Mulai Hari Ini TransNusa Terbangi Rute Internasional Kupang – Dili, PP

Pesawat TransNusa ATR72-600. Foto : Fortuna

Setelah sukses melebarkan sayap bisnis pada rute-rute domestik di Propinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan beberapa kota di Kalimatan dan Jawa, kini Meskapai penerbangan TransNusa  membidik rute internasional dari Kupang, Indonesia  ke  Dili, Timor Leste

Rute baru tersebut mulai efektif pada hari ini, Kamis 14 Juni 2019. Pesawat TransNusa akan terbang dari Bandara Internasional El Tari di Kupang pada pukul 08.45 WITA dan tiba di Bandara Nicolau Lobato, Dili pukul 10.45 waktu Dili, Timor Leste. Sedangkan keberangkatan dari Dili dijadwalkan pukul 11.15 waktu Dili dan Tiba di Kupang pukul 11.15 WITA.

Rute baru TransNusa ke kedua kota ini akan dilayani dengan frekuensi dua kali seminggu pada setiap hari Senin dan Jumad dengan jam yang sama mengunakan pesawat ATR 72-600 dengan kapasitas 72 seat.

Pembukaan rute internasional ini  adalah bagian dari upaya nyata TransNusa meningkatkan konektivitas udara antara kedua negara. Hal ini juga untuk mendukung kerjasama ekonomi dan pariwisata di Kupang dan Dili yang saat ini sedang tumbuh.

Risnandi Saepurachman. Foto : Istimewa

Direktur Utama TransNusa Aviation Mandiri, Risnandi Saepurachman mengatakan pembukaan rute baru Kupang-Dili tersebut setelah melihat prospek yang cukup baik.

Dengan banyaknya permintaan dari pelanggan maka kami memutuskan untuk  melayani rute penerbangan Kupang – Dili,PP yang efektif mulai tanggal 14 Juni 2019,” ujarnya dalam rilis yang diterimah Fortuna, Rabu (13/6)

Pembukaan rute ini juga kata Risnandi merupakan peristiwa bersejarah  bagi manajemen TransNusa.

Dia berharap rute baru ini efektif dalam memobilisasi masyarakat dapat terlayani dengan baik khususnya di willayah Kota Kupang ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia dengan kota Dili, Negara Timor Leste.

Untuk diketahui TransNusa adalah sebuah meskapai yang sudah lama beroperasi dan melayani masyarakat di propinsi Nusa Tenggara Timur. Meskapai ini hadir di NTT sejak tahun 2007 atau 12 tahun lalu dan hingga kini tetap setia melayani NTT.

Boleh dikatakan TransNusa sebagai satu-satunya meskapai yang pertama membuka isolasi udara di NTT bahkan disaat kondisi ekonomi dan pariwisata NTT lagi sulit atau belum maju seperti saat ini.

DPRD NTT Wacanakan Subsidi

Terhadap komitmen manajemen TransNusa yang setia melayani masyarakat NTT bahkan  kini secara meyakinkan membuka rute internasional Kupang- Dili, PP itu mendapat apresiasi dan dukungan dari kalangan DPRD NTT

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Patrisius Lali Wolo. Foto : Fortuna

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT Patrisius Lali Wolo mengatakan rute internasional Kupang-Dili,PP yang dimotori TransNusa merupakan langkah yang tepat.

TransNusa katanya telah menjawabi kegamangan akses transportasi udara yang menghubungkan Kupang-Dili dan bahkan Darwin sebagaimana program segitiga pertumbuhan ekonomi dan kerjasama selatan-selatan yang selama ini digagas pemerintah.

“Kita berterimaksih kepada Transnusa yang berani membuat terobosan ini. Kita apresiasi dan beri dukungan supaya kerjasama pertumbuhan ekonomi, sosial budaya dan lintas sektor terjalin kian baik antar Kupang, NTT  dan Dili Timor Leste. Akan ada percepatan,” ujarnya kepada Fortuna belum lama ini.

Dia berharap rute internasional ini dilayani rutin tentu dengan berbagai pertimbangan bisnis, trend kemajuan pariwisata dan ekonomi.

Soal kemungkinan load factor yang masih kecil diawal, Patris meminta kepada pemerintah untuk melakukan kajian, dukungan dan bila perlu diberikan subsidi.

“Terobosan dari manajemen TransNusa ini luar biasa. DPRD tentu Dukung. Kita juga minta pemerintah harus proaktif  ketika swasta sudah mulai hadir mendukung kebijakan pemerintahan Gubernur Victor Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi untuk meningkatkan akses transportasi udara dan mendorong kerjasama Selatan-Selatan,” tegas Patris yang adalah anggota Fraksi DPI Perjuangan ini.

Baginya konektivitas antar kota di propinsi NTT dan juga antara Kupang dan Timor Leste sangat penting.  Dan kalau memang dibutuhkan subsidi ya harus bisa dilakukan agar rute ini dilayani secara rutin tanpa ragu. Daripada “membujuk” meskapai-meskapai lain yang hingga saat ini belum berani, lebih baik pemerintah merespon langkah nyata TransNusa ,’katanya lagi.

Anggota DPRD dari Dapil NTT V yang meliputi Nagekeo, Ngada , Sikka dan Ende tersebut mengatakan kemudahan akses udara saat ini merupakan kebutuhan dan kerinduan seluruh masyarakat NTT. Hal ini dikarenakan bepergian menggunakan pesawat sudah menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari oleh karena berbagai alasan.

Bahkan seiring dengan trend perekonomian yang membaik maka bepergian dengan pesawat bukan hanya jadi kebutuhan para elit semata tapi sudah jadi moda tranportasi masal yang paling efektif.

Kadispar NTT, Ir. Wayan Dermawan,MT. Foto : Fortuna

Kepala Dinas Pariwisata Propinsi NTT, Ir.Wayan Darmawa,MT secara terpisah kepada Fortuna mengatakan hadirnya koneksi internasional langsung yang dipelopori Meskapai TransNusa merupakan angin segar dan sebuah langkah berani yang sangat diapresiasi ditengah gencarnya pemerintah propinsi NTT mendorong percepatan pembangunan pariwisata.

“Jadi Timor Leste adalah pangsa pasar wisatawan mancanegara yang tercatat paling tinggi minat kunjungannya ke NTT. Kendati memang berdekatan secara administrasi dan geografis tapi selamai ini kita masih mengandalkan kunjungan wisatawan Timor Leste ke NTT Indonesia melalui jalur darat.

Dengan hadirnya rute Internasional bersama TransNusa ini maka ada pilihan bagi wisatawan ke NTT melalui jalur udara,” ujarnya.

Kita yakin rute ini sangat efektif dan akan terus disupport sehingga kerjasama lintas sektor sebagaimana yang digagas pemerintah propinsi NTT baik dari sisi pariwisata ekonomi sosial budaya dan sebagainya bisa terwujud lebih maksimal. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *