Festival Bale Nagi Bonus Bagi Wisatawan Samana Santa Tahun Ini di Flores Timur

Tarian Tradisional Penyambutan Tamu di Lewolema. Foto : Fortuna

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur terus menggiatkan event untuk menggenjot promosi pariwisata dan melestarikan potensi seni budaya di daerah itu.

Setelah suskes menggelar Festival Nubun Tawa di Kecamatan Lewolema tahun 2018, kini  Pemkab Flores Timur kembali menginisiasi sebuah event akbar yang diberi nama Festival Bale Nagi.

Festival yang rencananya dilaksanakan mulai tanggal 6-26 April 2019 tersebut seakan melengkapi rangkaian wisata rohani “Samana Santa” yang sudah ratusan tahun digelar di Kota Reinha itu.

Beberapa program promosi lengkap dipadukan dalam event ini baik dari sisi promosi wisata bahari, alam, budaya, rohani, pameran industri kerajinan hingga kuliner pangan lokal Kabupaten Flores Timur.

Kepala Dinas Pariwisata Flores Timur Apolonia Corebima melalui Sekretaris Dinas Katharina Riberu kepada Fortuna di Kupang belum lama ini mengatakan melalui tema besar Festival Bale Nagi, aneka kegiatan promosi pariwisata Flores Timur dipadukan dan ditonjolkan secara gamblang.

Pembukaan Festival Bale Nagi ini kata dia, akan dihelat tanggal 6 April 2019 di Pantai Oa di Wulangitang oleh Bupati Flores Timur. Lokus Ini menjadi momentum pertama mempromosikan aset wisata bahari pantai Oa yang eksotis, berpasir putih  dan berpotensi jadi salah satu spot baru untuk wisata surfing di Flores Timur.

Selain di Kota Larantuka, masih dalam rangkian Festival Bale Nagi ini juga, Pemkab Flores Timur akan mengelar Pameran Tenun Ikat Solor di Pamakayo pada tanggal 12 April. Pameran ini akan disaksikan langsung oleh beberapa group Tamu Asing.

Saat berada di Solor para tamu asing dari beberapa negara dan dari Jakarta ini juga dijadwalkan mengunjungi situs-situs sejarah peninggalan Portugal di Pamakayo sebelum ke kota Larantuka untuk mengikuti prosesi Samana Santa.

Di kota Larantuka, kegiatan akan dilanjutkan dengan pameran Tenun Ikat yang mengambil lokus di sepanjang arena Taman Kota Larantuka hingga pertigaan Sandominggo.  Pameran ini dihelat beberapa hari sebelum memasuki Pekan Suci tanggal 17-22 April.

Puncak Festival Bale Nagi akan digelar Pertunjukan Seni Budaya Daerah dan Kolaborasi Musik Ethnik -Moderen pada tanggal 26 April 2019. Momentum puncak event ini juga dipandang sebagai hajatan “Kegembiraan Paskah” dan bentuk syukuran atas suksesnya perayaan Paskah 2019 di Larantuka, Flores Timur.

Pesona Pulau Waibalun. Foto : Adiz

Jual Paket Tour Selama di Flores Timur

Momentum Festival Bale Nagi ini tentu strategis karena bertepatan dengan Peristiwa Akbar Samana Santa. Pemerintah daerah, panitia dan para pelaku wisata memandang ini sebagai kesempatan emas untuk memperkenalkan pariwisata Flores Timur kepada semua tamu yang berdatangan. Penjual jasa Paket Tour ke beberapa destinasi wisata menjadi sangat diharapkan

Kabid Promosi Dinas Pariwisata Flores Timur Silvester Kabelen membenarkan bahwa selama hampir sebulan kegiatan Festival Bale Nagi akan diisi dengan penjulan paket tour (open date) ke beberapa destinasi wisata unggulan di kota Larantuka, di Pulau Solor dan juga Adonara.

Event seperti Pameran tenun ikat dan wisata sejarah di Solor, pagelaran gelar festival Tenun Ikat dan Kuliner Pangan lokal di sepanjang jalan Taman Kota hingga pertigaan San Dominggo serta Syukuran di Pulau Waibalun tentu menjadi “jualan” menarik untuk tamu.

Silvester mengutarakan bahwa sudah ada beberapa group tamu asing dari Amerika, Inggris, Singapura dan Jakarta yang telah mendaftar. Pemerintah dan para pelaku wisata di Flores Timur bahkan sedang mengatur beberapa paket tour yang bisa dinikmati siapa saja selama berada di Flores Timur

Paket wisata itu disajikan secara open date sepanjang bulan untuk mengeksplore pesona wisata alami, bahari budaya, hingga wisata kuliner khas Flores Timur. Bahkan selama pekan suci paket tour ini akan terus dipasarkan dan berlaku bagi para wisatawan Prosesi Samana Santa yang akan berdatangan ke kota Larantuka.

Benar kita berkolaborasi dengan pelaku wisata menjual paket dan melayani jasa promosi wisata. Paket itu berlaku sejak Pembukaan tanggal 6 April bahkan memasuki Pekan Suci tanggal 17 sampai  21 April yang terpusat di Larantuka, paket tour tetap dijual. Khusus rangkaian Pekan Suci, panitia membuka beberapa paket Tour ke Lewolaga dan Wure dan beberapa spot lainnya. Tujuanya  untuk mengisi waktu para wisatawan.” ujar Silvester.

Syukuran di Pulau Waibalun

Satu event yang tidak boleh Anda lewati dalam rangkain Festival Bale Nagi ini adalah menghadiri dan menyaksikan acara Syukuran Nelayan di Pulau Waibalun dekat pelabuhan Fery kota Larantuka.

Acara syukuran nelayan ini akan diawali dengan ritual adat, Misa dan pagelaran beberapa perlombaan antara lain lomba dayung tradisional, lomba renang juga pameran  kuliner bahari. Yang unik dari event ini adalah semua peserta dan tamu undangan akan disuguhi pangan lokal olahan Serba Ikan.

Syukuran Pulau Waibalun itu kata dia telah digelar selama 4 tahun terakhir dan terus digalakan sebagai wujud syukur masyarakat akan laut sebagai mata pencaharian dan sumber hidup warga Waibalun dan Larantuka umumnya. Banyak kapal-kapal nelayan bhakti yang dibantu pemerintah untuk nelayan Waibalun hingga kini mereka bisa mengarungi Lautan Flores Timur  dan mencari nafkah serta mensuplai ikan sebagai komoditi unggulan  bagi masyarakat Flores Timur yang kini bahkan dipasarkan luas.

“Akan semua event ini, Kita undang siapa saja wisatawan untuk datang dan menikmati pesona Flores Timur yang disajikan apik dalam festival ini,” papar Silvester diamini Sekretaris Dinas Katharina Riberu kepada Fortuna di Kupang belum lama ini.

Libatkan Masyarakat

Benar bahwa selain Festival Bale Nagi, selama masa pemerintahan Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon dan Wakil Bupati Agustinus Boli, pemerintah fokus menggelar beberapa event promosi wisata akbar. Festival Nubun Tawa di Lewolema 2018 misalnya menjadi event paling heboh karena dihadiri ribuan warga. Event bernuansa budaya itu mampu menggerakan partisipasi masyarakat yang begitu tinggi sejak dari persiapan hingga pelaksanaan.

Hal yang sama diharapkan terjadi pada event Festival Bale Nagi tahun 2019, juga Festival Nubun Tawa Kolibaran di Adonara dan Festival Budaya di Solor tahun 2020.  Semua event ini bermuara pada satu tujuan yakni pelestarian potensi seni budaya dan promosi pariwisata daerah sebagai kekuatan  baru membangun ekonomi masyarakyat.

Pelajaran terbaik adalah bahwa pemda Flores Timur mampu berkolaborasi dengan masyarakat. “Budaya itu lahir dan tumbuh lestari di masyarakat. Oleh sebab itu ketika kita ingin menggelar festival budaya maka kita harus melibatkan masyarakat  secara aktif mulai persiapan. Pemerintah hanya memfasilitasi dan memotivasi agar kekayaan budaya itu terus dilestarikan, tumbuh bersama masyarakat dan sedapat mungkin tradisi-tradisi itu dikemas untuk menjadi sumber ekonomi baru bagi warga,”ujar Bupati Flores Timur Anton Gege Hadjon dalam berbagai kesempatan.

Berkaca dari pagelaran Festival Nubun Tawan tahun 2018 di Lewolema, menunjukan Pemkab Flores Timur memberi perhatian besar pada pelaksanaan event-event ini berbasis masyarakat. Pantauan Fortuna saat itu ribuan warga Flores Timur dilibatkan secara maskimal. Mereka tampil gagah dan bangga dengan tradisi budaya mereka sendiri. (tim/42na)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *