juga tak luput dikunjungi.

Oleh karena itu, harapan dari pemerintah desa kedepannya untuk mengelolah pantai ini supaya sebagian lahannya dikeruk untuk dibuatkan kolam atau tambak. Kehadiran kolam atau tambak itu dapat menambah daya pikat masyarakat mengunjungi pantai Ligota. Rencananya pemerintah desa juga akan membuat jembatan gantung yang melintangi di atas kolam,” ujar Frans seorang warga lain.

Salah satu pengunjung Roby Ganus berharap pemerintah desa Compang Ndejing untuk mengelola pantai Ligota menjadi desa wisata.

“Pemerintah desa tidak harus sendiri dalam penataan pantai ini untuk menjadi tempat wisata unggulan di Manggarai Timur. Pemerintah dan masyarakat harus pro aktif. Sehingga cita-cita menjadikan desa Compang Ndejing sebagai desa wisata dapat terwujud,” kata Roby.

Beberapa potensi lain yang dimiliki oleh pantai Ligota yang dipantau oleh Fortuna adalah hamparan Sawah miliki warga desa Compang Ndejing, Kolam Ikan, kebun pisang dan juga kebun jagung yang ada dipinggir jalan menuju pantai Ligota.

Akses Jalan ke pantai yang dibangun Pemerintah desa di Pantai Ligota. Foto : Edy Dahal

Untuk akses menuju ke pantai Ligota, pengunjung dari kota Borong dapat mengendarai Sepeda Motor, Mobil dan atau naik angkut umum. Waktu tempuh dari kota Borong menuju Pantai Ligota 15 sampai 20 menit dengan jarak 8 kilo meter. Namun, pengunjung tetap hati-hati karena keadaan jalan menuju tempat ini sebagian masih butuh perbaikan. Beberapa titik sudah rusak dan butuh perhatian intens dari pemerintah. (edydahal/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *