Desa Wisata Fatumnasi dan Pendampingan Mahasiswa Jurusan Pariwisata PNK

Rombongan Mahasiswa Jurusan Pariwisata, Para Dosen PNK pose bersama Warga Desa Wisata Fatumnasi di kawasan itu belum lama ini. Foto : Istimewa

Desa Wisata adalah satu program paling nyata yang kini digenjot pemerintahan Presiden Joko Widodo. Program ini dipandang efektif karena memberi ruang percepatan peningkatan dan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan masyarakat di desa berbasis pariwisata.

Secara nasional ditargetkan kurang lebih 2000 desa wisata yang jadi pilot project yang digawangi Kementerian Pariwasata bekerjasama dengan lintas sektor. Pengembangan desa wisata tentu dimaksudkan untuk menciptakan rantai nilai ekonomi berbasis kearifan lokal dan keunggulan komparatif desa.

Dunia kampus terutama Kampus-Kampus Vokasional  yang memiliki jurusan pariwisata didorong untuk membantu pemerintah dalam hal ini menyiapkan SDM dan tenaga vokasional yang bisa menjadi pemicu sekaligus pendamping guna bersama warga desa mengembangkan desa- desa wisata.

Pesona Wisata Sepanjang Jalan Menuju Fatumnasi. Foto : Fortuna

Untuk alasan itulah maka kehadiran 32 mahasiswa Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang (PNK) bersama 7 tenaga dosen dari Politeknik Negeri Kupang, tanggal 21-23 Mei 2019 di Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) patut mendapat apresiasi.

Dipahami bahwa melalui kegiatan ini, para mahasiswa PNK tidak hanya ingin cakap menguasai ilmu kepariwisataan “diatas kertas” di kampus tetapi mau berbagi dan menerapkan ilmu itu langsung kepada warga di kawasan desa wisata itu.

Kunjungan rombongan mahasiswa Jurusan Pariwisata PNK ini berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 21hingga 23 Mei 2019. Beberapa kegiatan yang mereka lakukan mahasiswa yakni Sosialisasi Sadar Wisata, Pelatihan dan praktek pengelolaan homestay berkelanjutan, Pameran kuliner dan souvenir lokal serta menggelar Pertunjukan musik dan tarian daerah .

Kegiatan yang mengusung tema Pengembangan Desa Wisata Berbasis Pendampingan Dalam Rangka Fasilitasi Pelatihan Masyarakat Desa Wisata itu dipimpin oleh Ketua Jurusan Pariwisata PNK, Sari Bandaso Tandilino,SE.,MM. Hadr pula Ny.Arum Damarintyas,S.Sos selaku Deputi Pengembangan dan Kelembagaan Kemenpar RI beserta 3 orang staf dari Kementerian Pariwisata RI

Dalam rilisnya kepada Fortuna, Ketua Jurusan Pariwisata PNK, Sari Bandaso Tandilino,SE.,MM mengatakan bahwa kegiatan itu adalah bagian dari dukungan program pengembangan pariwisata sebagi prime mover perekonomin di NTT berbasis desa wisata.

“Jadi tugas dari perguruan tinggi juga adalah dalam mendukung percepatan pengembangan 7 (tujuh ) destinasi wisata baru oleh Gubernur Victor B. Laiskodat dimana Desa Fatumnasi sebagai salah satu dari lokasi tersebut,” ujar Sari Bandaso.

Dikatakan, PNK dengan Kemenpar telah melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dimana untuk wilayah NTT telah dilakukan MoU bersama antara Kementerian Pariwisata dengan Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang pada tanggal 25 Februari 2019 di Hotel Sultan Jakarta. MoU ini lebih paa kerjasama untuk melakukan pendampingan pengembangan desa wisata di NTT selama 3 tahun ke depan.

Nah, sebagai tindak lanjut MoU tersebut maka langkah awal telah diadakan kegiatan di Desa Fatumnasi berupa pengembangan desa wisata berbasis pendampingan selama 3 hari, “ ujarnya

Adapun tujuan  yang ingin dicapai katanya yakni percepatan pembangunan desa wisata secara kuantitas dan kualitas, berdaya saing dan berkelanjutan. kegiatna tersebut juga berkaitan erat dengan optimalisasi pengabdian masyarakat dan penelitian Dosen Jurusan Pariwisata PNK.

Bonsai Alam di Fatumnasi yang usianya sudah ratusan tahun. Foto : Ist

Sementara Deputi Pengembangan dan Kelembagaan Kemenpar RI, Ny.Arum Damarintyas,S.Sos mengatakan Kementerian Pariwisata RI bertekad mempercepat program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui desa wisata.  Banyak desa di Indonesia yang memiliki karakteristik tersendiri dan potensi ekonomi cukup besar berbasis pariwisata namun belum maksimal dikembangkan.

Dikatakan Arum, desa wisata memerlukan bantuan berbagai pihak dalam konteks pemberdayaan dari pemerintah sebagai fasilitator dan perguruan tinggi sebagai pelaksana teknis dilapangan. Untuk itulah Kemenpar menggandeng PNK Kupang dalam 3 tahun kedepan untuk mempercepat capaian target nasional sebanyak 2000 desa wisata.

Untuk diketahui, Fatumnasi sebuah kawasan ekowisata yang terletak di Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan satu dari 7 destinasi prioritas propinsi NTT. Kawasan itu adalah areal puncak yang indah dan memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat membanggakan.

Dari sisi pariwisata, Fatumnasi strategis bagi kepentingan pengembangan ekowisata karena daya tariknya yang tinggi. Warga sekitar bahkan kini telah “menyulapnya”  menjadi sebuah desa wisata yang didukung penuh pemerintah desa.

Sanggar Seni Budaya yang diasuh oleh Matheos Anin,Warga Fatumnasi. Foto : Fortuna

Selain menikmati pesona hutan dan keanekaragaman hayatinya, warga sekitar juga mengembangkan industri kreatif rumah tangga berupa tenun ikat, usaha homestay dan juga sanggar seni budaya. Banyak produk-produk kerajinan, kuliner dan bahkan hasil panen yang bisa dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata ini.

Satu kekayaan ekosistem yang ada didalam kawasan Fatumnasi ini yakni hutan bonsai alam yang umurnya sudah mencapai ratusan tahun.

Fatumnasi juga menjadi kawasan penyangga dan sumber kehidupan  warga di Pulau Timor. Lokasi itu selalu menjadi lokus studi ilmiah dan penelitian tentang isu lingkungan dan pertanian. (tim/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *