Pimpin Misa Kamis Putih di Bello, Pater Paul Ingatkan Dua Warisan Iman Katolik

Prosesi Pembasuhan kaki Para Murid. Foto : Fortuna

Perayaan Misa Kamis Putih berlangsung meriah di Kapela Santo Agustinus Belo, Paroki St,Fransiskus Asisi BTN Kolhua Keuskupan Agung Kupang.

Misa yang dipimpin Pater Paul Asa,SVD terlaksana mulai Pukul 18.30. Kurang lebih seribuan umat dari stasi setempat hadir. Mereka memenuhi kursi-kursi di dalam kapela, sayap kiri, kanan dan bahkan pelataran Kapela.

Upacara diawali dengan perarakan Imam, para ajuda, lektor dan 12 orang Rasul Yesus yang diperankan  oleh para pengurus Stasi dan perwakilan dari KUB ketika memasuki gereja.

Hakikat dari perayaan Kamis Putih adalah pertama upacara Pembasuhan Kaki Para Murid dan yang kedua adalah  perayaan Ekaristi mengenang bagaimana pengorbanan Yesus dengan memberi dirinya menjadi santapan rohani bagi UmatNya.

Foto : Fortuna

Pater Paul Asa dalam kotbahnya mengatakan prosesi pembasuhan  kaki yang dilakukan Yesus kepada Para Muridnya memberi pesan kuat soal sikap rendah hati dan semangat melayani tanpa batas.

Dikatakan, kegiatan membasuh kaki normalnya dilakukan oleh seorang hamba atau budak pada tuanya. Namun hal ini dilakukan Tuhan Yesus (Guru) kepada murid-muridnya. Hal ini tentu melambangkan sikap rendah hati yang amat sungguh dari Yesus. Dengan membasuh kaki muridnya, Yesus telah tampil sebagai sosok yang rendah hati dan menjadi suri tauladan bagi semua umat dalam konteks pelayanan.

Prosesi Penthaktaan Sakramen Maha Kudus. Foto : fortuna

Sebelum membasuh kaki muridnya, Yesus menaggalkan jubahnya, kasut/ikat pinggangnya. Hal ini ingin menggambarkan kepada manusia bahwa Yesus yang adalah Tuhan mau menanggalkan semua statusnya, posisinya, keistimewaanya dengan menjadi manusia biasa. Hal ini harus menjadi contoh sekaligus peringatan bagi semua manusia untuk saling mengasihi, rendah hati dan mau melayani sesama tanpa membedakan apapun

Warisan kedua yakni perayaan Ekaristi,Tubuh dan Darah Kristus. Kedua warisan ini sangat istimewa. Yesus memberi diri secara total untuk menyelamatkan dosa manusia.

Tubuhnya yang kita santap setiap perayaan yang dilambangkan dalam bentuk roti dan darahnya yang diminum dalam bentuk anggur. Tradisi ini terus dilakukan dalam setiap perayaan Ekaristi sebagaimana pesan kitab suci “Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku”

Membludaknya Umat yang hadir merayakan Misa Kamis Putih. Foto : Fortuna

Inilah kedua warisan yang luar biasa dari Yesus yang harus kita pegang teguh dan terus dilaksanakan sebagai kenangan akan Yesus.  Pertama soal sikap rendah hati dan kedua soal semangat melayani yang total dari Yesus. Kiranya nilai-nilai hakiki ini menjadi pedoman bagi kita dalam kehidupan keluarga, gereja masyarakat dan berbangsa,” pintanya

Perayaan Ekaristi Mengenang Peristiwa Perjamuan Kudus Yesus dengan Murid-MuridNya itu diakhiri dengan Perarakan Sakramen Maha Kudus untuk ditahktakan dalam ruang adorasi. Selanjutnya dilakukan doa Adorasi secara berurutan dari setiap KUB dan kelompok umat. (tim.42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *