Di Kapela Monumental Ini, Umat Stasi St.Agustinus Bello Hikmat Rayakan Misa Minggu Palma

Perarakan dari Susteran SSPs Belo menuju Kapela St.Agustinus. Foto : Ist

Pekan Suci mengenang Kisah Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Yesus mulai dirayakan umat Katolik sedunia hari ini dalam Misa Minggu daun-daun atau lazim disebut Minggu Palma.

Perayaan Minggu Palma juga dilaksanakan secara hikmat oleh Umat Katolik di Stasi St. Agustinus Belo, Paroki St.Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Keuskupan Agung Kupang.

Suasana sukacita layaknya jemaat pedesaan nampak terasa. Iklim sejuk yang disajikan dari pinggiran Kota Kupang ini tentu memberi nuansa berbeda bagi Anda yang mungkin baru pertama kali hadir di Kapela ini.

Kapela Stasi St.Agustinus Belo sendiri merupakan sebuah kapela monumental dan bersejarah di Keuskupan Agung Kupang. Kapela “tua” tersebut didirikan oleh umat Katolik Perdana Asli Suku Helong, Timor, puluhan tahun lalu.

Upacara pembukaan dan pemberkatan Daun Palma dipusatkan di Pelataran Susteran SSpS Belo, dipimpin oleh Pastor Paroki BTN Romo Simon F.Tamelab,Pr dan dihadiri ribuan umat.

Usai diberkati, daun Palma yang disiapkan Panitia Paskah 2019 itu langsung dibagikan ke umat. Selanjutnya semua umat berarak dengan daun Palma ditangan dari kompleks Susteran SSps Belo menuju Kapela Stasi St.Agustinus yang berjarak kurang lebih 500meter

Rm.Simon F.Tamelab,Pr memberkait Daun Palma sebelum dibagikan. Foto : Ist

Upacara ini mengenang peristiwa Agung yang dilakukan Yesus 2000 tahun silam ketika memasuki Kota Yerusalem. Mengendari seekor keledai betina, Yesus begitu dielu-elukan dengan daun palma ketika memasuki kota itu. Dia disambut gegap gempita sebelum akhirnya menyerahkan diri untuk dihukum mati dan bangkit pada Hari Paskah.

Apa yang dilakukan Yesus ini adalah gambaran kesederhanaan Yesus dan ketaatan yang tinggi pada Tuhan. Dalam kesederhaan dan  kepasrahan yang tinggi kepada BapaNya yang di surga pula Ia menyerahkan diri. Sikap Yesus ini tentu menggingatkan siapapun pengikutnya untuk selalu rendah hati. Hanya dengan rendah hati dan kesetiaan yang total, seorang bisa keluar dari penderitaan.

Suasana Misa di dalam Kapela St.Agustinus Belo. Foto : Fortuna

Dalam Kotbahnya, Romo Simon menegaskan 2 kata kunci dari perayaan tersebut yakni Daun Palma dan Keledai. Mengapa harus Daun Palma dan Keledai yang dipilih Yesus?

Menurut Romo Simon, daun palma adalah sejenis tumbuhan yang tumbuh dan hidup dari celah-celah batu yang keras ditebing-tebing belukar. Pohon itu selalu mekar dan daunnya selalu hijau dalam musim apapaun. Hal ini menggambarkan kehadiran Yesus sebagai Mesias yang dinantikan memberikan sebuah kesegaran, tetap tumbuh dan tidak layu oleh alasan apapun. Ada konsistensi dan ketaatan yang kuat disana.

Demikian halnya Keledai, adalah seekor hewan tunggangan yang sangat kuat dan selalu taat pada tuannya. Apapun yang diperintah tuannya pasti akan dituruti. Hal ini menunjukan kalau ingin menjadi pengikut Kristus haruslah tetap taat bahkan harus rela mengorbankan nyawaNya demi umat manusia.

Ketaatan sampai mati di Salib inilah adalah gambaraan kesetiaan Yesus yang tanpa batas dan paripurna.

Dia berharap umat Katolik St. Agustinus Belo terus menghayati makna Minggu Palma sebagai momentum terberkati untuk terus memupuk sikap rendah hati dan semangat berkorban untuk diri dan sesama.

“Kesederhaan dan cinta Yesus yang tersalib itulah yang jadi pedoman dan kekuatan utama iman umat Katolik yang harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya

Perayaan Misa Minggu Palma di Stasi Belo dimeriahkan oleh Koor Sponsor dari KUB St,Theresia Kanak-Kanak Yesus. Puluhan Suster, Orangtua dan Remaja Katolik terilbat aktif bersimphoni bagi Tuhan.

Jacobus Boleng. Foto : ist

Panitia Perayaan Paskah di Stasi St. Agustinus Belo kali ini dipercayakan kepada KUB Yohanes Maria Vianey yang diketuai Jacobus Boleng. Adapun Ketua Panitia Paskah dikoordinir Stefanus Manafe

Jacobus Boleng kepada Fortuna disela-sela perayaan Minggu Palma di Kapela St.Agustinus mengatakan Pekan Suci adalah kesempatan berRahmat yang terus dinantikan umat. Karena itu dengan segala keterbatasan sebagai KUB pemekaran yang baru,KUB Yohanes Maria Vianey bertekad untuk menyukseskannya.

Terkait membludaknya umat pada Minggu Palma hari ini, Ketua Panitia Stefanus Manafe mengatakan kurang lebih 1000 kursi yang tersedia didalam gereja dan di sayap kiri-kanan gereja penuh terisi. Jumlah itu belum termasuk ratusan umat yang mengisi kursi-kursi yang disiapkan panitia dibawah 5 tenda dihalaman gereja.

Panitia kata dia akan bekerja maskimal untuk menyukseskan Perayaan Paskah 2019 dalam sepekan kedepan.

Pantauan Fortuna, selain kesiapan petugas liturgi dan rekoleksi, beberapa kegiatan fisik juga dilakukan yakni pembersihan gereja, pengecatan tembok sayap samping gereja dan pembersihan lokasi calon Kapela St.Paulus di kompleks BMKG Belo.

“Ya selain kesiapan liturgis, perlengkapan fisik dan aksi nyata, dalam perayaan suci itu kita juga menghadirkan sebuah pos koordinasi untuk pengamanan dari aparat Bambimkantimbas sehingga umat nyaman merayakan Paskah. Kita berharap ada dukungan umat,”pinta Manafe. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *