Di Alor, Pendeta dan Jemaat Ini Kembangkan Wisata Pantai

Pantai Kasih Yang Diinisiasi Jemaat Paulus Baumi. Foto : Istimewa

Tidak semua Pelayan Sabda (Pendeta) berminat dan mau mengembangkan sektor pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan jemaat. Namun, hal langka ini dilakukan Anderias Mauleti seorang Pendeta (Pdt) GMIT yang melayani Jemaat Paulus Baumi, di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur.

Dibantu para jemaatnya, Pendeta ini mensponsori pengembangan pariwisata pantai (Beach Tourism) yang dinamainya Wisata Pantai “Kasih” Baumi.

Giat para stakholders ini juga tentu jadi langkah nyata mendukung Tagline Pariwisata Alor sebagai “Surga di Timur Matahari” yang sering didengungkan Bupati Alor Amon Djobo dan Wakil Bupati Imran Duru.

Pantai Kasih terletak di Kecamatan Lembur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 24 km arah Timur Kota Kalabahi, Ibukota kabupaten Alor. Anda bisa menjangkaunya dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan lama tempuh sekitar 35 menit.

Pdt. Anderias Mauleti. Foto : Istimewa

Pendeta Anderias yang telah bertahun-tahun berkarya bagi Mata Jemaat Paulus Baumi ini mengatakan bahwa minatnya terhadap pengembangan ekonomi jemaat melalui jalur pariwisata pantai muncul ketika ada pertemuan ditingkat Sinode Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) dan Rapat Koordinator Pelayanan Wilayah Klasis (KPWK) se-Kabupaten Alor yang membahas tentang pengembangan ekonomi jemaat dengan melihat potensi wilayah masing-masing.

“Jadi setelah pertemuan KPWK, saya lihat potensi jemaat saya ada. Kami punya pantai dan hasil ikan yang luar biasa maka saya punya ide untuk bangun wisata pantai ini sekaligus meningkatkan ekonomi kelompok nelayan penangkap ikan. Dengan demikian ketika wisatawan atau orang datang di pantai ini cukup bawa nasi atau sejenisnya, lauknya sudah disediakan warga jemaat,” ungkap Pdt. Ande kepada Fortuna yang mengunjungi kawasan pantai itu belum lama ini

Untuk alasan itulah Pendeta Ande bersama jemaatnya memulai langkah-langkah nyata dengan pembersihan pantai, menata lokasi hingga menyiapkan beberapa layanan jasa bagi para tamu yang berdatangan ke lokasi itu.

Selain membersihkan pantai, mereka juga menyiapkan beberapa fasilitas dan sarana pendukung diantaranya fasilitas MCK permanen, perahu nelayan untuk jasa sewa,  aneka souvernier khas Suku Lembur, hingga menyajikan makanan dan minuman bagi pengunjung.

Untuk pengunjung yang ingin menggelar karyawisata atau menggelar hajatan, mereka juga menyiapkan fasilitas sound system dan panggung alami untuk disewakan.

Tidak hanya itu Pendeta Anderias dan jemaatnya juga melakukan gerakan konservasi dan menata lingkungan sekitar dengan menanam anek pohon seluas 1 hektar yang rindang dan indah. Dalam kawasan itu juga telah dibangun beberapa lopo atau rumah payung yang bisa dimanfaatkan untuk bersantai ria bersama pasangan maupun kelompok sambil menyaksikan sunset langsung dari permukaan laut tak jauh dari gereja.

Bagi para pelancong, wisatawan dalam dan luar negeri, spot ini menawarkan suasana santai sambil menikmati hawa laut yang sunyi dan jauh dari kebisingan kota. Tempat ini juga direkomendasikan sebagai spot wisata keluarga karena nyaman dan menyenangkan.

Pengunjung Pantai Kasih. Foto : Istimewa

Pantai Kasih memang menawarkan sejuta pesona. Dengan karakternya yang landai, berpasir putih bebatuan, banyak pepohonan rindang membuat kunjungan anda dipastikan berkesan.

Dari sekilan luas areal pantai itu, ada satu spot yang oleh anggota Jemaat ditancapi tiang salib yang khas dan bisa menjadi spot foto dengan latar laut, alam pegunungan dan tentunya sunset yang indah.

Ayo berkunjung ke Pantai Kasih. Nikmati aneka pangan lokal dan sajian ikan bakar khas Lembur. Warga jemaat yang ramah dan terlatih siap melayani Anda semua tentunya. Jangan lupa pas masuk cuman Rp 2,000, hingga Rp 5,000,-. Untuk tamu group pas masuk tergantung negosiasi. (Aby/42nAlor).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *