Dalam Nuansa Wisata, Pemuda Se-Klasis Amanuban Tengah Utara Gelar Jalan Salib Sejauh 6 Kilometer

Foto : Istimewa/Nomleni

Banyak cara dilakukan untuk menyenang Kisah Sengara Tuhan Yesus Kristus. Dia rela menderita, disiksa bahkan mati di kayu Salib sebagai wujud cinta akan umat manusia. Gereja sejagat merayakan peristiwa iman itu dalam suasana khusuk penuh penghayatan.

Di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Propinsi Nusa Tenggara Timur misalnya, para pemuda gereja mensponsori pagelaran Jalan Salib hidup. Diyakini melalui prosesi ini para jemaat dan generasi muda gereja bisa lebih mengenal pribadi Yesus yang baik dan penuh belas kasihan. Kasih Yesus tiada batas hingga merelakan nyawaNya untuk menebus dosa manusia.

Untuk alasan itupula para Pemuda Se-klasis Amanuban Tengah Utara (ATU)  di TTS spontan menggelar aksi Jalan Salib yang diikuti ribuan jemaat dan tokoh gereja. Mereka mengawali peristiwa iman itu mulai dari Mata Jemaat Sonahalan Niki-Niki melewati 6 titik (Perhentian doa) dalam mata jemaat  se-klasis ATU.

Yang menarik dari Prosesi Jalan Salib kali  ini adalah bahwa para jemaat melewati  spot-spot wisata menarik sejauh kurang lebih 6 kilometer. Jalanan penuh liku, berkelok-kelok dikeliling pepohonan yang rindang membuat prosesi itu tidak hanya hikmad dari sisi rohani tetapi juga menyenangkan dari sisi wisata.

“Ini perjalanan iman mengenang Kisah Sengsara Yesus. Kami apresiasi rute yang diskenariokan panitia ini sangat bagus. Selain nyaman untuk para jemaat beribadah, tetapi juga spot-spot yang dilalui begitu indah.  Bagi saya ini sebuah momentum wisata rohani yang sangat berkesan,” papar James seorang pemuda paru baya yang menyaksikan langsung prosesi tersebut.

Foto : Istimewa/ Nomleni

Jalan Salib ini sudah berlangsung sejak  tahun 2016 dirintis Badan Pengurus Pemuda Klasis ATU bersama Tokoh Pemuda John Army Konay yang kini menjabat Wakil Bupati TTS. Untuk tahun ini jalan salib yang dikoordinir oleh Ketua Pemuda Klasis ATU Yos Nenobais dengan sutradara Alfonz Kaesmetan digelar sangat khusuk, sukses dan melibatkan sekian banyak jemaat

Pdt. Sherly A.N Tafui-fanda, S.Th selaku Pendamping Pemuda Klasis dalam khotbahnya ketika melepas peserta jalan salib itu mengatakan mengajak semua anggota jemaat untuk memaknai jalan salib itu sebagai peristiwa iman. Pengorbanan Yesus untuk menebus dosa umat manusia dengan puncak kasihNya yaitu kematiannya di atas kayu salib menunjukan sebuah kasih yang paripurna.

Mengutip Yohanes 3:16, Pdt. Sherly mengatakan karena kasihnya yang begitu besar , Ia yang tidak berdosa korbankan dirinya untuk menebus dosa umat manusia, puncak kasihNya yaitu kematiannya di atas kayu salib, tidak ada kasih yang sama seperti kasih Bapa, sebagai rasa syukur kita kepada kasihNya yang begitu besar bagi kita

Dia meminta semua jemaat dapat mengambil hikmah dari jalan salib itu. Karena hal yang terpenting bukanlah soal tampil dan perankan jalan salib, tetapi bagaimana penghayatan akan karakter Kristus yang mampu memberi perubahan dalam seluruh hidup umat manusia.

Foto : Istimewa/Nomleni

“Saya rindu kita yang hadir di tempat ini jangan hanya tampil dan perankan jalan salib tapi ada perubahan dalam seluruh hidup kita yaitu mengenakan karakter Kristus, itu yang diinginkan Tuhan bagi kita, bukan tiap tahun hanya adakan acara besar besar setelah itu gaya hidup kita tidak ada perubahan sama sekali, sama saja bohong, kita di mana dunia harus berubah yaitu kenakan gaya hidupnya Tuhan Yesus,” ujar Pdt.Sherly.

Dia lalu mencontohkan soal kasih; bagaimana kita bisa menerima orang lain apa adanya tanpa memperbincangkan kelemahan, tapi saling membangun. Supaya orang yang ada di luar Kristus bisa melihat melalui kita dan nama Tuhan di permuliakan.

Informasi yang didapatkan Fortuna dari Ci Nomleni seorang SongLeaders dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa upacara jalan salib itu diikuti kurang lebih 1000 orang. Para peserta mengambil star dari Mata Jemaat Sion Toekiu pada pukul 15.00 sore dan berakhir di Mata Jemaat Ebenheizer Oenino pada pukul 22.00 malam.

Foto : Istimewa/Nomleni

Ketua Pemuda Klasis ATU Yos Nenobais usai menggelar hajatan akbar itu menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan ibadah Jalan Salib  tahun ini.

Dia berharap dengan adanya prosesi itu menjadi bekal iman yang memadai bagi seluruh jemaat terutama pemuda-pemudi gereja dalam menghayati dan mengamalkan “Kasih” yang diwariskan Yesus Kristus dalam kehidupan bermasyarakat. (tim/cinomleni/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *