Diaspora Maluku di Kupang Kenang Heroisme Perjuangan Pattimura

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menyalahkan Obor Mengenang 202 Tahun Perjuangan Kapitan Pattimura di Alun-Alun RRI Kupang. Rabu, (15/5). Foto : Marius Jelamu

Napak tilas dan peringatan 202 Tahun perjuangan pahlawan nasional asal Maluku, Kapitan Pattimura, diperingati warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur asal Ambon – Maluku, Rabu (15/5/2019).

Dalam nuansa kebersamaan dan kesederhanaan, acara peringatan 202 tahun Patimura itu digelar di Pelataran Studi RRI Kupang dan dihadiri langsung Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

Adapun kegiatan yang digelar Diaspora Maluku di Kupang tersebut adalah bentuk penghargaannya terhadap heroisme perjuangan Pattimura.

Tahun ini kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Perayaan Bulan Suci Ramadan 1440 H. Semangat Nasionalisme perjuangan Kapitan Pattimura yang berani, jujur, setia dan rela berkorban bagi bangsa dan negara inipun diharapkan dapat menjadi teladan merajut perdamaian dan keharmonisan umat beragama, dalam komitmen ‘hidup orang basudara’ dalam kemajemukan sosial, bersatu, maju membangun bangsa dan negara.

Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat dalam sambutannya Gubernur Viktor mengharapkan agar inspirasi, semangat dan jiwa patriotisme Kapitan Pattimura menjadi dasar pijak kita semua dalam membangun ke-Indonesiaaan kita terutama membangun NTT.

Gubernur dan Para Tokoh Maluku di Kupang Menikmati Rangkaian Acara. Foto : Marius Jelamu

Pattimura dengan semangat kepahlawanannya serta jiwa heroismenya yang luar biasa mengangkat senjata mempertahankan tanah airnya mempertahankan martabat bangsanya dari penjajahan Belanda.

Cita-cita perjuangan Pattimura harus menjadi spirit bersama terutama dalam upaya membangun NTT, mengubah stigma NTT sebagai daerah miskin dan tertinggal,” papar Viktor sebagimana dikutip dari Postingan FB Karo Humas Setda NTT, Dr.Marius Jelamu,M.Si.

Viktor  meminta warga NTT asal Maluku harus menjadikan spirit Pattimura menjadi spirit di dalam membangun NTT. Saat ini kita sedang berjuang menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan income per kapita kita, meningkatkan kualitas pendidikan dan derajat kesehatan dan sebagainya, ujarnya.

Ia menguraikan bahwa musuh Indonesia saat ini bukan lagi penjajah tetapi kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, gizi buruk dan pendidikan yang rendah. Semua itu hanya bisa dilawan dengan bekerja keras, penuh disiplin serta memiliki tekad yang kuat untuk berubah.

“Saya memberikan apresiasi kepada warga Maluku yang tidak lupa dengan jasa Pahlawan Patimura. Ini adalah moment untuk kalian melakukan refleksi terhadap semua jejak perjalanan hidup Pattimura dan menjadikannya spirit yang menjiwai seluruh perjuangan hidup dalam membangun diri, keluarga, NTT dan Indonesia pada umumnya.

Penampilan Tarian Khas Maluku. Foto : Marius Jelamu

Pada kesempatan ini Gubernur Viktor didaulat utk menyalakan Obor simbol perjuangan dan jiwa patriotisme Pattimura. Berbagai atraksi budaya dan seni ditampilkan dalam kegiatan yg dihadiri oleh ratusan warga NTT asal Maluku dan disiarkan secara langsung oleh RRI Kupang. Hadir beberapa tokoh Maluku dan Dispora Maluku di Kupang. (tim/humas42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *