Listrik di Kawasan Pantai Oetune Segera Terhubung Meski Wisatawan Tak Peduli

Suasana Pengunjung ke Pantai Oetune, Kamis, (6/6). Foto : Fortuna

Panorama dan magnet wisata Pantai Oetune di Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) selalu mengudang decak kagum. Garangnya ombak lepas pantai dan keindahan pasir putih dikawasan itu kian menghipnotis wisatawan lokal maupun demestik. Sayangnya pesona itu terkendala aliran listrik meski semua fasilitas dan daya dukung destinasi wisata tersebut nyaris lengkap dibangun.

Pantauan Fortuna pada Kamis, (6/6), jaringan listrik telah terpasang. Tiang dan kabel listrik sudah terkoneksi hingga memasuki areal pantai. Semua bangunan fasilitas di destinasi wisata tersebut juga sudah terinstalasi jaringan listrik namun belum ada aliran. Ada 19 lopo, los kuliner, ruang ganti dan MCK, gedung sanitasi, rumah doa, 3 unit  cottage, pos masuk hingga los cinderamata dan jualan masyarakat telah dibangun dengan megah.

Ketiadaan aliran listrik dikawasan itu sekilas tidak mengurungkan niat pengunjung untuk terus membanjiri pantai itu saat akhir pekan ataupun hari libur. Hal ini dikarenakan Pantai Oetune telah menjadi destinasi wisata alam favorit bagi warga TTS juga warga Kota Kupang Ibukota Propinsi NTT.

“Benar-benar jadi pilihan. Tidak cape-cape menempuh perjalanan ratusan kilo dari Kupang kesini. Pantainya bersih, tertata baik dan memang indah. Meski aliran listrik belum ada kami tetap enjoy pantai ini karena alamnya keren,” papar Sulaiman seorang pengunjung asal Bima yang datang ke Oetune bersama keluarganya.

Soal Pesona Oetune, Sulaiman mengatakan dia sudah mengetahui keindahan pantai itu terutama keindahan ombak dan pasir putihnya, namun  belum ada waktu yang pas karena dia harus bekerja. “Kebetulan pas lebaran saya ajak semua keluarga berkunjung kesini,”ungkapnya lagi

Los Permanen Kuliner yang sudah dibangun tahun 2019 tetapi belum digunakan karena ketiadaan listrik. Foto : Fortuna

Harus diakui, tingginya arus kunjungan ke Pantai Oetune tersebut juga memberi manfaat ekonomi yang sangat besar bagi warga sekitar.

Ny.Eva seorang pedagang kaki lima yang berjualan dilokasi itu mengaku sangat senang karena terus dipadati pengunjung setiap hari terutama hari Sabtu dan Minggu. Bahkan dalam seminggu liburan Lebaran ini, usaha dagangannya laku keras dan ramai dibeli pengunjung.

“Senang pak, sudah 6 hari sejak hari Sabtu lalu ribuan pengunjung datang kesini. Dagangan kami laku. Hari lain juga banyak tetapi tidak seperti ini,’ ungkap Eva yan berjualan makan ringan dan buah kelapa muda itu.

Meski demikian, Ia mengeluh karena belum adanya sambungan listrik langsung ke lokasi pantai sehingga dia masih jualan dirumah gedek yang kurang nyaman. Padahal Ia juga berencana membuka usaha kuliner yang lebih baik jikalau instalasi listrik yang sudah dipasang itu alirannya tersambungkan.

Apalagi katanya los kuliner, los jualan yang standar dan semua fasilitias itu sudah dibangun dari tahun lalu. Bila tidak dipakai karena ketiadaan listrik dikuatirkan bisa jadi mubazir,”ungkapnya

Keluhan warga ini mendapat respon positif pemerintah daerah. Kepala Dinas Pariwisata TTS, Yosias T.Tallo ketika dikonfimasi Fortuna (7/6) mengatakan pemerintah sudah melengkapi areal itu dengan fasilitas yang hampir sempurna. Tujuannya memberi pelayanan prima dan rasa anyaman  bagi pengunjung ketika berkunjung dan menikmati pesona wisata di Pantai Oetune.

Kadispar TTS, Yosias Tian Tallo. Foto : Fortuna

Satu kandala yang kini masih dihadapi pemerintah yakni belum tersambungnya aliran listrik meski proses instalasi jaringan sudah masuk hingga ke kawasan Oetune. Meski bertahap, koordinasi dengan pihka PLN terus dintensifkan pemerintah.

Dia Berharap dalam waktu dekat aliran listrik segera tersambungkan sehingga semua layanan kebutuhan wisatawan di Oetune bisa lebih memadai dan warga sekitar juga bisa merasakan langsung hadirnya sebuah destinasi wisata standar yang dibangun pemerintah untuk menopang usaha ekonomi setempat.

“Ini Juga Komitmen Bapak Bupati dan Wakil Bupati TTS. Memang semua fasilitas hampir lengkap. Kita inginkan Oetune menjadi pilot project penataan sebuah destinasi. Kami terus berkordinasi dengan harapan aliran listrik segera masuk. Dengan demikian suasana layaknya sebuah destinasi wisata unggulan bisa juga dirasakan di Pantai Oetune. Kita harapkan dalam waktu dekat. Mohon dukungan semua pihak ya,”ungkap Tallo singkat.

Untuk diketahui, pantai Oetune merupakan satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten TTS. Pantai ini bisa dijangkau dari Kupang Ibukota Propinsi NTT selama kurang lebih 3 jam atau sekitar 1,5 jam dari SoE Ibukota Kabupaten TTS. Akses jalan hingga ke Pantai Oetune sangat memadai hotmiks dan dipastikan nyaman menyenangkan dengan semua jenis kendaraan.

Benar bahwa Oetune punya daya tarik wisata yang sangat kuat dan memang indah. Kalau ditata dengan serius, dijaga kebersihannya  maka  bisa menjadi pantai terbaik di Nusa Tenggara Timur. Letaknya yang tak jauh dari Kupang ibukota propisi NTT menjadi alasan mengapa pantai itu harus dikelola secara profesional dan menjadi sumber PAD dan peningkatan ekonomi rakyat sekitar. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *