SoE Kian Terang, Bersih dan Memikat Diawal Kepemimpinan TTS Baru

Suasana Pertigaan Tugu Adipura, SoE. Foto : Fortuna

Kota SoE ibukota kabupaten TTS, Nusa Tengara Timur merupakan daerah tujuan wisata yang tepat. Kota ini  direkomendasikan bagi wisatawan yang ingin menghabiskan liburan dan akhir pekannya. Berada persis di puncak pulau Timor dengan iklim sejuk tentu menjadi pilihan paling pas bagi Anda.

Anda sumpek dengan rutinitas, atau penat dengan kebisingan di Ibukota propinsi? Ayo Ke SoE dan nikmati nuansa wisata menarik bersama keluarga dan orang-orang yang anda cintai.

Jaraknya yang tak jauh dari Kupang Ibukota Propinsi NTT tentu menjadi alasan mengapa harus ke SoE. Cukup menempuh perjalanan darat 2,5 jam dari Kupang Anda sudah bisa menikmati suasana dingin dipuncaknya Timor.

Berada diketinggilan lebih dari 1000 dpl seakan membawa Anda untuk jauhi hawa panasnya Kupang dan sejenak menghirup udara segarnya SoE.

Ajakan “Singgalah Sejenak di SoE” juga tepat bagi sesama saudara dari Dili Timor Leste, Atambua atau Kefa yang ingin juga menikmati susana malam di kota dingin satu-satunya di daratan Anda.

Liburan Anda di SoE dipastikan menyenangkan. Apalagi kota ini telah didukung beberapa fasilitas hotel dan restoran serta pusat perbelanjaan yang siap memberi kenyamanan bagi Anda. Benar, SoE telah memenuhi standar sebagai daerah tujuan wisata Anda.

Nah, untuk mendukung Kota SoE sebagai destinasi wisata pilihan maka pemerintah kabupaten TTS terus membenahi berbagai fasilitas umum, meningkatkan kebersihan termasuk mempercantik wajah kota Soe.

Dua kali berkesempatan mengunjungi kota Soe dalam sebulan terakhir secara kasat mata menyaksikan ada banyak perubahan. Selain bersih, lampu jalan di hampir semua sudut kota itu mulai terang benderang.

Apakah ini adalah geliat awal kemimpinan baru TTS dibawah kendali Bupati Egusem Piether Tahun dan Wakil Bupati Army Konay? Bisa ya. Bisa juga tidak. Tapi adalah baik bahwa kota dingin yang acapkali diselimuti kabut tebal jelang sore dan malam hari itu nampak berbenah.

Fortuna yang coba melintasi kota SoE pada 27 Maret 2019 petang nampak tercengang. Hujan deras dan kabut tebal yang membela kota SoE malam itu tidak menyurutkan niat kami untuk menikmati dinginnya kota SoE hingga larut.

Kamipun menyisiri jalan Trans Timor dari Terminal Haumeni hingga perempatan Bank NTT SoE. Titik-titik ini terpantau tampak  terang benderang meski sudah masuk jam 23.15 malam. Suasana yang sama juga dijumpai ketika memasuki terminal lama kota SoE, kompleks pasar SoE menuju gereja Efata hingga Tugu Adipura.

Tidak sampe disitu saja, kami melanjutkan perjalanan menyusuri kawasan baru di Jalan Eltari menuju kedua gedung utama dan pusat pemerintahan kabupaten TTS itu. Sungguh, kawasan Kantor Bupati dan Kantor DPRD TTS ini adalah spot terbaik untuk menikmati gemerlap malam kota Soe dari Puncak.

SoE juga terpantau terang ketika tim kembali mengitari kompleks Pasar Inpres kota Soe sebelum akhirnya menikmati seteguk kopi hangat di Cafe Beta yang terletak di jalan protokol SoE – Kupang.

Bupati TTS Egusem Piether Tahun dan Wakil Bupati Army Konay. Foto : Istimewa

Benar, suasana itu dirasakan sedikit berbeda pada musim yang sama ditahun 2018. Kala itu kendaraan yang kami tumpangi nyaris terperosok masuk ke selokan di depan Polres TTS dan di Jalan El Tari SoE. Kedua titik strategis ini tak ada lampu jalan atau mungkin saja bola lampunya putus sehingga gelap melanda padahal kedua ruas jalan itu adalah protokolnya kabupaten TTS.

Maksimus Banamtuan, seorang warga TTS ditemui di arena Cafe Beta saat itu mengaku kalau kota SoE sudah lebih terang saat ini. Situasi itu membuat warga jadi nyaman beraktivitas dimalam hari dan tentunya menekan aksi kriminalitas.

“Benar kaka, SoE sudah lebih terang. Setiap sudut kota ada lampu yang menerangi. Lampu-lampu ini sebelumnya memang sudah ada, mungkin saja bolanya putus tapi tidak diperbaiki. Sekarang lebih terang seperti yang kaka dong (mereka) liat,” ujar pria asal Oenlasi yang mengaku berprofesi sebagai sopir itu.

Cafe BETA, SoE. Foto : Fortuna

Bupati TTS, Egusem Piether Tahun dalam berbagai kesempatan selalu mengutarakan komitmennya untuk menata SoE sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik tinggi. Dengan dukungan iklim dan panorama alam puncak, SoE akan terus dipercantik sehingga menjadi kota wisata pilihan pengunjung di NTT.

“Daya tarik utama Soe adalah berada dipuncak dan iklimnya yang dingin. Kita harapkan orang Kupang dan wisatawan dari mana mau saja datang rekreasi di SoE terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Kita akan terus tata SoE jadi kota yang bersih, ramah dan terang selain di kawasan wisata puncak Fatumnasi dan beberapa destinasi unggulan lainnya,”ujar pria yang biasa disapa Epy Tahun itu kepada Fortuna di Kupang usai dilantik jadi Bupati  TTS, 14 Februari 2019.

Untuk membenahi beberapa masalah dasar warga kota, dia berjanji selalu berkordinasi dengan semua staf teknis di dinas kebersihan, bagian umum dan pihak kelurahan untuk secara rutin memperhatikan massalah penerangan, kebersihan kota dan sampah-sampah yang sering merusak pemandangan. Mantan Asisten I Setda TTS itu juga meminta kesadaran warga untuk tidak buang sampah sembarang.

Harus diakui, Duet Epy Tahun dan Army Konay berkomitmen untuk menata sektor pariwisata di kabupaten TTS yang selama ini belum dipromosikan maksimal.

Beberapa destinasi wisata yang unggul namun belum digarap memadai misalnya kawasan Mutis Fatumnasi, Bu’at, Benteng None, Wisata sejarah dan religi “Mukdjizat Air menjadi Anggur”, Benteng None, kampung tradisional Boti, kawasan wisata Pantai Kolbano, Oetune serta ritus-ritus budaya dan tradisi seni budaya daerah kabupaten TTS. (Tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *