Sulitnya Akses Laut ke Sabu, Festival Kelabba Madja Diundur ke Bulan September

Suasana Pelabuhan Seba. Foto : Fortuna

Kegiatan akbar Festival Kelabba Madja di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur yang rencananya dihelat pada tanggal 9-12 Juli 2019 diundur ke bulan September pada tanggal yang sama. Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke melalui telepon selulernya kepada Fortuna, (8/5/2019) mengatakan penundaan itu dikarenakan pertimbangan gelombang laut yang biasanya tinggi memasuki bulan Juli pada setiap tahunnya.

“Kita ingin agar event akbar ini dihadiri oleh banyak tamu undangan dan wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun berdasarkan pengalaman pada setiap bulan Juli ombak di perairan Sabu sangat tinggi dan mengakibatkan akses kapal cepat maupun fery lambat sulit menyinggahi Sabu. Inilah pertimbangan kita untuk digeser ke bulan September,” ujar  Bupati Nikodemus

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke

Dengan mempertimbangkan aspek cuaca yang akan berdampak pada akses transportasi laut ke Sabu yang kemungkinan sulit tersebut maka pihaknya menggelar Rapat Bersama segenap stakeholders dan memutuskan menggeser kegiatan dimaskud pada Bulan September.

Dia berharap event tersebut persiapan juga dapat dilakukan lebih matang sehingga Festival tersebut dapat digelar lebih meriah semarak dan sukses yang dihadiri banyak tamu undangan dari luar Sabu Raijua.

Untuk diketahui, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur kian populer pasca Kelabba Madja menjadi nominator Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2018. Kellaba Madja adalah sebuah destinasi wisata  alam terbaru dari NTT yang menyabet juara pertama kategori Surga Tersembunyi Terpopuler menyisihkan puluhan pesaingnya.

Predikat itu seakan menjadi energi baru bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sabu Raijua untuk terus memperkenalkan Kelabba Madja sebagai destinasi wisata unggulan. Usai memenangi ajang API 2018 tersebut dikabarkan wisatawan lokal, domestik dan mancanegara berbondong-bondong berkunjung ke objek wisata yang terletak di Kecamatan Hawu Mehara itu.

Realitas ini membuat pemerintah daerah setempat tidak tinggal diam. Mereka terus bergerak menata spot wisata alam itu menjadi sebuah destinasi yang standar dan layak dikunjungi. Lokasi tersebut sudah dipasang papan nama (spot fotogenic) yang disponsori Bank NTT. Papan nama ini semakin melengkapi kebutuhan foto booth para pengunjung dilokasi itu.

Komitmen Kembangkan Pariwisata Sabu Raijua dan Pertajam Branding

Pada kesemaptan yang berbeda, Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke mengatakan pada masa pemerintahannya, dia bertekad memberi perhatian lebih pada pengembangan sektor pariwisata. Pagelaran Festival Kelabba Madja bertujuan mengangkat potensi pariwisata di daerah itu ke pentas nasional dan dunia.

Pesona Kelabba Madja pada Bulan Nopember 2018. Foto : Fortuna

“Kita harapa ini jadi event pertama yang diadakan untuk mendorong kepariwisataan di Sabu Raijua. Kelabba Madja adalah alam terindah anugerah Tuhan untuk Sabu Raijua dengan bukit warna-warninya,” kata Nikodemus belum lama ini

Dikatakan Kelabba Madja menyajikan keindahan alam perbukitan yang rupawan dengan warna-warni stalagtit yang melengkapinya. Disana juga ada beberapa bongkahan batu berwaran merah maron yang menakjubkan, makin memikat mata, unik dan jarang ditemukan di daerah lainnya.

FKM diharapkan memperkuat branding Kellaba Madja. Banyak mata acara pendukung yang akan digelar dalam satu rangkaian tema besar festival ini.

Festival tersebut akan dipusatkan di Bukit Kelabba Madja dan diisi dengan berbagai atraksi budaya diantaranya Ledo Masal, Pahere Jara serta peiu mana. Festival ini  juga dipastikan menjadi momentum istimewa bagi para pengunjung  karena akan diajak terlibat dan menikmati bersama tarian tradisional masal khas Sabu Raijua “Padoa” yang akan diperagakan oleh 1000 orang penari.

Informasi yang diterima Fortuna menyebutkan gelar event sepekan itu akan dihadiri oleh tamu-tamu dari luar daerah termasuk beberapa wisatawan asing. Pemerintah dan Event Organizer berencana memadukan event ini dengan program Adventure atau sport tourism yang mengeliling destinasi-destinasi wisata di pulau Sabu dan Raijua

Tujuanya untuk  mengajak tamu dan pengunjung serta siapa saja yang hadir dalam event itu mengeksplorasi pesona wisata Sabu Raijua baik dari sisi pesona alamnya, bahari, budaya, sejarah dan beberapa spot wisata minat khusus.

Satu Unit Kapal Fiber yang siap melayani warga rute Seba-Raijua. Foto : Fortuna

Kita akan perkenalkan keindahan Pantai Liae, Pantai Napae, Kampung Adat dan Megalitik Namata, Kampung adat Kujiratu, Istana Kerajaan Tenihau, serta beranjangsana ke Gua Alam Mabala, Gual Liaemadira, menikmati wisata sejarah sumur madja dan tapak kaki Gajah Mada serta menikmati pesona wisata di Pulau Raijua, “ujar Nikodemus

Event ini juga kata dia akan memberi semangat bagi pemerintah daerah untuk terus membenahi dan menata infrastruktur pendukung seperti akses jalan, listrik air dan telekomunikasi serta penataan fasilitas di destinasi-destinasi unggulan dan lain sebagainya.

“Selain mengangat promosi wisata Sabu Raijua kita harapkan melalui festival ini maka destinasi wisata Kelabba Madja menjadi branding baru yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Sabu Raijua. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *