Jalan Panjang Kopdit Pintu Air Gapai Aset Rp 1 Triliun

Manajemen dan Pengurus Kopdit Pintu Air Pose Bersama. Foto : Istimewa

Lahir dari sebuah kampung kecil di Rotat, Desa Ladogahar Kecamatan Nita Kabupaten Sikka Propinsi Nusa Tenggara Timur, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air terus mewujudkan komitmennya melayani anggota hingga ke pelosok-pelosok negeri. Sebagaimana filosofinya, Pintu Air siap menjadi berkat dan sumber air yang menghidupkan bagi anggotanya. Semangat pelayanan ini linear dengan motto “Kau Susah Aku Bantu dan Saya Susah Kau Bantu”.

Spirit gotong-royong yang digelorakan manajemen koperasi ini sangat tepat dan bermuara pada satu visi mendampingi anggotanya menjadi orang kaya. Ya kaya semangat, kaya ide, kaya usaha dan akhirnya meraup kesuksesan yang dinantikan. Sebuah semboyan yang sekilas nampak ambisius dan hanya slogan namun syarat nilai kasih dan optimisme

Napak tilas dan perjalanan panjang koperasi tersebut bermula sejak tahun 1995 dari sebuah arisan “kampungan” yang hanya beranggotakan 50 orang. Kondisi ekonomi yang tak menentu kala itu memicu para tokoh dan perintis koperasi ini untuk bersatu. Mereka merasa senasib sepenanggungan- kompak untuk saling menolong melalui wadah ini. Karena banyak anggota merasakan manfaatnya maka arisan kampung ini mulai menjadi virus positif.

Ada pikiran untuk memperbanyak anggota dari luar kampung dan memperluas jangkauan layanan. Kelompok yang tadinya hanyalah kumpulan anggota arisan kini “naik kelas” menjadi Credit Union (CU). Badan hukumnyapun terus diperbaharui; bertahap dan lahirlah nama Koperasi Kredti (Kopdit) Pintu Air. Ada kebanggan memang, namun disana kerikil-kerikil tajam mulai menghantui dan  koperasi itu sempat stagnan beberapa tahun.

Baru memasuki dekade kedua Kopdit Pintu Air mulai menemukan pola dan jati dirinya ketika sosok Yakobus Jano terlibat didalamnya. Yacobus Jano yang adalah seorang pensiunan pegawai Bank itu tergerak hatinya oleh karena visi misi mulia yang digalakan koperasi tersebut.

Berkat kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas dengan beberapa staf, serta dukungan pengurus dan manajemen maka Pintu Air kian berkembang pesat hingga saat ini. Ide kreatif, visioner dan kepiawaian seorang Jacobus dalam manajemen, mematahkan tradisi lama bahwa membangun sebuah CU atau koperasi itu hanya menunggu kapan waktunya bubar.

Kini Kopdit Pintu Air memasuki usia pelayanan ke-24 tahun. Usai yang mulai matang dengan sejuta prestasi dan raihan. Ada progres yang sangat membanggakan. Data per-30 April 2019 tercatat lebih dari 227.626 orang telah bergabung menjadi anggota di koperasi ini. Sebuah jumlah yang tidak sedikit. Dan pasar potensial yang dibidik Kopdit Pintu Air adalah kelompok Nelayan, Tani Ternak dan Buru atau lazim disebut NTTB.

Hingga kini, Pintu Air terus memperluas jangkauan pelayanannya di 45 Kantor Cabang dan 26 Kantor Cabang Pembantu (KCP) di seluruh Indonesia. Selain di Propinsi NTT, ada 1 kantor Cabang di Makasar Propinsi Sulawesi Selatan, 1 Kantor Cabang Pembantu di Dompu Propinsi Nusa Tenggara Barat dan 1 Kantor Cabang Pembantu di Surabaya Propinsi Jawa Timur

Bagaikan air yang terus mengalir, Pintu Air telah melayani masyarakat di 4 propinsi di Indonesia yakni NTT, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Manajemen juga serius merintis beberapa kota lainnya seperti Jogjakarta, Jakarta, Batam dan Kalimatan dan Papua. Tim yang diketuai Sekretaris Pintu Air Pusat, Marton Djuang dan Humas Pintu Air Vinsen Deo tersebut terus bergerak mensosialisasikan keunggulan Kopdit Pintu hingga ke pelosok nusantara.

Rapat Anggota Tahunan (RAT) Nasional II dan RAT Kopdit Pintu Air ke-23 yang digelar di Maumere, Jumad,(4/5.2019) menjadi mementum mengevaluasi kinerja dan pertanggungjawaban manajemen dan pengurus pada tahun buku 2018. Ada capaian yang luar biasa meski disana sini masih ada kekuarangan. Data yang diperoleh dari manajemen memperlihatkan sentimen positif dan progresif.

Selain kenaikan omset  usaha dan jumlah anggota, kemajuan besar yang digapai Kopdit Pintu Air dalam tahun buku 2018 yakni menjadi Tiga Besar Nasional dari sisi jumlah keanggotaan dan dinobatkan sebagai Koperasi Primer Nasional oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI sejak tanggal 23 Oktober 2017. Dua kopdit jagoan lainnya berada di pulau Kalimantan.

Tampang Kantor Pusat Kopdit Pintu Air pada petang hari. Foto : Fortuna

Aset Tembus 1 Triliun dan Peresmian Kantor Pusat

Satu prestasi yang membanggakan dari progres KSP Kopdit Pintu Air di awal tahun 2019 ini yakni mampu membubuhkan aset diatas Rp 1 Triliun. Data per- April 2019 menunjukan total aset tepat bertengger diangka Rp1.100.227.000. Terjadi  kenaikan 150 miliar lebih dibandingkan posisi per- 31 Desember 2018 yang baru mencapai Rp 951.785.000.000 (dibulatkan Rp953 miliar).

Luar biasa pesat. Trend kenaikannya terkoreksi sangat signifikan baik dari sisi simpanan, pinjaman maupun jumlah anggota akumulatif. Bandingkan data per-31 Desember 2018 total simpanan hanya senilai Rp 456.090.000 dan pinjaman mencapai Rp 728.184.000 dengan akumulasi jumlah anggota mencapai 213.046 (anggota komulatif 227.046) orang.

Tetapi memasuki April 2019, total simpanan naik menjadi Rp 498.207.000, Pinjaman Rp 826.317.000 dan jumlah anggota sebanyak 208.549 orang atau anggota akumulatif bertengger di posisi 227.626 orang. Total Aset yang diperoleh pun cukup menggembirakan karena menyentuh angka Rp 1.100.227.000 atau Rp 1,12 triliun.

Nah, satu bonus yang paling membanggakan semua anggota dalam RAT Nasional II dan RAT Kopdit Pintu Air ke-23 kali ini yakni segera diresmikan Kantor Pusat Kopdit Pintu Air yang akan dilakukan oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat pada Kamis, 3 Mei 2019 di Kampung Rotat Desa Ladogahar. Bangunan mentereng dengan konstruksi 3 lantai yang menelan dana Rp 15 miliar lebih itu adalah sumbangan semua anggota (150.000 orang anggota waktu itu) per-kepala Rp 100.000 atau setara harga 1 ekor ayam.

Gedung megah yang dibangun langsung di Desa itu menjadi cerminan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak berasal dari mana-mana tetapi dari masyarakat Desa. Kalau orang desa digerakan dengan benar maka mereka akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk kemajuan daerah dan dan bangsa.

Informasi yang diterima Fortuna, Selasa, (30/4) bahwa Acara Peresmian Kantor Pusat Kopdit Pintu Air oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat didampingi, Wakil Gubernur Josef Nae Soi, pejabat dari Kementerian Koperasi RI, Pejabat dari unsur Dekopin, Inkopdit, Bupati Sikka Robby Idong, Wakil Bupati Romanus Woga, para Mitra koperasi, Pejabat Pintu  Air di seluruh cabang di Indonesia dan undangan VIP lainnya. Upacara akan didahului Misa Akbar yang dipimpin Uskup Maumere Mgr.Ewaldus Sedu, Pr, Uskup Emeritus Kherubim Parera didampingi puluhan imam konselebran. (tim/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *