Maria “Jual” Tenun Ikat NTT di Ajang Pemilihan Putri Indonesia

Maria Hostiana Napitupulu. Foto : Umbu Rawambaku

Maria Hostiana Napitupulu menjadi delegasi Provinsi NTT dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia, 8 Maret 2019 di Jakarta. Sebagai Wakil NTT, Maria berjanji akan mempromosikan Tenun Ikat sebagai salah satu magnet wisata unggulan daerah ini ditingkat nasional bahkan internasional.

Caranya adalah dengan memakai produk turunan tenun ikat berupa baju, tas, sepatu, syall dan pernak pernik setiap hari selama kegiatan karantina. Tidak hanya itu, pada malam Grand Final nanti dia juga akan memperkenalkan keunggulan tenun ikat NTT melalui desain busana fashion yang dikenakan.

Baginya tenun ikat merupakan masterpiece NTT yang kini sudah diakui nasional bahkan dunia sebagai warisan nenek moyang yang sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Tenun NTT memiliki makna filosofis yang sangat kental.

Maria Hostiana Napitupulu. Foto :Magda – Fortuna

Itulah sebabnya meski separuh waktunya tinggal di Jakarta, Maria Hostiana sangat familiar dengan tenun ikat NTT dan bertekad untuk mempromosikan apa istimewanya tenunan NTT. Dalam safarinya ke NTT selama beberapa waktu lalu, Maria sempat berkunjung ke beberapa kota di Pulau Sumba. Disana, di pulau yang pernah dinobatkan sebagai pulau terindah di dunia itu dia mengaku lebih mengenal kekayaan karya dan motif tenun ikat.

Baginya tenun ikat Sumba dengan ragam corak dan pernak perniknya memiliki nila jual yang mumpuni selain pesona alamnya yang memanjakan mata. Semua potensi itu akan jadi media promosi yang dipakai untuk mendekatkan NTT ke mata nasional dan dunia

Selain tenunan NTT kata Maria, dirinya juga akan memperkenalkan aset budaya dan juga alat musik Sasando pada malam puncak atau Grand final Putri Indonesia 2019. Sasando menjadi alat musik tradisional asal pulau Rote itu perlu juga dipromosikan lebih masih ke kanca nasional dan dunia sebagai alat musik yang punya kekhasan.

Maria Hostiana Napitupulu. Foto : Istimewa

Dia meminta dukungan media dan juga seluruh masyarakat propinsi NTT dalam ajang bergengsi itu dan tentunya berharap wakil NTT nanti menjadi yang terbaik dalam ajang tersebut. Dengan demikian maka nama NTT bisa lebih dipopulerkan ke level internasional dalam ajang pemilihan selanjutnya.

Untuk diketahui Maria Hostiana Napitupulu adalah gadis blasteran NTT dan Batak. Dia lahir dan dibesarkan di Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Ayahnya seorang Hakim dan pernah lama bertugas di pulau Timor.

Maria Hostiana Pose Bersama Kadispar NTT Marius Jelamu dan Kadis Kebudayaan Pieter Manuk di sela-sela Jumpa Pers belum lama ini. Foto : Magda-Fortuna

“Benar bahwa melihat dari nama belakang saya tentu orang pasti bertanya-tanya kalau saya bukan orang NTT. Tapi saya harus jujur bahwa bapak saya dulu pernah menjadi hakim yang bertugas di TTU. Sayapun lahir dan besar di TTU. Itulah sebanya saya lebih memilih menjadi Putri Indonesia NTT. Saya sangat mencintai NTT dan siap mempromosikan daerah ini,” ujarnya dalam Jumpa Pers yang  saat itu didampingi Kadis Pariwisata NTT Marius Jelamu dan Kadis Kebudayaan Sinun Petrus Manuk. (Magda/42na)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *