Ratusan Karya Desainer NTT Siap Sukseskan Ajang IFW 2019

Julie S.Laiskodat (Tengah) didampingi Kadispar NTT Wayan Dermawan (kedua dari kanan) disela-sela acara JP di Kupang, (23/3). Foto : Magda

Kain tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) kini semakin diminati oleh masyarakat nusantara dan dunia. Hal ini terlihat dari banyaknya desainer yang menggunakan wastra khas NTT untuk merancang karyanya.

Tidak hanya itu,  trend dan kegemaran masyarakat Indonesia yang sering memakai wastra NTT dalam busana sehari-hari juga menjadi peluang bisnis tenun yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Untuk alasan itulah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur ingin berpartisipasi dalam ajang fashion bergengsi di Indonesia Fashion Week (IFW), 27 Maret 2019 di Jakarta

Melalui event ini DekranasdaPropinsi NTT akan memamerkan lebih dari seratus Karya Koleksi Desainer Dari NTT.  Di Ajang IFW 2019 NTT akan memperagakan juga ratusan busana kekinian berbahan kain tenun karya desainer lokal asal Nusa Tenggara Timur.

Puluhan Fashion Desainer dari Kota Kupang, Kabupaten Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Malaka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Rote, Sabu Raijua, Sikka, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tenga, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara ini telah melewati proses pembinaan oleh 3 desainer nasional yaitu Defrico Audy, Handy Hartono dan Widyatmodjo.

Ketua Dekranasda NTT, Julie S. Laiskodat dalam Jumpa Pers Jumad, 22/03/2019 di Kantor Dinas Pariwisata mengatakan bahwa IFW 2019 merupakan momentum stategis mempromosikan produk tenun NTT. Forum ini  makin memperluas pangsa pasar tenun NTT baik didalam maupun diluar negeri.

Event ini juga strategis untuk memacu meningkatkan kapasitas semua pengurus Dekranas Kota dan Kabupaten di Nusa Tenggara Timur untuk menggenjot ekonomi daerah melalui produk tenun ikat dan turunannya.

“Tujuan kami melibatkan desainer nasional sebagai mentor adalah untuk menjadi pembelajaran bagi para desainer lokal serta pengrajin tenun agar bisa mengembangkan kreativitas baik desain maupun motif sehingga menjadi produk tenun unggulan dengan cita rasa global yang komersial kompetitif namun tetap memiliki sentuhan khas Nusa Tenggara Timur,” ujar Julie yang saat itu didamping Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Ir.Wayan Dermawan.

Pemilik LeViCO Butik Jakarta ini juga berharap agar masyarakat semakin mengenal produk tenun NTT yang modis dan bisa dipakai untuk kegiatan atau momen sehari- hari. Dengan demikian berdampak  terhadap meningkatnya permintaan pasar terhadap tenun asli NTT sekaligus memberi sumbangan nyata bagi ekonomi masyarakat NTT yang menggeluti usaha ini.

Untuk diketahui IFW 2019 akan digelar pda 27-31 Maret 2019 di Kenari Hall, Jakarta Convension Center.  Selain fashion show Dekranasda Provinsi NTT juga berpartitipasi  dalam bazaar yang berada di Cendrawasih Hall No. 142 s/d 146. Event ini akan dimeriahkan tarian Usif Sonbai, tarian khas Timor yang memiliki pesan perjuangan dan nilai-nilai Sobe Sonbai sebagai sosok pejuang daerah dan bangsa Indonesia.

Sebelumnya,  Julie juga sukses membawa tenun NTT ke sejumlah ajang Mode Internasional seperti di New York Fashion Week juga di Paris dan London.

Keterlibatan Dekranasda NTT di IFW 2019 ini juga mendapat dukungan penuh dari sejumlah perangkat Daerah seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Biro Umum Setda NTT dan Biro Humas Setda NTT. (Magda/42na)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *