Sebut Rako “Kuta”nya Flores, Adit Serahkan Papan Selancar Kesayangannya Untuk Pemda Flotim

Serunya Bermain Ombak di Pantai Rako. Foto Adiz

Adit, seorang peselancar yang mencoba bermain ombak di Pantai Rako, Desa Hewa Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur mengatakan gulungan ombak di pantai tersebut layak dijadikan sebagai spot surfing baru yang bisa diperkenalkan kepada penikmat selancar nasional dan dunia.

“Saya nyatakan Ombak di pantai Rako, Desa Hewa kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur (Flotim) layak dan betul itu spot surfing,”tutur Adit, peselancar asal Rote itu kepada Fortuna di Rako (7/4)

Penyataan Adit itu disampaikan sesaat setelah bersama team peselancar menyuguhkan atraksi surfing di Pantai Rako pada hari ke dua rangkaian acara pembukaan Festival “Bale Nagi” (7/4/2019) yang diselenggarakan Pemerintah Daerah (Pemda) Flotim melalui Dinas Pariwisata setempat.

Adit dengan papan selancarnya. Foto : Adiz

Adit yang kala itu hadir sebagai perwakilan dari Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) mengaku awalnya dia ragu apakah benar ada ombak di Pantai Rako.Namun setelah mencoba menikmati gulungan ombak di pantai Utara Flores Timur itu, dia terpesona.

“Ini pantai pertama, perwakilan dari daratan Flores, walaupun ombaknya masih tergolong Beginner untuk surfing. Saya kira Rako tidak hanya punya ombak, kecantikan pasir putih nan panjang serta pemandangan eksotis Bukit Makasar di sisi Timurnya membuat Rako layak disebut sebagai “Kuta” nya Flores”, sebut Adit

Menurut Adit, pantai Rako punya magnet wisata tersendiri. Selain menjadi indah karena pasir putihnya, pantai itu juga memperkaya Spot Surfing Indonesia.

Dia berpesan agar pantai Rako yang rupawan itu perlu diimbangi dengan dukungan infrastruktur dan telekomunikasi yang memadai bagi para penikmat wisata ombak itu.

“Pantai Rako sangat indah hanya infrastruktur dan jaringan komunikasinya harus segera dibenahi untuk mendukungnya sebagai objek wisata pantai Flotim”, demikian pesan Adit untuk Pemda Flotim.

Papan Surfing Picu Peselancar Lokal

Pada kesempatan itu juga Adit menyerahkan Surf Board atau papan selancar kesayangannya yang dipainting dengan tangannya sendiri kepada Pemda Flotim melalui Kadisparbud Flotim, Apolonia Corebima, untuk selanjutnya diserahkan kepada masyarakat desa Hewa, khususnya pengelola pantai Rako.

Penyerahan Papan Selancar kepada Pemda Flotim yang diterima oleh Kadisbudpar Ny.Apolonia Corebima. Foto : Adiz

Menurut Apolonia, Pantai Rako dipilih menjadi lokus pembukaan festival Bale Nagi sesuai tema pembukaan kegiatan “Pesta Ombak”. Pantai Rako layak untuk dipromosikan, selain itu pemerintah Desa Hewa sudah menginisiasi dengan kelompok pemuda pengelola wisatanya untuk mengelolanya selama ini. Ini menjadi contoh bagi desa-desa lain yang punya daya tarik wisata di Flotim,”ujarnya.

Para pengunjung foto bersama para surfer di Pantai Rako, (7/4)

Acara penyerahan surf board disaksikan oleh masyarakat desa dan ribuan pengunjung yang memadati area pantai Rako. Acara yang dimeriahkan dengan suguhan musik dari “TRADA BAND itu juga dihadiri Sekertaris daerah Flotim bersama jajaran pimpinan OPD Flotim.

Untuk diketahui, Adit menjadi satu dari beberapa bintang tamu yang hadir khusus dalam Festival Bale Nagi yang digelar di Pantai Oa dan Pantai Rako di Wulanggitang. Acara yang dibuka Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon pada 6 April 2019 itu bertujuan untuk memperkenalkan pesona Pantai Oa dan Pantai Rako kepada masyarakat luas. (Adiz/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *