Aksi Heroik Lurah Nangalimang Menggagalkan Penjualan Bayi di RSUD TC.Hillers Maumere

Lurah Nangalimang, Maria Alestry Sute di ruang persalinan RSUD TC.Hillers Maumere. Foto : Istimewa

Oleh : Liberius Langsinus (Bung Sila)- Komando Brigade Pancasila Sakti

Peristiwa ini bermula dari saat saya mengunjungi ponaan yang baru lahir (putri  Nong Deo) di ruangan Anggrek RSUD TC. Hilers Maumere pada selasa 26 Maret 2019, pukul 11:25.  Usai berjumpa ade ipar dan keluarga, saya melihat seorang ibu muda sedang duduk sambil gendong bayinya di tempat tidur. Tidak ada keluarga yang mendampingi dan/atau menjenguknya.

Dari informasi sesama pasien ibu bersalin, diketahui bahwa perempuan tersebut baru melahirkan putra pertamanya dan suaminya melarikan diri alias tidak bertanggungjawab. Dalam kondisi sendirian, ia tak sanggup membelikan pakaian baby begitu pula pakaian ganti untuk dirinya dan makanan. Dia juga tidak sanggup membayar biaya persalinan(operasi caesar). Ibu ini bahkan hendak menjual bayinya untuk membayar biaya persalinan.

Melihat keadaan demikian kami beberapa  orang berempati dengan membantu sebisanya. Termasuk salah seorang staf  di Kelurahan Nangalimang beranjak pergi meminta  tolong Lurah Nangalimang. Tak lama Lurah Nangalimang datang dengan beberapa stafnya.

Bersama Bayi, Ibu Len dan Paramedis di RSUD TC.Hillers Maumere. Foto : Istimewa

Mereka Rakyat Indonesia

Lurah Nangalimang dengan empati humanisnya  mulai gesit mengkondisikan segala hal terkait kesulitan yang di alami ibu Len warga desa Nebe kecamatan Talibura. Mulai dari membelikan kebutuhan ibu dan bayinya, mengutus stafnya berangkat ke desa Nebe untuk mengurus surat keterangan tidak mampu. Kemudian Lurah Nangalimang ini juga telepon pihak Dukcapil Sikka untuk bantu pengurusan Kartu Keluarga. sebagaimana syarat proses pengurusan BPJS.

Menurut Lurah Nangalimang, Maria G. Alestry Sute, bahwa perempuan yang mengalami penderitaan tersebut ini adalah tanggungjawab kita. Karena mereka adalah rakyat Indonesia. Siapa pun kita sebagai Aparat Sipil Negara wajib melindungi seluruh tumpah darah rakyat Indonesia. Kita(negara) hadir untuk melayani rakyat entah siapa saja dan di mana pun kita berada, ujarnya dengan linangan air mata di hadapan kami.

Keluarga Bayi, Lurah Nangalimang dan Bung Sila di ruang Kebidanan RSUD TC.Hillers, Maumere. Foto : Istimewa

Kemudian kami pun berpisah karena saya harus berangkat ke kampung Kloang Aur desa Watudiran kecamatan Waigete untuk nobar film dokumenter.

Dalam perjalanan,  saya berpikir andaikan tak ada ibu Lurah Nangalimang, bagaimana nasib bayi itu,  di jual atau di buang?  Lalu saya kontak Kabag Humas dan Protokoler Setda Sikka Even Edomeko,  menanyakan nama Lurah Nangalimang.

Saya semakin penasaran siapa sebenarnya Lurah Nangalimang kecamatan Alok kabupaten Sikka ini. Setelah pulang dari Klahit, saya berkunjung ke  kantor Lurah Nangalimang untuk berjumpa dengan Pejuang Kemanusiaan,  ibu Maria  Alestry Sute, lulusan STPDN.

Liberius Langsinus (Bung Sila bersama Lurah Nangalimangibu Maria Alestry Sute di Kantor Lurah. Foto : Istimewa

Dengan ramah ibu Maria Alestry menyapa kehadiran saya di tengah kesibukan melayani warganya. Singkat cerita Lurah humanis ini menggambarkan hasil perjuangan dia membebaskan penderitan ibu Len. Termasuk segala urusan administrasi sudah beres, sambil menunjukan  surat SKTM dari desa Nebe dan Kartu Keluarga baru.

Lalu Lurah Nangalimang mengajak saya ke Rumah Sakit  untuk membawa keluar  ibu Len bersama bayinya dari rumah sakit dan mengantar ke kampung mereka di Blawuk Nebe. Setelah mendapat mobil,  Lurah Nangalimang bersama stafnya langsung antar ibu Len dan bayinya ke kampung halamannya.

Sebagai sesama yang berjuang di misi kemanusiaan, saya melihat sosok Lurah Nangalimang Maria Alestry Sute adalah pemimpin rakyat sejati. Dia adalah adalah pejuang kemanusiaan. Karena dia sangat peduli dengan masalah pembebasan beban penderitaan perempuan atau hal kemanusiaan adalah segalanya.  Dia mempertaruhkan segalanya demi kemanusiaan yang adil dan beradab.

Saya sangat mengapreasi, terharu dan bangga menjumpai sosok pemimpin seperti ini sudah ada di Kabupaten Sikka. (Tulisan diambil dari WAG Relawan Bung Sila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *