Ingin Merayakan Jumad Agung Unik “Logu Senhor” di Kampung Sikka, Inilah Syaratnya

Ribuan Umat Katolik Khusuk  Dalam Prosesi Logu Senhor.  Foto : xaver Keytimu

Prosesi Logu Senhor (Merunduk dibawah  Salib Yesus) di Kampung Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur  merupakan sebuah tradisi unik memperingati kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus. Ritual ini biasanya dilakukan umat Katolik di Paroki St.Ignatius Loyola, Keuskupan Maumere  menjelang hari raya Paskah tepat usai perayaaan Ibadat Jumat Agung.

Logu Senhor merupakan tradisi peninggalan Portugis di Kampung Sikka yang dibawah oleh Raja Don Alexius Alessu Ximenes da Silva (Raja Sika Pertama yang beragama Katolik) pada tahun 1600. Sejak tahun 1607, hingga kini, prosesi tersebut hidup dan terus diwariskan umat di Kampung Sikka.

Logu Senhor sendiri merupakan bagian dari sejarah peradapan dan penyebaran agama Katolik di Kabupaten Sikka dan Flores umumnya.  Prosesi ini sudah menyatu dengan warga kampung Sikka dan sudah diterima sebagai bagian dari tradisi lokal dalam melengkapi khusuknya perayaan Ibadat Jumad Agung di paroki setempat. Meski tidak elok untuk dipublikasikan, tradisi Logu Senhor sudah melegenda dan punya magnet wisata khusus bagi orang luar.

Sebagai rangkaian dari perayaan Jumad Agung di Kampung Sikka, prosesi Logu Senhor punya daya tarik tersendiri. Biasanya Pukul 15.00 (jam 3 sore) digelar Ibadat Jalan Salib “Jumad Agung” mengenang Wafatnya Isa Almasih. Satu ritus penting dalam perayaan ini yakni upacara Cium Salib yang diprediksi baru selesai sekitar pukul 17.30.

Ada jeda waktu sekitar 1 jam untuk memberikan kesempatan kepada Umat dan Peserta prosesi beristirahat. Baru pada pukul 19.00 Prosesi Logu Senhor itu dimulai dan selesainya bisa sampai pukul 01.00 dinihari.

Aksi Logu Senhor. Foto Oleh : xaver Keytimu

Saat ini ribuan umat dari Kampung Sikka, Kota Maumere bahkan wisatawan domestik dan mancanegara mengikuti prosesi tersebut. Berikut Fortuna menuliskan beberapa informasi awal yang harus Anda ketahui sebagai seorang calon peserta proses Logu Senhor;

Mendaftarkan diri di Panitia Paskah

Umat dari luar paroki yang ingin mengikuti prosesi Logu Senhor harus terdaftar di panitia untuk memudahkan koordinasi saat acara berlangsung. Peserta wajib menyerahkan biaya sebesar Rp 25.000 (tahun lalu Rp 20.000,red) untuk pembuatan Kartu Pengenal dan biaya pengganti Lilin. Selain sebagai intensi pribadi, dana ini juga adalah bentuk dukungan umat dari luar paroki untuk pelestarian situs gereja St.Ignatius Loyola yang saat ini terus dirawat sekalian mendukung kampung Sikka sebagai sebuah destinasi wisata rohani unggulan di Sikka.

Punya Devosi/ Ujud Khusus yang Mau Disampaikan

Yang paling utama dari prosesi ini adalah kualitas iman peserta. Orang yang datang mengikuti prosesi Logi Senhor adalah orang katolik yang mau menghayati dan mengambil makna dari Kisah Sengsara, penderitaan dan Wafatnya Tuhan Yesus Kristus yang rela mati demi menebus dosa umat manusia.

Ada pembedaan atau kategori peserta dalam prosesi Logu Senhor. Memaknai Logu Senhor sebagai bagian dari ritus penghayatan dan penhormatan kepada Yesus yang rela mati di kayu Salib maka semua peserta yang hadir boleh mengikuti prosesinya. Namun untuk mereka yang terlibat aksi Logu Senhor (merunduk dan berlalu dibawah Salib Senhor) direkomendasikan hanya mereka-mereka yang punya ujud khusus.

Mereka yang punya beban hidup, pergumulan ataupun permohonan-permohona khusus boleh “merendah diri”  dibawah salib Senhor dan berharap ada pengampunan,rezeki atau berkat yang mereka perolah usai melakukan Logu Senhor. Inilah daya tarik utamanya dan terbukti mereka yang benar-benar percaya, doa mereka di kabulkan usai mengikuti ritual iman ini.

Membawa Lilin

Karena Prosesi ini syarat dengan nuansa Iman dan dalam arak-arakan dan ratapan Doa sejauh kurang lebih 1,5  kilometer maka lilin ditangan yang terus menyala menjadi perlengkapan yang wajib disiapkan. Lilin mengingatkan setiap peserta untuk konsentrasi berdoa dan berserah diri pada Tuhan melalui Yesus yang tersalib dan diarak keliling dalam proses itu.

Peserta Logu Senhor pose dengan Tenun Flores usai perayaan. Foto : Istimewa

Wajib Menggunakan Sarung Tenun dan Kostum Berkabung

Ada yang menarik dari Pagelaran Logu Senhor di Kampung Sikka. Setiap peserta yang menghadiri prosesi ataupun  mengambil bagian dari kegiatan ini wajib mengenakan Tenun Ikan khas Flores dan aau Kostum/Baju berkabung. Warna baju yang direkomenasikan adalah hitam dan sarung Maumere.

Bagi peserta yang tidak membawa sarung ke lokasi ini bisa menyewakan sarung miliki warga setempat atau bahkan langsung membeli sarung tenun khas Maumere yang dipasarkan tak jauh dari Gedung Gereja Tua Sikka.

Tertib dan Patuh Pada Tata Upacara

Setiap peserta prosesi wajib mengikuti upacara ini dengan hikmat dan diminta menjaga kekhususkan dan ketertiban.

Untuk diketahui, ritus tersebut dilestarikan ratusan tahun dan berlangsung hingga saat ini dipimpin oleh Moang Nyong dan turunannya yang sudah masuk Suku Dara Bogar, Rodiques. Keluarga Pedro Rodrigues bersama keluarga Dara bogar yang ada di Sikka punya peranan untuk membuka upacara ini. Mereka bertugas khusus menyiapkan Salib Senhor, membersihkan dan menata Salib Senhor yang ada di Kapela Senhor samping gedung Gereja Tua Sikka.

Dalam setiap upacara, keluarga Rodriques bertugas mengusung Salib Senhor  ke dalam gereja. Mereka juga bertugas mengusung salib Sengor pada pembukaan prosesi dalam gereja keluar untuk diarak dan prosesikan pada stasi yang pertama. Untuk stasi-stasi berikutnya salib Senhor akan diusung oleh perwakilan dari setiap lingkungan di Paroki Ignatius Loyola hingga kembali masuk ke gereja.

Keluarga Pewaris Prosesi Meratapi Peti Yesus di Altar Gereja sebelum diarak keliling kampung. Foto : Ooz Gobang

Disaat salib Senhor sudah kembali ke gereja maka keluarga Rodiques kembali mengusung Salib Senhor dari gereja untuk ditahkatakan lagi di temaptnya yakni di kapela Senhor.  (Sumber : Penuturan Moang Gregorius Tamelab (71), Tokoh Katolik  dan DPP Paroki St.Ignatius Loyola)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *