Desa Wisata Koanara, Destinasi Wajib Bagi Traveller di Ende Flores

Rumah Adat Moni Koanara, Ende Flores. Foto : Fortuna

Moni Koanara berada dalam wilayah administrasi Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Desa yang terletak di kaki gunung Kelimutu tersebut merupakan salah satu desa di propinsi NTT dengan daya tarik wisata yang mumpuni

Desa Koanara bahkan sejak berpuluh-tahun telah menjadi tempat favorit persinggahan bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Sejak tahun 1980-an desa ini ramai dikunjungi turis. Pemerintah propinsi NTT dan Pemerintah kabupaten Ende akhirnya menetapkan Koanara sebagai Desa Wisata

Selain daya tarik utamanya Danau Kelimutu yang kesohor itu, rumah adat Koanara dan perkampungan warga menjadi magnet yang wajib dieksplor. Rumah adat ini mempunyai bentuk yang unik, juga menarik untuk diamati, terutama atapnya yang sampai menyentuh tanah. Atap tersebut terbuat dari ilalang. Jika dilihat secara detail kita bisa menemukan tiga jenis rumah yang berbeda yaitu rumah baku, rumah tinggal, dan lumbung padi.

Rumah baku adalah rumah yang digunakan untuk menyimpan tulang-belulang milik para leluhur, rumah lumbung padi adalah tempat penyimpanan hasil panen sawah, rumah tinggal adalah rumah yang dapat di tempati, dengan lambang kepala kerbau yang terdapat di depan pintu rumah.

Jejeran Cottage dan Homestay di Moni. Foto : Fortuna

Tidak hanya itu, kawasan Desa Wisata Koanara yang berada di bawah kaki gunung kelimutu ini ternyata juga menyimpan banyak potensi wisata yang wajib anda kunjungi, seperti air terjun Murundao, suasana perkampungan dan Agrowisata Moni, dan situs rumah adat Moni Koanara. Corak kehidupan masyarakat desa disini memang unik dan wajib Anda ketahui.

Warga Lokal Jadi Pemain Utama

Sebagai Desa Wisata, para pemuda desa yang menjadi penggerak perekonomian desa berbasis pariwisata terus bahu membahu dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat (Mosalaki) dan segenap warga untuk terus menata, memetahkan dan menggerakan berbagai organ untuk menjadikan Koanara sebagai Desa Wisata yang benar-benar tumbuh dan berkembang maju dari aspek kepariwisataan.

Ketua Desa Wisata Yanto Wangge (kiri) dengan Kepala Desa Koanara dan Mosalaki Koanara di bale-bale rumah adat Koanara. Foto : Fortuna

“Kita bersyukur Tuhan berikan surga itu bagi warga masyarakat Moni Koanara. Alam yang indah, lahan pertanian yang subur dan jadi pusat pengembangan agrowisata. Kita juga punya tradisi budaya yang khas dan tentunya kehidupan masyarakat yang harmonis dan ramah dengan siapapun. Tugas kita adalah mengelola semua potensi wisata yang ada untuk meningkatkan ekonomi bagi diri, keluarga serta turut memajukan daerah dan bangsa,” papar Ketua Desa Wisata Koanara, Yanto Wangge kepada Fortuna di Moni.

Hal yang menarik dan patut dibanggakan bagi dari Desa Wisata ini yakni kerjasama semua pihak. Mereka gencar menata desa wisata ini sesuai potensi dan karakteristiknya. Mayoritas masyarakat di desa wisata ini terlibat aktif membangun ekonomi desa berbasis pariwisata. Mereka tidak ingin menjadi penonton tetapi mereka juga sebagai pelaku wisata.

“Disini semua anak muda bergerak dan terus digerakan untuk berusaha dan fokus mengembangkan usaha-usaha ekonomi produktif berbasis pariwisata. Ada usaha cafe, rumah makan, restoran, homestay, hotel dan aneka usaha jasa lainnya. Prinsip kita hanya satu yakni menjadi pemain di kampung sendiri,”tegas Yanto optimis

Personil MOPI’s Cafe, salah satu pusat hiburan terbaik di Moni. Foto : Fortuna

Fasilitas Akomodasi

Boleh dibilang Desa Koanara adalah salah satu desa dengan gelait pertumbuhan pariwisata terbaik. Mengandalkan magnet dan daya tarik wisata utama Danau Kelimutu, desa ini tumbuh cepat.Masyarakat lokal benar-benar menjadikan Kelimutu dengan tingkat kunjungan wisatawan yang tinggi itu sebagai pemicu untuk membangun ekonomi rumah tangga dan berbagai industri berbasis pariwisata.

Fasilitas akomodasi hotel restoran tumbuh subur. Data tahun 2019 menunjukan jumlah hotel, home stay, pusat hiburan, cafe dan  amenitas lainnya terus tumbuh. Tingkat kesadaran dan dukungan masyarakat juga terpantau sangat tinggi untuk menjadikan pariwisata sebagai lokomotif  pergerakan ekonomi desa

Suasana Desa dan Daniel Lodge, Homestay milik Ketua Desa Wisata yanto Wangge. Foto : Fortuna

Di desa wisata ini juga tersedia deretan kafe yang menawarkan berbagai jenis makanan dan minuman khas Nusa Tenggara Timur, ada sopia dan DW, yang bisa menghangatkan tubuh anda di kampung yang dingin ini sambil menyaksikan live musik yang dimainkan oleh pemuda-pemuda kreatif desa setempat.

Setelah puas menikmati potensi wisata di desa ini, anda tidak perlu jauh-jauh mencari tempat penginapan karena di kampung moni juga, tersedia berbagai macam penginapan yang pemandangannya langsung tertuju pada areal persawahan desa moni.

Danau Kelimutu, Magnet Wisata dan Penopang utama kehidupan ekonomi masyarakat desa Koanara. Foto : Fortuna

Suasananya begitu nyaman, sehingga membuat anda betah dan ingin semakin lebih lama lagi berada di desa ini. Ingin merasakan indahnya ciptaan Tuhan yang hanya ada di indonesia, khusnya di Kabupaten Ende-Flores Nusa Tenggara Timur, yukkkk travelling… (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *