Bupati Anton : Ganti Seragam Sekolah Dari Batik Ke Tenun Ikat

Penandatangan MoU Pemkab Flotim dengan STP Bali Internasional di Taman Kota Larantuka, Sealasa (23/4). Foto : Fortuna Adiz

Bupati Flores Timur Anton Hadjon meminta semua sekolah di Kabupaten Flores Timur untuk wajib menggunakan seragam  sekolah yang dijahit dari tenun ikat  setempat menggantikan batik.

“Saya menghimbau kepada setiap sekolah di Kabupaten Flores Timur untuk mengganti seragam sekolah berjenis Batik dan kembali kepada tenun ikat sebagai ciri khas orang NTT dan Flores Timur khususnya,” pinta Anton  saat membuka Festival Tenun Ikat Lamaholot  di Taman Kota Felix Fernandez Larantuka, Selasa 23 April 2019.

Kebijakan itu menurut Anton merupakan bentuk dukungan pemerintah   yang menghargai mahakarya tenun ikat dari ribuan mama-mama di pelosok Flores Timur. Mereka saban hari menenun di kampung-kampung hanya untuk menopang ekonomi rumah tangga.

Baginya industri tenun ikat sangat seksi saat ini. Pasaran tenun ikat NTT begitu diburu penikmat fashion nusantara juga internasional.  Itulah sebabnya urusan menenun bukan lagi jadi usaha rumah tangga semata tetapi harus sudah mengarah kepada sebuah industri tenun ikat yang dikelola profesional.

Nah, dengan membeli selembar tenun untuk pentingan seragam sekolah maka kita mendukung usaha ekonomi rumah tangga dari para penenun. Secara tidak langsung kita juga mewarisakan sejak dini budaya cinta tenun ikat kepada generasi muda pelajar dan mahasiswa,” ujar Anton.

Hal itu belum termasuk pemanfaatan tenun untuk kepentingan fashion, kantoran, bahan baku pembuatan produk-pruduk souvernier  yang cantik berbasis tenun ikat dan juga untuk dipasarkan lagi keluar daerah maka penghasilan mama-maka di kampung dipastikan meningkat.

Diharapan ratusan penenun yang datang mewakili kecamatan- kecamatan  dari 9 etnis besar di Flores Timur, ia mengatakan bahwa Flores Timur kaya akan motif dan corak tenun ikat. Keunggulan tenun ikat  Flores Timur juga dikarenakan masih menggunakan pewarna alami yang saat  ini punya pasaran yang seksi dan mendunia.

Untuk diketahui Festival Tenun Ikat Lamaholot masih dalam satu rangkaian tema besar Festival Bale Nagi yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur sejak 6-26 April 2019.

Pose Bersama Bupati Flotim, Wakil Bupati, Asisten III Setda Propinsi NTT, Perwakilan dari STP Bali dan Kadispar Flotim di sela-sela Acara, (23/4). Foto : Fortuna Adiz

Teken MoU dengan STP Bali Internasional

Di hadapan sejumlah pejabat daerah propinsi NTT, pejabat Flores Timur dan masyarakat yang memadati taman kota, Bupati Anton menyatakan dukungan  terhadap program Gubernur NTT mengembangkan sektor Pariwisata.

Kesempatan emas itu, atas nama pemerintah kabupaten Flores Timur Bupati menandatangani MoU dengan Manajemen Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional. MoU ini bertujuan untuk menggalang kerjasama di bidang pariwisata untuk pendidikan dan pelatihan pariwisata kaum muda Flores Timur.

Manajemen Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional saat  itu diwakili Pembina Wakil Ketua III Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional, Drs. I Nyoman Urbanus, M.Si. Turut hadir Asisten III Bidang Administrasi Umum Propinsi NTT, Cosmas.D. Lana, S.H, M.Si, Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli, SH, Sekda Flotim Paulus Igo Geroda dan Kadispar, Apolonia Corebima.

Dikatakan Pemerintah Flores Timur sejak 2018 telah mengirimkan 24 orang pemuda Flotim untuk kuliah sambil magang di Taiwan, rencananya bulan depan akan dikirimkan lagi 28 orang dan tahun ini akan diadakan tes untuk 120 angkatan muda Flotim yang akan disebar ke Taiwan dan Jepang.

Untuk itu Anton meminta dukungan dari semua pihak terutama Bank NTT dalam hal pemberian kredit bagi anak muda yang kuliah sambil magang di luar negeri tersebut. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *