Wajib Disajikan Semua Hotel Resto di Flotim, Kopi Leworok Siap Go Nasional

Bupati Flotim MeLaunching 1001 Cangkir Kopi Leworok di Pangung Festival Bale Nagi, (7/4) di Pantai Rako. Foto : Adiz

Usai perayaan Misa Pagi pada hari kedua pembukaan Festival Bale Nagi, Minggu 7 April 2019 di Pantai Rako, Desa Hewa Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur (Flotim), ada acara peluncuran (Launching) Kopi dan Minum 1001 Cangkir Kopi Leworok.

Bupati Flores Timur Anton Hadjon saat itu secara resmi melaunching Kopi Leworok, “Kopi Seribu Satu Cerita” dari Flores Timur yang siap dipasarkan di daratan Flores, NTT bahkan seluruh Indonesia.

Kopi Leworok sendiri merupakan Produk Kopi Lokal pertama yang diperkenalkan pemerintah daerah Flores Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya, Anton menyatakan pihaknya akan terus mendorong dan mendukung pengembangan industri produk-produk lokal Flotim.

Salah satu bentuk keberpihakannya adalah dengan menginstruksikan kepada seluruh hotel dan restoran di Flores Timur agar menjadikan kopi Leworok sebagai Icon Kopi di hotel dan restonya.

“Saya harap mereka (pihak hotel,red) dapat menghargai produk-produk lokal kita. Penghargaan yang mereka berikan akan dihargai juga oleh pemerintah. Kalau mereka tidak menghargai, ya pemerintah juga tidak akan menghargai mereka. Saya minta  kalau bisa tidak boleh ada kopi lain selain kopi lokal Flotim”, kata Anton tegas.

Yosep Lawe Oyan Berbagi Motivasi di Stage Festival Bale Nagi, Minggu (7/4). Foto : Adiz

Kopi Seribu Satu Cerita dari Flores Timur

Kopi Leworok hadir dengan brand baru sebagai Kopi Seribu Satu Cerita. Filosofi ini diambil dari perpaduan rasa pahit, manis dan sedikit rasa asam yang menggambarkan aneka persoalan dan rasa yang ada dalam setiap kehidupan manusia.

Semua rasa yang terpatri dalam bathin itu kemudian melahirkan ide untuk meracik satu cita rasa kopi yang khas dan menggoda untuk diseruput.

Kopi Leworok 90% diproses secara manual, mulai dari pemilihan biji kopi terbaik diseleksi satu persatu secara manual, kemudian disangrai secara manual dan digiling di penggilingan kopi lokal menciptakan rasa kopi asli yang sempurna.

Demikian dipaparkan Yosep Lawe Oyan, Owner Kopi Leworok kepada seluruh audiens dalam acara Launching Kopi dan Minum 1001 Cangkir Kopi Leworok pada hari kedua Pembukaan Festival Bale Nagi, di Pantai Rako, Wulanggitang Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 7 April 2019.

Dia mengapresiasi apa yang telah dilakukan pemerintah Flotim. Baginya pemda Flotim di bawah pimpinan Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agus Boli sangat terbuka dan memberikan ruang kepada kaum muda Flotim untuk berkarya menggali potensi lokal yang ada.

Yosep berpadangan bahwa Flores Timur merupakan sebuah daerah yang kaya “susu dan madu”. Potensi pertanian, peternakan, perkebunan hingga pariwisata berlimpah; terbentang luas didepan mata namun tidak ada niat dari orang Flores TImur sendiri untuk mengelola mengembangkan dan memberi sentuhan kreativitas.

“Selama ini masyarakat Flotim terlalu jauh menatap prospek kerja. Orang Flotim cendrung melihat keluar seperti Jawa, Kalimantan dan Sumatera bahkan Malaysia, sampai-sampai kita lupa bahwa di tempat kita berdiri ada begitu banyak potensi dan peluang usaha yang bisa kita garap serius dan meningkatkan perekonomian keluarga “, ujarnya

Ia mengajak semua pihak yang peduli terhadap pembangunan Flotim agar lebih proaktif membangun daerah melalui berbagai usaha ekonomi produktif. (Adiz/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *