Wirausaha, Nyali Gubernur Viktor dan Progres Kopdit Obor Mas Maumere

Gubernur NTT Victor Laiskodat dan GM Kopdit Obor Mas Leonard Frediyanto dalam sebuah pertemuan khusus di Kupang, Rabu (23/4). Foto : Istimewa

Wirausaha, Nyali Gubernur Viktor dan Progres Kopdit Obor Mas

Nekad dan Sukses. Itulah ungkapan yang tepat buat Viktor Bungtilu Laiskodat; pria asal NTT yang selalu menghiasi laman media masa cetak dan elektronik nusantara. Namanya lebih familiar sebagai seorang pengusaha juga politisi muda NTT di Ibukota. Perangainya yang tegas, visioner dan selalu gagah berani membuat Ia selalu disegani. Seperti apa putra asli pulau Semau Kabupaten Kupang ini sebelumnya. Apa motivasinya hijrah ke Jakarta? Lalu nilai positif apa yang bisa anda timba dan teladani dalam konteks berwirausaha?

Benar bahwa kesuksesan yang dialami Viktor baik dalam urusan bisnis hingga menjadi politisi beken saat ini tentu bukanlah mimpi semalam. Dia telah memulainya jauh hari sebelum mencalonkan diri menjadi Gubernur NTT tahun 2008 ataupun menjadi DPR RI pada tahun 2014. Sekian lama dia berjuang, bekerja keras dan akhirnya Ia sampai pada sebuah titik yakni mapan secara finansial.

Bosan miskin adalah alasan terkuat mengapa dia rela keluar dari tanah kelahirannya Timor menuju ibukota. Ia ingin merubah nasib meski bayarannya mahal. Jatuh bangun selama puluhan tahun diawal itu pasti. Tantangan kota metropolitan yang kejam tentunya menempah pria ini menjadi sosok yang tahan banting dalam berbagai dunia persilatan. Benar bahwa hanya orang-orang kreatif, profesional dengan semangat baja saja yang mampu tampil sebagai pemenang hingga di laga pemungkas.

Harus diakui nama Viktor Laiskodat baru muncul saat mencalonkan diri jadi Gubernur NTT tahun 2008 berpasangan dengan Simon Hayon. Nama itu sempat redup ketika ia kalah dan kembali menjadi pengusaha. Karier politik pria kelahiran Kupang 17 Februari 1965  itu mulai berjalan mulus lagi ketika memasuki tahun Pileg 2014 saat maju dan terpilih menjadi Anggota DPR RI Dapil NTT dari Partai Nasdem. Sejak saat itu Viktor Masuk Komisi I yang membidangi masalah Pertahanan, Komunikasi Informasi, Inteligent juga Urusan Luar Negeri.

Selain bersama Tim Pemenangan mengantar Joko Widodo menjadi Presiden RI, diujung tahun 2014, dia ditunjuk Partainya menjadi Ketua Fraksi Nasdem DPR RI bahkan pernah menduduki Jabatan sebagai Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Semasa menjadi Anggota DPR Ia sering menjadi corongnya pemerintah. Ia mendukung program-progam pemerintah termasuk beberapa isu krusial seperti Perpu Ormas dan lain sebagainya. Dari situ namanya makin populer dan terus melejit hingga masuk kontestan Pilgub NTT dan terpilih menjadi Gubernur NTT periode 2018-2023 berpasangan dengan  Wakil Gubernur Josef Nae Soi.

Kini Viktor Laiskodat menjadi tokoh sentral. Tidak saja didunia bisnis tetapi juga karier politiknya sebagai Gubernur NTT; jabatan yang strategis dan menjadi jembatan emas untuk mengantar rakyat NTT keluar dari berbagai persoalan dan keterbelakangan. Semangat yang selalu digelorakan oleh Gubernur Viktor Laiskodat adalah Bangkit dan Sejathera. Visi ini tercapai kalau semua komponen masyarakat bahu membahu. Pemuda harus kembali ke daerah dan membuka lapangan kerja baru. Spirit Kewirausahaan pemuda terus dibumikan dalam berbagai forum dan kesempatan ketika dia bicara. Kalau tidak mau bangkit dan berusaha mana mungkin anda sejathera.” ungkapnya retoris

Dengan komitmen yang kuat ia yakin NTT bisa bangkit. Propinsi NTT yang selama ini dialogikan sebagai “Nasib Tak Tentu” harus diangkat menjadi daerah yang maju sejathera sejajar dengan daerah-daerah lain ditanah air. Rendahnya Indeks Pembangunan Manusia, urusan kesehatan, pendidikan, pengangguran hingga tingginya angka kemiskinan masih persoalan menjadi terbesar yang kini melilit dipundak Gubernur Viktor.  Pemuda sebagai pelopor pembangunan didaerah, komponen masyarakat, para pelaku ekonomi meski diajak bersatu dan sehati memerangi ketimpangan-ketimpangan itu dengan satu spirit Bangkit, Mandiri dan Sejathera.

Itulah sebabnya, ketika bertemu dengan beberapa pimpinan lembaga keuangan non bank dia nampak sigap, responsif dan ingin berlama-lama membagi kita sukses dengan para pelaku bisnis lokal itu. Tujuannya cuman satu yakni melahirkan lebih banyak orang NTT yang sukses. Tugas pemimpin baginya adalah memotivasi lebih banyak pengusaha muda di NTT, mau tahan banting dan sukses dalam pilihan bisninya. Mental dan Pola pikir pengusaha harus ditanamkan pada anak-anak NTT. Berwirausaha harus mengalahkan berapa banyak generasi NTT yang hanya menanti kapan waktunya tes PNS setelah lulus kuliah.

Tekad Viktor ini selaras dengan sejumlah penelitian yang meyakini syarat sebuah negara maju apabila jumlah pelaku entrepeneurnya harus 14% dari rasio penduduknya. Sekarang Indonesia sendiri jumlah pelaku entrepenurnya baru 3,1% sehingga perlu ada percepatan. Demikian halnya propinsi NTT angka ini masih jauh dari harapan. Dengan makin banyak pengusaha maka akan ada virus positif peningkatan ekonomi lokal, keluhan lapangan kerja terjawab, pengangguran berkurang yang pada akhirnya berkontribusi menekan tingginya angka kemiskinan.

“Mental Pengusaha” Ala Anggota Kopdit Obor Mas

Mengapa Koperasi? Pasal 33 UUD 1945 mendudukan koperasi sebagai Soko Guru Perekonomian nasional. Menjadi soko guru dapat diartikan sebagai pilar atau penyangga utama perekonomian bangsa. Keberadaan sebuah koperasi pun diharapkan banyak berperan aktif mewujudkan kesejateraan rakyat (anggota). Untuk mencapai itu maka pola pengembangan koperasi harus didukung oleh manajemen yang profesional, kelembagaan yang solid dan SDM yang kuat. Semua kualifikasi itu tidak akan berdampak luas bagi anggota dan masyarakat manakala tidak melibatkan peran pemerintah disetiap tingkatan sebagai pembina koperasi. Hal ini disadari sungguh oleh manajemen KSP Kopdit Obor Mas Maumere yang sudah melayani anggotanya lebih dari 40 tahun itu.

Hari Rabu 24 April 2019 menjadi hari baik bagi segenap manajemen dan pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Obor Mas Maumere. Sang General Manager Leonard Frediyanto berkesempatan menemui Gubernur NTT diruang kerjanya. Urusannya juga sederhana yakni mengundang Gubernur Viktor untuk menghadiri dan Membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Obor Mas di Maumere tanggal 30 April 2019.

Pertemuan berlangsung singkat, dalam suasana yang ramah dan menyenangkan. Tidak tanggung-tangung GM Obor Mas menyampaikan tentang profil Obor Mas berikut capaian-capaian kinerja hingga tahun 2019 yang diyakini turut berkontribusi membangun perekonomian di propinsi NTT.

Menariknya, selain menjadi koperasi terbaik dari sisi manajemen keuangan yang selalu diaudit oleh akuntan publik, Kopdit  Obor Mas dipercayakan sebagai satu dari hanya dua koperasi Indonesia yang berhak menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi RI di Jakarta.

Bukan perkara mudah sebuah lembaga keuangan Non Bank dipercaya menjadi penyalur KUR. Lembaga tersebut harus mempunyai track record yang terpercaya. Manajemen pengelolaan keuangannya transparan, profesional dan akuntabel setara bank. Ada Public trust disana. Profesionalisme dan layanan unggul tersebut diharapkan bermuara kualitas pelayanan anggota yang paripurna. Obor Mas tetap menjaga prinsip-prinsip dasar koperasi sebagai wadah bersama yang mengutamakan kepentingan anggota.

Nah dengan menjadi koperasi penyalur KUR, para anggota koperasi itu mendapat subsidi bunga pinjaman dari pemerintah hingga 1,25 persen perbulan (15,5 % pertahun) dari bunga pinjaman normal di sebuah koperasi berkisar 1,5% sampai 2% perbulan. Setiap anggota yang mengkases pinjaman modal usaha dari pos KUR di Obor Mas hanya membayar bunga pinjaman sebesar 0,75% perbulan. Kecilnya bunga ini tentu sangat membantu usaha anggota dan berpotensi meningkatkan laba usaha atau pendapatan anggota.

Yang kedua, Kopdit Obor Mas selama lebih dari 25 tahun memperoleh penilaian predikat/opini WTP dari akuntan publik dan auditor eksternal. Beberapa aspek penilaian ini penting karena erat kaitannya dengan profesionalisme, integritas dan terutama kenyamaan bagi anggota yang telah memilih Obor  Mas sebagai tempat menginvestasikan uangnya (capitalnya).

Ada kinerja yang positif dan spirit yang kuat untuk bangkit menciptakan kemandirian ekonomi bagi anggotanya. Prinsipnya dimana ada kemandirian, semangat kerja dan profesional maka disitu ada kesuksesan. Point inilah yang rupanya menarik bagi Gubernur NTT Viktor Lasikodat membedah lebih jauh bersama pengurus, manajemen dan para penerima dana KUR maupun calon wirausahawan muda yang selama ini mendapat dukungan permodalan di Kopdit Obor Mas.

Meski mengaku tidak bisa menghadiri undangan dan membuka RAT Obor Mas tanggal 30 April 2019 karena tabrakan jadwal, Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat tetap berencana mendatangi Kantor KSP Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas di Maumere Kabupaten Sikka. Kehadiran Gubernur tersebut untuk memberikan motivasi dan semangat berwirausaha bagi segenap anggota Kopdit Obor Mas.

Dengan pengalaman nyatanya, Ia menyasar kelompok pengusaha pemula dan para anggota UKM di Kopdit Obor Mas yang ingin cepat sukses dalam mengelola usaha dan bisnisnya usai mendapatkan pinjaman modal usaha dari koperasi terbaik di Indonesia itu. Tekad gubernur itu merupakan bagian dari dukungan nyata seorang pemimpin untuk menciptakan wirausahawan-wirausahawan baru yang sukses di NTT. Ia mau mendorong percepatan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah berbasis koperasi di Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Tidak segan-segan kepada General Manager (GM)  KSP Kopdit Obor Mas Maumere Leonard Frediyanto dan Kepala Dinas Koperasi dan Naketrans Propinsi NTT Sisilia Sona yang menemuinya, gubernur meminta manajemen Obor Mas untuk menyiapkan peserta dan waktu pada tanggal 6 Mei 2019 untuk pertemuan Gubernur dengan para anggota produktif Obor Mas langsung di Maumere.

“Kedatangan saya untuk meminta bapak gubernur hadir memberi motivasi dan Membuka RAT Kopdit Obor Mas pada tanggal 30 April 2019. Beliau mau datang namun karena pada waktu yang sama sudah punya jadwal di Nagekeo dan Ngada sehingga beliau minta hadir ditanggal 6 Mei khusus untuk bertemu para pelaku UKM dan membagi kiat-kiat sukses berwirausaha kepada anggota kami,” papar Frediyanto menyanggupi.

Menurutnya, gubernur Viktor sangat mengapresiasi program-program pemberdayaan ekonomi anggota yang selama ini digalakan Obor Mas. Salah satu program yang mendapat simpati juga adalah program KUR dimana Obor Mas menjadi satu dari hanya dua koperasi di Indonesia yang mendapat kepercayaan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Koperasi untuk menyalurkan KUR kepada anggotanya.

Peningkatan Aset dan Dukungan Para Pihak

Sudah lebih dari 40 tahun Koperasi Obor Mas berkarya untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur. Ada kegagalan disana tetapi ada juga banyak kemajuan. Ditangan Sang General Manejer Leonard Frediyanto, terukir aneka prestasi, progres usaha dan capaian kinerja KSP Kopdit Obor Mas hingga akhir tahun buku 2018. Ada peningkatan yang sangat menggembirakan.

Pertama Obor Mas menampilkan performa pengelolaan keuangan lembaga yang profesional, akuntable dan layak mendapatkan trust dari para pengurus, anggota dan tentu kalangan luas. Hal ini dibuktikan dengan  hasil audit  eksternal yang memberi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lebih  dari 25 tahun berturut-turut. Kedua soal prestasi dan peningkatan kinerja manajemen KSP Kopdit Obor Mas yang mana memasuki tahun buku 2019 mampu membubuhkan progres dari sisi Aset mencapai Rp 729.532.000.455 dengan total simpanan senilai Rp 637.828.531.029.

KSP Kopdit Obor Mas juga mencatat peningkatan dari sisi jumlah anggota. Data yang hingga 31 Maret 2019  jumlah Anggota Kopdit Obor Mas mencapai 88.159 orang  yang tersebar di 13 Kantor Cabang di Propinsi NTT. Adapun total karyawan yang bekerja dan melayani kebutuhan 88.159 anggota Obor Mas yakni sebanyak 326 orang.

Terhadap semua capaian itu, Leonard Frediyanto menyampaikan terimakasih kepada Tim Manajemen, Pengurus, Anggota juga semua pihak yang telah memberi dukungan maksimal bagi perjalanan dan kemajuan Obor Mas hingga memasuki tahun buku 2019.

Nah yang masih harus dikejar adalah bagaimana prestasi, capaian dan peningkatan yang dilakoni manajemen dan pengurus secara kelembagaan haruslah berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan anggotanya. Sudah berapa banyak anggota Obor Mas yang didampingi dan sukses. Berapa banyak wirausahawan muda yang bangkit dan sejahtera bersama Obor Mas. Berapa pula target wirausahawan muda yang harus dicetak kedepan usai mengakses sejumlah kemudahan permodalan yang ditawarkan secara reguler maupun dari program KUR?

Itulah asalan mengapa rencana tatap muka Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan para anggota pada 6 Mei 2019 itu menjadi penting. Ada harapan pertemuan seorang pemimpin NTT dengan warganya itu bukan saja untuk menjawabi kegelisahaan tetapi menjadi jembatan emas menuju kebangkitan dan sukses anggota Obor Mas yang sesungguhnya. (tim/fidel/42na)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *