Gubernur Viktor Minta Pengembangan Pelabuhan Marapokot Didahulukan

Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Ketua DPRD Anwar Puageno. Foto : Belmin

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat mendorong pengembangan pelabuhan laut marpokot didahulukan dari rencana pembangunan bandara Surabaya II.  Hal tersebut disampaikanya dalam pertemuan dengan sejumlah Forkompimda kabupaten Nagekeo di aula sekda Nagekeo, Rabu (01/05/2019).

Menurutnya pemgembangan pelabuhan dapat berdampak langsung pada roda perekonomian masyarakat khususnya para Usaha Mikro Menengah (UKM). Baginya, letak kabupaten Nagekeo yang strategis yaitu berada ditengah-tengan pulau flores tentu memberi keuntungan tersendiri terhadap sejumlah roda perekonomian masyarakat.

Bandara juga baik, tapi coba didorong untuk pengembangan pelabuhan laut Marapokot didahulukan. Karena pelabuhan laut bersentuhan langsung dengan roda perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat nagekeo dan flores pada umumnya”,ungkapnya.

Viktor juga menargetkan pada tahun 2023 untuk segela menyelesaikan pembangunan maupun perbaikan jalan raya yang menjadi kewenangan pemerintah propinsi demi mendukung roda perekonomian masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Kita juga berupaya untuk segera melakukan pembangunan dan perbaikan jalan-jalan yang menjadi tanggung jawabnya pemprov sehingga ini bisa mendukung roda perekonomian masyarakat NTT”,jelasnya.

Para peserta pertemuan menyimak sungguh pembicaraan Gubernur. Foto : Belmin-Fortuna

Sementara Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do pada kesempatan itu mengungkapkan pentingnya pebaikan dan optimalisasi jalur trans Flores utara mulai dari Larantuka sampai Labuan Bajo sebagai jalur wisata dan perdagangan.

Kita minta untuk segera melakukan optimaslisasi jalan trans Flores Utara mulai dari Lembata sampai Labuan Bajo sebagai jalur pedagangan dan pariwisata”,ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan perhatian pemerintah propinsi untuk menjadi pertigaan Aegela, kecamatan Nagaroro bisa menjadi tempat istrahat atau rest area untuk jalur trans flores.

Bupati Don juga berharap pemerintah propinsi untuk segera melakukan optimalisasi dan pengembangan pelabuhan Marpokot menjadi terminal peti kemas dan jalur trasportasi antara pulau di Nusa Tenggara Timur dan wilayah Indonesia lainya.

Bupati Don juga membeberkan jika di nagekeo pernah mempunyai pelabuhan udara yang merupakan peninggal jepang atau biasa disebut bandara surabaya II.

Dulu Kita punya bandara peninggalan jepang yang dulunya merupakan jalur transportasi udara dari makasar dan morotai, sulawalesi utara,”ungkapnya. (Belmin/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *